<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakawan Wordpress Developer &#187; usability</title>
	<atom:link href="http://www.bakawan.com/log/tag/usability/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bakawan.com/log</link>
	<description>a plain old wp coder</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 17:54:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kekurangan Yahoo Answer</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/kekurangan-yahoo-answer/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/kekurangan-yahoo-answer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 20:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[Yahoo]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo answer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/kekurangan-yahoo-answer/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin baru baca pertanyaan seseorang via Yahoo answer. Dia bertanya dimana tempat beli flashdisk murah. Namun pertanyaan orang ini biasa saja kecuali pada bagian dia meminta kalau toko komputer tsb berada di bandung, kota tempat sy bermukim sekarang. So, Bisakah kamu rasakan kekurangan tanya jawab via situs yahoo ini. Bila kita meminta jawaban spesifik seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin baru baca pertanyaan seseorang via Yahoo answer. Dia bertanya dimana tempat beli flashdisk murah. Namun pertanyaan orang ini biasa saja kecuali pada bagian dia meminta kalau toko komputer tsb berada di <a href="http://bandungwebdesain.blogspot.com/">bandung</a>, kota tempat sy bermukim sekarang. So, Bisakah kamu rasakan kekurangan tanya jawab via situs yahoo ini. Bila kita meminta jawaban spesifik seperti kota, lokasi toko, dll. Maka kita tidak bisa mengharap semua pembaca bisa menjawab pertanyaan kita.</p>
<p>Jadi, bagaimana solusinya ? Bagaimana cara mendapatkan jawaban yg benar. Soal ini sy rasa sy tidak tau. Yang pasti orang itu bisa mengubah pertanyaannya atau mengganti tempat bertanya. Mungkin di forum forum khusus orang bandung, dan berada di kategori komputer &amp; <a href="http://bandungwebdesain.blogspot.com/2008/10/menuju-dunia-baru-internet.html">internet</a>, kita bisa bertanya hal hal spesifik semacam ini. Menurut sy, inilah kekurangan yahoo answer. Situs ini tidak efetif bila kita bertanya pertanyaan yg spesifik. Apalagi latar belakang yahoo answer itu kan tempat bertanya yg bebas, general, atau pun menunjukkan ke situs mana jawaban lengkap pertanyaan seseorang. iya, semacam situs referensi, gitu.</p>
<h3>Dimana dan Kapan</h3>
<p>Btw, bila ada temen temen yg suka memakai situs ini untuk bertanya. Mungkin saran sy adalah bertanya pada blog yg lebih spesifik. Misalnya bila kita ingin bertanya seperti pertanyaan &#8220;dimana beli barang ini dan beli itu&#8221;, maka lebih baik ke forum forum situs e commerance. Sementara bila hendak bertanya &#8220;kapan ini dan itu ?&#8221;, maka pertanyaan tersebut bisa ditanyakan pada yahoo answer (atau situs sejenis yahoo answer seperti answer.com).</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Menurut sy, ada baiknya sebelum bertanya itu gunakan search engine terlebih dahulu. Kamu bisa menggunakan google.com, ataupun <a href="http://bandungwebdesain.blogspot.com/2009/07/search-engine-selain-google.html">search engine selain google</a> seperti yahoo.com. Dengan begini, melalui search engine, kamu tidak bertanya sesuatu yg terlalu mudah dijawab. Kebanyakan orang yg sy kenal malas menjawab pertanyaan orang malas mencari jawaban terlebih dahulu. Iya, sy juga termasuk orang yg sombong semacam itu huhuhu. Maaf.</p>
