Saat ini tahun 2008, mungkin saat Johannes Oppermann menlaunching versi terbaru blogdesk maka posting ini jadi basi. Namun sampai momen itu tiba, posting ini masih bisa begaul hehehe.
Blogdesk memiliki banyak fitur menarik seperti smartupload, ftp upload, dll. Blogdesk membantu menghemat waktu dalam menyusun draft draft posting. Namun sebagaimana judulnya, posting ini mengenai hal hal yg sy benci dari blogdesk versi 2.7. Sy membencinya karena alasan alasan berikut :
-
Ukuran user interfacenya itu fixed alias tidak bisa diotakatik sesuai kebutuhan user.
-
Blogdesk hanya bisa berjalan di windows. Blogdesk versi Linux dan Mac belum tersedia.
-
Tampilannya kurang cantik (Mengingatkan pada tampilan kebanyakan aplikasi yang dicoding dengan Visual Basic).
-
Tidak berfeature multitab membuatnya terlihat memiliki ‘keterbelakangan design’. Keterbelakangan ini seperti membandingkan IE 6 (internet explorer) Firefox. Interface blogdesk hanya membolehkan mengedit satu posting sekali waktu (Umumnya, aplikasi berbasis word processor baik desktop maupun web memiliki feature multitab sehingga blogger bisa mengedit lebih dari satu posting secara bersamaan.)
-
Tidak tersedia opsi customisasi toolbar. Icon icon pada toolbarnya seolah digembok sehingga tidak bisa ditambah maupun dikurangi.
-
Fitur editor WYSWYG (what you see What You get) terlalu sederhana. Banyak fasilitas editing layout standar yg tidak tersedia, Misalnya ukuran font size. Otomatis, bila hendak mengubah ukuran font maka kita harus mencoding kode HTMLnya secara langsung.
-
Tidak mendukung blospots karena blogdesk hanya mendukung blog hosting yg menggunakan
Semoga Developer Blogdesk sudi menambah fitur dan mempertahankan apa yg sudah ada pada Blogdesk versi 2.7 sehingga satu satunya yg menghalangi seseorang untuk menggunakan blogdesk sebagai blogging tool adalah nasib sial. Nasib Sial terjebak berpetualang menggunakan software blogging lain yg cenderung lebih tidak effisien.
Namun dibalik semua kekurangan barusan, ada juga feature yg menyenangkan, yaitu fitur ‘letter count’ atau penghitung huruf. Fitur ini menghitung total huruf pada sebuah draft posting. Dgn mengetahui total huruf, kita bisa memperkirakan apakah posting kita sudah kepanjangan atau belum.
Perlu diingat, posting yg kepanjangan berpotensi membuat pembaca mati kebosanan. Belajaralah dari kesalahan kami saat menerjemahkan essay Paul Graham, Cities And Ambition. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, sekarang essay itu memiliki 23117 huruf dan 40 paragraph (apa ngak kojor bacanya).
Update Info : Saat ini sudah 19 hari, 8 jam, 32 detik sy memakai software ini (sambil berselingkuh dengan Scribefire). Dan semakin hari semakin ahli. Ternyata investasi belajar selalu berbuah manis .
Technocrati Tags : Blog Software, BlogDesk, Blogging, Scribefire
Survey Redaksi : Apakah posting ini terlalu berat dan berbau IT ? Sy sedang survey sekaligus belajar menulis topik semacam ini sambil berusaha membuatnya tetep informatif bagi semua orang. Cara menjawab paling sederhana adalah dgn memberitahu sy pd paragraph berapa kamu mulai bosan dan melompat ke bagian box komentar....plus penjelasan singkat kalau bisa.... :)
Blogku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Blogku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
[hasil hacking puisi Chairil Anwar, Rumahku]
5 September
Did you find what you need ? if not, use our free searchbox to found what you're looking forInternal Search
Eksternal Search
5 Artikel Terbaru
Tag Artikel
4 Blog Software
3 BlogDesk
46 Blogging
Berisi Tips Ngeblog. Intinya sih bagaimana ngurus blog baik yg self hosted maupun akun gratis wordpress.com, Blogger.com, dan bloghost lainnya. Umumnya tulisan kategori ini berisi saran praktis.
4 Scribefire
Related Posting
Komentar


5 September 2008
btw.. di skrin sy kok btk font tulisannya beda2 ya ?
[Reply]
masak sih…kamu pake browser apaan
[Reply]
5 September 2008
jadi tau apa itu blogdesk!
wekekekek
tambah ilmu!
trendys last blog post..Bermain Petasan/Percon!
[Reply]
siiip
[Reply]
5 September 2008
Salam
Daa2nya baru gw denger *maklum gaptek* namanya juga tool, kelebihan dan kekurangan pasti ada kan?, trims nice info..*cari TKP*
Nenyoks last blog post..Ramadhan, Tradisi?
[Reply]
siiip maksih yah kalau kamu juga udah tau apa kekurangan dan kelebihan blogtool seperti blogdesk maka tolong kasih tau sy
[Reply]
3 November 2008
pengen nyoba neh. thx y infonya…
[Reply]
wah kembali kasih
[Reply]
3 November 2008
thx…
[Reply]