What i do not like from blogdesk 2.8
0
Kemarin sy baru saja mengupgrade versi blogdesk 2.7 menjadi blogdesk 2.8. Dan masalah yg sama masih sy hadapai. Blogdesk tetap tidak memiliki fitur multitab sehingga mustahil menulis dan mengedit lebih dari satu posting dalam waktu bersamaan. Namun kelemahan blogdesk ini terbayar dengan kemudahan menulis draft posting. Kita dapat lebih mudah mengatur posting kita, baik masih berupa draft atau pun sudah publish). Coba bandingkan dengan scribefire yang menimpan draft berupa notes notes. Gaya manajemen posting scribefire ini berbahaya bagi kelangsungan kosistensi blogging seseorang. Apa yg akan kamu lakukan bila firefoxmu terkena virus ? Otomatis, seluruh addon termasuk scribefire harus diinst...
- What i don’t like about blogdesk 2.7
- Zemanta, Blogging Tool Link Building
- Zemanta
- Testing scribefire (kembali)
- Pakai Marketing Via Twitter (atau Corporate Blogging) ?
Related Post :
Tulisan (yg mungkin) Mirip- BlogDesk
- Blogging
- Blogging Software
- Wordpress MU
Entry Tag :
Tema Tulisan- FAQ (Frequently Asked Qustion)
- Disclimer Blog Orang Indonesia
- Adakah Cara Menghindari Pembajakan Software
- Mengapa menulis Blog ?
- Apa yg pembaca inginkan saat membaca blog ?
Wordpress MU adalah versi lain wordpress single user. Perbedaan paling mencolok antara Wp Single User dengan Wp Multi user (WPMU) adalah dalam keleluasaan control blog. Kita bisa menampung banyak blogger dalam satu blog. Memang Setiap versi wp, baik single maupun multi user, mempunyai kemampuan menampung banyak blogger. Namun versi wpmu memenuhi kebutuhan ini dgn mudah dan meletakkan setiap blogger dalam subdomain yg terpisah pisah. WPMU secara singkat Konteks menampung dalam wp MU itu berbeda dengan wp Single user. Misalnya ...
Ternyata apabila sebuah instalasi wordpress MU telah terjadi maka dia melestarikan konfigurasi apache saat instalasi ke dalam file .httaccess yg ada di root folder wordpress. Sehingga saat kita hendak, misalnya, melakukan perubahan konfigurasi virtual host demi menambahkan domain dan subdomain baru, maka isi .httaccess itu harus disingkronkan dengan yg baru. Artinya mengedit .httaccess secara manual (dgn arit dan palu hehehe komunis donk). Terdengar mudah, bukan ? setidaknya secara teori. Tapi apabila pengetahuan Apachemu paspasan (plus bahasa inggris yg seadanya) ...