<p>Ohh iya, catatan terakhir. Dan kali ini catatan ini lebih cocok buat sy pribadi, yaitu kelemahan yahoo answer. Setelah dianalisa, kelemahan lain ialah keharus login dan register yahoo sebelum bertanya. Sy rasa ini kelemahan dan seharusnya orang bisa bertanya maupun menjawab tanpa perlu punya accountt terlebih dahulu. Interface situs semacam ini meningkatkan <a href="http://www.bakawan.com/log/usability-web-portal/">usability web portal</a> secara keseluruhan. Sy rasa situs semacam ini sudah ada. Tapi sayangnya, sy lupa dimana yah situs itu. Sy lupa nama domain nya (oooo my bad!)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/kekurangan-yahoo-answer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usability Istilah IT : News Feed itu bukan RSS</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/usability-istilah-it-news-feed-itu-bukan-rss/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/usability-istilah-it-news-feed-itu-bukan-rss/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 21:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Feed]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/usability-istilah-it-news-feed-itu-bukan-rss/</guid>
		<description><![CDATA[Panduan usability terpenting mengenai news feed adalah berhenti memanggilnya RSS atau Atom. Hahahaha lucu juga mendengar pernyataan jacob nielsen ini. Dan memang terdengar lucu, tapi sayangnya memiliki dasar kelucuan yg empiris. NewsFeed vs RSS di Mata User Biasa Berdasar study, 82% pengguna internet itu tidak tau apa itu RSS. Mereka tidak tau siapa RSS dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panduan usability terpenting mengenai news feed adalah berhenti memanggilnya RSS atau Atom. Hahahaha lucu juga mendengar pernyataan jacob nielsen ini. Dan memang terdengar lucu, tapi sayangnya memiliki dasar kelucuan yg empiris.</p>
<h3>NewsFeed vs RSS di Mata User Biasa</h3>
<p>Berdasar study, 82% pengguna internet itu tidak tau apa itu RSS. Mereka tidak tau siapa RSS dan kenapa RSS. Bagi kebanyakan orang, tombol rss yg dinominasi warna orange dgn strip putih itu tidak menyimbolkan apapun. Kebanyakan pengguna internet tidak tau tombol rss itu simbol apa. Oleh karenanya, penyebutan istilah feed sebagai news feed itu lebih usable dibanding penggunaan istilah RSS / ATOM. Setidaknya news feed itu menyiratkan feed itu berisi berita (jadi pertanyaan yg benar : <a href="http://www.bakawan.com/log/rss-apa-itu/">Apa itu RSS ?</a>).</p>
<blockquote><p>Dahulu ada diskusi (yg sy lupa dimana blognya) antar blogger. Diskusi itu membicarakan presentase pengunjung blog (yg mau) langganan RSS. Siapa aja boleh langganan blog dan (umumnya) tidak dipungut bayaran. Tapi rendahnya presentase pelanggan membuat blogger tsb geleng kepala. Kok bisa ? Kok bisa bisanya orang berkunjung tiap hari ke sebuah blog padahal belum tentu blog tsb sudah update atau belum. Bukankah itu wasting time ?</p>
</blockquote>
<p>Sementara berkat newsfeed, mereka bisa baca blog tanpa mampir. Dan sekalipun berniat mampir, mereka tidak perlu mampir seperti orang pasang lotre : &#8220;kalau update, alhamdullilah. Dan kalau tidak, anda belum beruntung&#8230;coba lagi besok &#8221; heheeh mungkin kebanyakan user itu kebanyakan duit dan mampu hidup layak layaknya juragan bandwidth. <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Blogger Yang Memiliki Jam Terbang</h3>
<p>Bagi blogger mediocare dan savvy internet user, apa itu feed bukan lagi pertanyaan. Melainkan keyakinan kalau feed itu tool publiskasi yg super berguna. Di tengah jaman orang kebanjiran informasi, feed bisa mensortir jenis bacaan seseorang. Setidaknya, kita membaca sesuatu yg memang kita ingin baca sebelumnya.</p>
<h4>Oke, Time up! Buka Kamus</h4>
<p>Oke, berhenti dulu, euy&#8230;&#8230;.Karena mungkin istilah IT yg dipakai agak tumpang tindih. Jadi, ada baiknya dijelaskan dulu persamaan dan perbedaan antara feed, RSS, Atom, dan news feed yg akan terus disinggung dalam artikel ini.</p>
<p>Singkat cerita Feed itu bisa digambarkan dalam rumus ini : <strong>Feed = RSS = Atom = News Feed = email newsletter =</strong> <em>konten blog (atau website) yg didistribusikan bebas untuk dikonsumsi siapapun sehingga mereka bisa berlangganan dan baca artikel terbaru tanpa harus datang ke blog bersangkutan</em>.</p>
<p>Iya, isi feed itu isi blog. Feed bisa disetting full maupun sekedar cuplikan. Sementara beda RSS, Atom, dan Email News Letter itu cuma format dan cara langganan.</p>
<ul>
<li><strong>Rss itu format feed</strong>. Begitu juga dgn atom. Bila dianalogikan feed itu adalah film. Sementara RSS itu format Film DVD (karena lebih canggih dan baru). Dan Atom itu VCD (yg lebih ketinggalan jaman tp masih bisa dinonton di DVD player)</li>
