What i don’t like about blogdesk 2.7
5 September
Tip Ngeblog dan belajar menulis blog. Umumnya berisi saran praktis dan beberapa trik blogger matre.
Saat ini tahun 2008, mungkin saat Johannes Oppermann menlaunching versi terbaru blogdesk maka posting ini jadi basi. Namun sampai momen itu tiba, posting ini masih bisa begaul hehehe.
Blogdesk memiliki banyak fitur menarik seperti smartupload, ftp upload, dll. Blogdesk membantu menghemat waktu dalam menyusun draft draft posting. Namun sebagaimana judulnya, posting ini mengenai hal hal yg sy benci dari blogdesk versi 2.7. Sy membencinya karena alasan alasan berikut :
-
Ukuran user interfacenya itu fixed alias tidak bisa diotakatik sesuai kebutuhan user.
-
Blogdesk hanya bisa berjalan di windows. Blogdesk versi Linux dan Mac belum tersedia.
-
Tampilannya kurang cantik (Mengingatkan pada tampilan kebanyakan aplikasi yang dicoding dengan Visual Basic).
-
Tidak berfeature multitab membuatnya terlihat memiliki ‘keterbelakangan design’. Keterbelakangan ini seperti membandingkan IE 6 (internet explorer) Firefox. Interface blogdesk hanya membolehkan mengedit satu posting sekali waktu (Umumnya, aplikasi berbasis word processor baik desktop maupun web memiliki feature multitab sehingga blogger bisa mengedit lebih dari satu posting secara bersamaan.)
-
Tidak tersedia opsi customisasi toolbar. Icon icon pada toolbarnya seolah digembok sehingga tidak bisa ditambah maupun dikurangi.
-
Fitur editor WYSWYG (what you see What You get) terlalu sederhana. Banyak fasilitas editing layout standar yg tidak tersedia, Misalnya ukuran font size. Otomatis, bila hendak mengubah ukuran font maka kita harus mencoding kode HTMLnya secara langsung.
-
Tidak mendukung blospots karena blogdesk hanya mendukung blog hosting yg menggunakan
Semoga Developer Blogdesk sudi menambah fitur dan mempertahankan apa yg sudah ada pada Blogdesk versi 2.7 sehingga satu satunya yg menghalangi seseorang untuk menggunakan blogdesk sebagai blogging tool adalah nasib sial. Nasib Sial terjebak berpetualang menggunakan software blogging lain yg cenderung lebih tidak effisien.
Namun dibalik semua kekurangan barusan, ada juga feature yg menyenangkan, yaitu fitur ‘letter count’ atau penghitung huruf. Fitur ini menghitung total huruf pada sebuah draft posting. Dgn mengetahui total huruf, kita bisa memperkirakan apakah posting kita sudah kepanjangan atau belum.
Perlu diingat, posting yg kepanjangan berpotensi membuat pembaca mati kebosanan. Belajaralah dari kesalahan kami saat menerjemahkan essay Paul Graham, Cities And Ambition. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, sekarang essay itu memiliki 23117 huruf dan 40 paragraph (apa ngak kojor bacanya).
Update Info : Saat ini sudah 19 hari, 8 jam, 32 detik sy memakai software ini (sambil berselingkuh dengan Scribefire). Dan semakin hari semakin ahli. Ternyata investasi belajar selalu berbuah manis . :)
Related Post :
Tulisan (yg mungkin) MiripApakah konten posting ini terlalu Teknis IT ? any comment are welcomed
:xoxo:
Trackback & Pingback
[...] draft posting manual menggunakan notepad. Untung saja Allah sudah menciptakan blog software seperti blogdesk melalui tangan Johannes Oppermann. Survey…Apakah konten posting ini terlalu Teknis IT ? any comment are welcomed [...]
[...] ya pada posting itu juga dibahas soal lebih baik pakai scribefire dari blogdesk saat hendak mengurus blog bloghost kamu. Tentu saja alasan, karena scribefire mampu berkomunikasi [...]
Kotak Pencarian
Latest Artikel :
10 Tulisan terakhir- Efek Sosio Kultur Internet : Facebook
- 9 Developer Web Berpengaruh di Twitter
- Into the Deep Blue (Nama Warna)
- Ngeblog via Digg!
- Ngetweet via Accessible Twitter
- Conficter dan Scan Virus secara Manual
- Server Diamond ke Agate
- Plugin Wordpress yg kepake di versi 2.7.1
- 4 Feed Reader Favorit
- Google Search dan Green IT
Newsletter :
Langganan blog via emailMasukin Email » Pencet Subscribe » klik email yg dikirim feedburner »
...tp inga inga ndak ada jaminan jadi pinter IT loh :D
btw.. di skrin sy kok btk font tulisannya beda2 ya ?
masak sih…kamu pake browser apaan :)
jadi tau apa itu blogdesk!
wekekekek
tambah ilmu!
trendys last blog post..Bermain Petasan/Percon!
siiip
Salam
Daa2nya baru gw denger *maklum gaptek* namanya juga tool, kelebihan dan kekurangan pasti ada kan?, trims nice info..*cari TKP* :)
Nenyoks last blog post..Ramadhan, Tradisi?
siiip maksih yah kalau kamu juga udah tau apa kekurangan dan kelebihan blogtool seperti blogdesk maka tolong kasih tau sy
pengen nyoba neh. thx y infonya…
wah kembali kasih :D
thx…