<li>Email Newsletter itu cara langganan feed via email. Kita bisa baca artikel di inbox email kita. Jadi, kamu enggak perlu berkunjung ke blog bakawan lagi, kan ? Hehehe kamu menghemat waktu dan kami menghemat bandwidth <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>News Feed itu halaman khusus berisi headline banyak feed berita. Contohnya My Yahoo! dan Google News</li>
</ul>
<h3>Beda Feed Biasa dgn Email Newsletter</h3>
<p>Umumnya, ada juga user akrab dgn latar belakang feed, meskipun mereka tidak tau arti istilah &#8220;RSS&#8221;. Hal ini lebih disebabkan karena mereka langganan feed pada halaman My Yahoo!, Google news, atau portal web lain. Iya, Mereka tidak tau apa itu RSS. Dan ada kemungkinan banyak yg bingung bila diminta mendefinisikan apa itu Feed.</p>
<p>Mungkin ada orang yg suka melihat informasi dari berbagai situs pada satu halaman yg tersentralisasi, daripada harus mendatangi satu demi satu situs tsb. Ambil contoh, <a href="http://www.bakawan.com/log/friendfeed-about-page/">friendfeed timeline</a>. Mungkin juga ada orang yg gemar menscaning daftar headline tanpa perlu membaca isi headline yg mereka tidak suka. Akhirnya, beberapa user bisa menikmati keuntungan dan keleluasaan menentukan kapan mereka ingin membaca isi headline tsb.</p>
<p>Keleluasaan user ini sangat berbeda pada email newsletter, yg mana, email akan dikirim sesuai jadwal pengiriman yg teleh ditentukan. Misalnya, Bila ada konten baru maka user user akan dikirimi email tepat jam 7 pagi waktu indonesia barat. Jadi, email datang bukan karena permintaan user melainkan sesuai setingan pemilik blog. Tapi tetap saja, bila user tidak suka dgn headline email, maka mereka bisa menghapus emali tanpa harus membaca terlebih dahulu.</p>
<h3>Sisi Negatif Feed</h3>
<p>Banyak orang memiliki pandangan negatif mengenai feeds. Orang yg merasa mengalami informasi overload, akan enggan untuk daftar sumber informasi apapun. Menambah satu feed blog sama saja menambah kewajiban membaca feed tsb.</p>
<p>Sebaliknya, email newsletter tiba sebagai tool yg user telah pakai sebelumnya. Jadi mereka tidak merasa terbebani untuk membacanya. Email juga lebih mudah dipustakakan untuk penggunaan lain dimana feed memiliki sifat sementara.</p>
<p>Tentu saja, tidak sepenuhnya benar kalau backup email itu lebih mudah dibandingkan feed. Berkat software semacam feed reader, kita sudah bisa memasukkan file file feed ke dalam database untuk dibaca kemudian hari. Namun penggunaan software feed tidak sepopuler penggunaan email bagi general publik.</p>
<h3>Study Prilaku Feed User</h3>
<p>Banyak orang memasang feed mereka di halaman My Yahoo!. Dan banyak penelitian yg menyatakan kalau user enggan menghabiskan waktu mengcustom portal feed mereka. Jadi tidak aneh bila beberapa user memutuskan tidak login lagi ke halaman My Yahoo! mereka daripada harus mengcustom setting preference.</p>
<p>Akhirnya, beberapa user membenci kenyataan kalau news feed itu terpisah dari konteks website piblisher. Iya, umumnya, news feed itu berisi berbagai artikel yg tidak berasal dari satu sumber berita yg sama. Artikel artikel tsb dikategorikan ke dalam tema dan sub tema serupa semata. Otomatis, informasi itu hanya akan sekedar apa yg disediakan portal news feed. Menerut penelitian, user lebih tertarik datang langsung ke situs sumber berita dan menemukan background story dari headline yg mereka baca.</p>
<h3>News feed Vs Newsletter</h3>
<p>News Feed memang bukan untuk semua orang dan mereka juga bukan pengganti email newsletter. Feed dapat menjadi penambah newsletter bagi situs yg memiliki user yg gemar membaca headline dari halaman central khusus (ingat timeline friendfeed). Utamanya, halaman central ini cocok bagi situs koran dan situs lain yg fokus pada berita dan breaking news. sementara bagi situs yg mentargetkan user bisnis atau beraneka ragam audience internet lain, news feed mungkin tidak terlalu penting. Situs semacam itu mungkin lebih baik menekankan newsletter berkualitas dan frekuensi publikasi newsletter yg tepat.</p>
<p>Hasil penelitian user membaca news feed, yg dilakukan jacob nielsen, menampilkan kalau orang menscan headlines dan feed lebih brutal daripada mereka menscan newsletter. Saat feed blog kita tampil di newsreader seseorang, maka situs kita harus bersaing melawan limpahan informasi situs lain. Berdasar kondisi ini, user sering hanya membaca 2 kata pertama pada judul headline. Jadi sangatlah penting untuk memiliki judul headline yg singkat dan langsung berisi informasi penting.</p>
<h4>Penutup</h4>
<p>Feed itu medium dingin bila dibanding email newsletter. Feeds tidak membangun hubungan antara perusahaan dgn konsumen sebagus newsletter. Bisa dikatakan kalau newsletter itu lebih powerful dan hangat dibandingkan feed. Jadi adalah langkah marketing yg bijak bila perusahaan mendorong orang mendaftar ke newsletter dibandingkan mereka mempromosikan feeds.</p>
<p>Sementara dari kaca mata problogger, blogger professional. Penggunaan <a href="http://www.bakawan.com/log/menawarkan-email-subscription-pendaftaraan-feed-bagi-blog-wordpress-baik-wordpresscom-maupun-self-hosted/">newsletter feedburner</a> vs Feed itu menjurus Adsense for feed via feedburner<br />
. Kita bisa memasang kode adsense feed kita pada burner feed kita untuk mengumpulkan beberapa receh dollar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/usability-istilah-it-news-feed-itu-bukan-rss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usability Web Portal</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/usability-web-portal/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/usability-web-portal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 21:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/usability-web-portal/</guid>
		<description><![CDATA[Web Portal, ambil contoh detik.com, kapanlagi.com, dan okezone.com, itu memiliki banyak variabel yg mempengaruhi kelangsungan hidup bisnis portal mereka. Setiap beberapa tahun terakhir ada portal yg muncul dan ada yg bangkrut gulung tikar dan kemudian mati. Lalu apa yg penting dari sebuah portal ? Iya, berbeda dengan blog, portal memerlukan traffik. Komentar yg lebih banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Web Portal, ambil contoh detik.com, <a href="http://www.bakawan.com/log/kapanlagicom/">kapanlagi.com</a>, dan okezone.com, itu memiliki banyak variabel yg mempengaruhi kelangsungan hidup bisnis portal mereka. Setiap beberapa tahun terakhir ada portal yg muncul dan ada yg bangkrut gulung tikar dan kemudian mati. Lalu apa yg penting dari sebuah portal ? Iya, berbeda dengan blog, portal memerlukan traffik. Komentar yg lebih banyak dan pagerank lebih bagus itu bukan variabel terpenting web portal.</p>
<p>Mungkin, menghasilkan profit, adalah insting bertahan hidup website website ini. Mereka cuma mengenal satu pertanda kelangsungan hidup, yaitu terus tumbuh (jadi besar dgn berjuta halaman web yg dibuka berjuta kali oleh beratus juta pengunjung). Otomatis, setiap kali laporan bulanan menunjukkan penurunan traffik maka bisa diartikan kuburan digital harus digali dan nisan harus disiapkan.</p>
<p>Jadi, bagaimana cara bertahan hidup website di persaingan internet yg keras. Jawabannya ialah usable atau kebergunaan. Bila sebuah website komersil itu tidak berguna bagi user maka sudah pasti tidak bisa profitable. Hal ini juga berlaku untuk web portal. Mereka menyediakan bagian khusus iklan pada layout portal mereka dan untuk mematikan ada yg memasang iklan disana mereka harus menjaga traffik portal mereka.</p>
<h3>Custom Web Portal</h3>
<p>Masalah desain yg rutin dihadapi web portal itu berkisar fitur customisasi. Iya, untuk semakin meningkatkan usable website, perlu dipikirkan kegiatan saja yg bisa dilakukan user selain membaca konten dan memberi komentar. Inilah alasan membuat website bisa diotak atik user demi meningkatkan partisipasi user. Nah, salah satu masalah dalam konteks web portal itu banyak user yg tidak memakai fitur customisasi. Padahal, awalnya, banyak user yg merequest fitur custom via polling maupun cuap cuap langsung ke admin.</p>
<h3>Perlukan Memenuhi Permintaan User ?</h3>
<p>Hal ini bisa dijadikan alasan mengapa kita tidak harus mendengarkan apa yg user tuntut. Skema desain website itu lebih baik mentaati visi jangka panjang daripada mengikuti keinginan semua orang (dari pihak pengguna, pengunjung, maupun administrator). Visi ini menandakan kesadaran kalau situs akan membesar dgn jumlah halaman dan kategori yg lebih banyak dari hari pertama, bulan pertama, atau tahun pertama sejak situs tersebut berdiri. Isitilahnya, scalability.</p>
<p>Satu satunya pengecualian dalam hal ini ialah web portal universitas dimana banyak user berusia muda. User yg muda usia itu cendrung suka eksperimen. Mereka suka mengotak atik sesuatu bila diberi cukup ruang eksperimen. Portal kampus itu ideal bagi tool customisasi.Dan menunjukkan kalau <a href="http://www.bakawan.com/log/basic-usability-itu-prilaku-manusia/">prinsip usability website itu prilaku pengguna website tsb</a>.</p>
<h3>Berita dan Kolaborasi, 2 Fitur Kunci Portal</h3>
<p>Fitur Berita dan distibusi informasi adalah sumber kekuatan web portal terbesar di internet. Sering kali melalui perbaikan fitur ini kita bisa mengefektifkan kerja portal. Dalam web portal, news memiliki 2 fungsi, yaitu</p>
<ol>
<li><strong>Unifying force</strong> : Demi memastikan kalau setiap pegawai itu terinformasikan dan menerima pesan yg konsisten</li>
<li><strong>Narrowcasting</strong> : Distibusi Berita spesifik dan penting sehingga setiap user memperoleh berita yg penting semata</li>
</ol>
<p>Untuk meningkatkan fungsi portal, beberapa perusahaan menambahkan tool kolaborasi seperti blog dan wiki. Umumnya perusahaan memiliki pandangan tersendiri mengenai tool ini. Ada yg merangkul level keterbukaan yg biasa kita lihat di wiki dan blog personal. Dan ada yg memilih approach yg lebih sentralistis.</p>
<h4>Penutup</h4>
<p>Perlu diingat, kolaborasi portal <a href="http://www.bakawan.com/log/internet/">intranet</a> cenderung berorientasi bisnis dan memiliki keharusan mencantumkan nama asli employee (dan bukan nick name). Umumnya flame war dan posting kontroversial lebih jarang saat kita menulis posting yg kemungkinan akan bertemu muka dgn orang yg kita caci maki.</p>
<p>PS : Ada pembicaraan menarik di IT security mengenai pemanfaatan wordpress sebagai tool komunikasi internal. Perusahaan yg memiliki banyak kantor cabang berkesempatan memiliki media komunikasi yg murah dan efektif melalui website yg dibuat via wordpress.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/usability-web-portal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yg Pembaca inginkan saat Membaca Blog ?</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/apa-yg-pembaca-inginkan-saat-membaca-blog/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/apa-yg-pembaca-inginkan-saat-membaca-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 01:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/apa-yg-pembaca-inginkan-saat-membaca-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini berisi mengapa blogging juga mentaati prinsip usability. Prinsip ini bisa diartikan kemudahan memahami konten. Yang sy tau, Secara spesifik, ada 2 ilmu desain web yg mendalami hal ini yaitu sitemapping dan information architecture. Dalam Artikel ini, penjelasan usability lebih menjurus kepada arsitektur informasi atau yg lebih disederhanakan tentang bagaimana informasi disajikan di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini berisi mengapa blogging juga mentaati prinsip usability. Prinsip ini bisa diartikan kemudahan memahami konten. Yang sy tau, Secara spesifik, ada 2 ilmu desain web yg mendalami hal ini yaitu sitemapping dan information architecture. Dalam Artikel ini, penjelasan usability lebih menjurus kepada arsitektur informasi atau yg lebih disederhanakan tentang bagaimana informasi disajikan di dalam blog atau pun website.</p>
<p>Sebagai blogger yg siang malam ngeblog <em>hehehe</em> bo&#8217;ong banget, sy menyadari kalau sy memiliki ekspektasi tertentu saat membaca blog blogger lain. Seperti jin yg mengharap sesajen, pemilik blog minimalnya menyediakan 3 kualitas berikut agar sy betah hehehe sori dori yah <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<ol>
<li><strong>Informasi</strong>. Sy menginginkan membaca posting berisi sesuatu yg sy tidak tau. Keingintauan adalah hasrat manusia terdalam. Hampir seperti Faust yg bersekutu dengan setan, sy menginginkan secercah cahaya ilahi.</li>
<li><strong>Gaya Tulisan</strong>. Sy suka gaya tulisan. Copywriting atau cara menulis khas membedakan seorang blogger dengan blogger lain sebagaimana para lelaki bisa membedakan mana cewek ber-inner beauty layaknya putri indonesia (wae!) dengan cewek ber inner freak.</li>
<li><strong>Easy Reading</strong>. Tulisan yg ringan dan lucu. Seperti genre musik easy listening, sy ingin terhibur saat membaca blog. hidup sudah susah, maksa blogwalking ke blog debat politik dgn tensi tulisan panas seperti gunung berapi mau meledak :p</li>
</ol>
<p>Akan tetapi, 3 syarat diatas tidak selalu membuat sy betah membaca blog seseorang, sekalipun blogger tsb teman sy sendiri. Ada kriteria lain, yaitu bagaimana blogger bersangkutan menyajikan tulisan.</p>
<p>Sy suka informasi terbaru, pengetahuan tersembunyi, dan rahasia paling kotor menjijikan yg bisa dikorek korek paparazi gadungan seperti sy. Namun diatas segalanya, yg paling penting adalah bagaimana cara penyajian informasi itu sendiri sehingga terjaga akurasi dan kualitas informasi sensitif tersebut. Apabila pengetahuan rahasia tidak disajikan dengan baik, penulis terlihat seperti orang gila yg meracau dalam dunia sendiri daripada guru yg berniat berbagi informasi.</p>
<p>Poin penting tulisan harus dengan mudah ditemukan. Pembaca tidak suka membaca tulisan yg sukar dibaca, bukan disebabkan isi posting berat melainkan disebabkan tulisan tidak diatur rapi sehingga tugas pembaca memahami tulisan semakin berat. Oleh karena itu, sy percaya layout blog bisa menentukan apakah pembaca akan membaca tulisan kata demi kata atau cuma menscan tulisan layaknya supir angkot yg diburu buru setoran. Karena itu, penekanan pada <a href="http://www.bakawan.com/log/4-prinsip-dasar-desain/">prinsip kontras pada layout</a> penting sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/apa-yg-pembaca-inginkan-saat-membaca-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posisi Bijak Peletakan Iklan Adsense</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/posisi-bijak-peletakan-iiklan-adsense/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/posisi-bijak-peletakan-iiklan-adsense/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 01:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Repost]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Google Adsense]]></category>
		<category><![CDATA[Problogger]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Akhir akhir ini sy tergoda adsense. Namun sampai saat ini sy bingung mengapa usaha adsense sy hancur berantakan. Setelah Enam bulan berusaha mengumpulkan adsense, total pendaptan sy masih sedollar. Pasti ada yg salah, kalau orang lain bisa dapet di atas 1000 dollar. Jadi, apakah yg membedakan adsense publisher yg sukses dengan yg gagal. Redaksi bakawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir akhir ini sy tergoda adsense. Namun sampai saat ini sy bingung mengapa usaha adsense sy hancur berantakan. Setelah Enam bulan berusaha mengumpulkan adsense, total pendaptan sy masih sedollar. Pasti ada yg salah, kalau orang lain bisa dapet di atas 1000 dollar. Jadi, apakah yg membedakan adsense publisher yg sukses dengan yg gagal.</p>
<blockquote><p>Redaksi bakawan menawarkan saran mengenai <a href="http://www.bakawan.com/log/quick-adsense-tips-5-panduan-agar-dibanned-google/" rel="bookmark">Panduan agar dibanned Google</a>. Latar belakang penulisan posting ini sekedar lelucon buruk yg lebih bikin orang menangis daripada tertawa. Bila kamu mengklik link tsb, maka jangan salahkan sy mengatakan : &#8220;Kan udah gw bilang jangan diklik &#8220;</p>
</blockquote>
<p>Mungkin terdapat kesalahan dalam metode adsense yg sy pakai. Oleh karena itu, sy kembali membaca policy, tips dan trik, serta kisah sukses orang lain. Inilah intisari yang sy dapatkan : <span><strong>peletakan iklan adsense.</strong></span></p>
<p><span>Dimana kita meletakkan <strong>iklan adsense</strong> mempengaruhi <a href="http://www.bakawan.com/log/blogspot-sayang-bikin-uang/">pendapatan online</a></span> . Sebagai salah satu faktor penentu, selain traffik dan pagerank, ada baiknya kita mempelajari <strong>posisi panas adsense</strong>. Posisi panas ini akan meningkatkan kemungkinan <strong>iklan adsense</strong> kita diclick orang. Posisi iklan adsense terbaik itu akan berbeda antara halaman yg satu dengan halaman yg lain. Posisi tsb tergantung konten atau isi halaman situs. Setelah itu, kita bisa menentukan dimana kira kira kita sebaiknya meletakkan kumpulan iklan tsb.</p>
<p>Jadi apabila hendak mengetahui dimana posisi terbaik maka sebaiknya kita menjawab pertanyaan sakral berikut ini terlebih dahulu :</p>
<ol>
<li>Apakah yang hendak pengunjung blog ingin baca saat datang ke situs tercinta ?</li>
<li>Apakah yang mereka lakukan saat mendarat pada bagian halaman web tertentu ?</li>
<li>Pada bagian manakah pusat perhatian mereka ?</li>
<li>Bagaimana cara terbaik mengintegrasikan iklan adsense kepada halaman web tanpa menggangu user ?</li>
<li>Bagaimana cara membuat halaman web tampil bersih dan menarik untuk dibaca sekalipun iklan bertebaran memenuhi halaman tsb ?</li>
</ol>
<p>Pertanyaan di atas harus dijawab setiap orang yg punya mimpi menjadi <a href="http://www.bakawan.com/log/proses-menjadi-problogger/">professional blogger</a>. So, sebelumnya, kami gagal namun kami terus berusaha menggapai status prestisius tsb</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/posisi-bijak-peletakan-iiklan-adsense/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Basic Usability itu Prilaku Manusia</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/basic-usability-itu-prilaku-manusia/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/basic-usability-itu-prilaku-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2007 09:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/basic-usability-itu-prilaku-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi terus semakin kompleks. dari kemunculan fenomena blogging, sampai kelahiran twitter. Semaunya web 2.0, evolusi terkini teknologi komputer. Nah, entah mengapa masalah usability seperti navigasi itu belum mampu memenuhi 100 persen kebutuhan tiap orang. Hehehe sambil mencoba menjelaskan prinsip dasar usability, sy mengambil pemikiran jacob nielsen, sang usability guru. Tentu saja melalui pemahaman dan gaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi terus semakin kompleks. dari kemunculan fenomena blogging, sampai kelahiran twitter. Semaunya web 2.0, evolusi terkini teknologi komputer. Nah, entah mengapa masalah usability seperti navigasi itu belum mampu memenuhi 100 persen kebutuhan tiap orang.</p>
<p>Hehehe sambil mencoba menjelaskan prinsip dasar usability, sy mengambil pemikiran jacob nielsen, sang usability guru. Tentu saja melalui pemahaman dan gaya bahasa sy sendiri.</p>
<h3>Usability = Manusiawi</h3>
<p>Internet makin kompleks. Namun masalah usability yg ditemukan bertahun lalu masih bisa kita temukan sekarang. Ini menunjukkan kalau pertumbuhan variasi masalah usability itu bergerak lambat. Penyebab lambannya masalah usablity dikarenakan dosa usability pertama itu bersumber dari karakter manusia (dan bukan sekedar kecanggihan teknologi maupun algoritma coding).</p>
<p>Dosa usability itu sama seperti dosa security, yaitu sifat manusia (yg pemalas, mudah percaya, dan gampang merasa nyaman). Haahaha (sekali lagi) generalisasi yg brutal. Dan dalam kebrutalan ini terkandung kebajikan.</p>
<p>Ambil kasus prilaku yg paling sering membuat komputer kantor kena hacking. Salah satunya perlakuan atas password komputer. Banyak orang yg menulis password mereka pada secarik kertas dan menyembunyikannya di bagian bawah keyword. Padalah akibatnya fatal dan tak ada sistem keamanan yg bisa menghalangi kebodohan jenis ini. Iya, jelaslah ini bukan kerusakan sistem keamanan komputer yg jadi sumber masalah, melainkan sifat manusia yg manusiawi.</p>
<h3>Usability Facebook</h3>
<p>Hal yg sama juga berlaku pada usability. Sekali pun teknologi semakin kompleks. Ambil contoh, coba hitung ada berapa link pada layout profile facebook kamu. Nah, pasti lebih dari 10, kan ? &#8230; Dan coba hitung lagi ada berapa bagian navigasi facebook</p>
<ul>
<li>header</li>
<li>footer</li>
<li>sidebar kanan</li>
<li>Sidebar Kiri</li>
<li>Konten</li>
<li>Shoutbox</li>
<li>Chat</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>Bila di bandingkan halaman blog, atau mungkin website statis html, maka sudah pasti facebook itu canggih banget. Namun tetap saja, masalah usability tetap ada. Dan malah makin parah.</p>
<p>Kebanyakan user yg baru pertama kali punya facebook pasti bingung mau ngapain. Mereka Harus beradaptasi dengan cepat, Mereka harus klik kanan dan klik kiri. Try and error sampai akhirnya bisa main facebook sendiri.</p>
<p>Untung saja, facebook menawarkan banyak keuntungan sehingga orang mau mempelajari cara navigasi web ini. Bila tidak, sudh pasti, siapa pun tak mau memakai website canggih dgn Navigasi bertingkat yg rumit. Iya, bila tidak ada tawaran bertemu teman baru atau hang out via online, maka kebanyakan web social media seperti facebook, myspace, dll itu cuma website yg tidak manusiawi.</p>
<h3>Internal Posting</h3>
<p>Usability mulai menjadi topik bahasan blog ini. Namun sayangnya jumlah artikel belum banyak. Jadi baru satu yg jadi ink referensi internal. <a href="http://www.bakawan.com/log/100-tehnik-usability-website/">100 metode usabilitas website</a> : Ini adalah artikel inti karena sifatnya yg akan terus menerus di update seiring pengetahuan dan penemuan mengenai usabilitas/ Oh iya, usabilitas itu artinya kebergunaan. Hehehe agak terlambat yah memperkenalkan arti turunan kata usable ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/basic-usability-itu-prilaku-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Test Usability dan Mengapa ?</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/apa-itu-test-usability-dan-mengapa/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/apa-itu-test-usability-dan-mengapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2007 21:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/apa-itu-test-usability-dan-mengapa/</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak tau kapan pemahaman ini bermula. Iya, seiring waktu, terbangun konvensi sosial (antar pekerja web) dimana tehnik testing usability sederhana menjadi proses validasi vital apakh sebuah web itu akan sukses atau gagal. User didudukan di depan komputer dan disuruh melakukan sesuatu pada website (yg sedang ditest). dan kemudian dinilai. Iya, user dijadikan kelinci percobaan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak tau kapan pemahaman ini bermula. Iya, seiring waktu, terbangun konvensi sosial (antar pekerja web) dimana tehnik testing usability sederhana menjadi proses validasi vital apakh sebuah web itu akan sukses atau gagal.</p>
<p>User didudukan di depan komputer dan disuruh melakukan sesuatu pada website (yg sedang ditest). dan kemudian dinilai. Iya, user dijadikan kelinci percobaan. Testing ini akan menilai bagaimana user melompat ke kanan dan ke kiri.</p>
<p>Contoh hasil, misalnya, user A yg memakili segmen pengunjung tipe A menghabiskan waktu 10 menit 34 detik sementara user B yg mewakili komunitas pengunjung B memerlukan waktu setengahnya dalam melakukan hal yg sama.</p>
<p>Hard cold Usability Research, yah ?</p>
<h3>Fungsi Test Usability</h3>
<p>Bila bertemu masalah usability, kita bisa lacak sumber utama kekacauan tsb pada keputusan di awal pembuatan sketch desain. Dan umumnya kamu menemukan penyebab yg sama : Seseorang dalam tim desain tidak memiliki informasi yg cukup mengenai tabiat user. Seandainya mereka memiliki informasi tsb, mereka pasti mengambil keputusan desain yg berbeda. Akhirnya, keputusan (berbasis test usability) pasti akan menghasilkan design website yg sadar kebutuhan pengunjung. Inilah fungsi utama testing tsb : <strong>mengumpulkan data awal user behaviour</strong> .</p>
<p>Usabiity test tidak mampu memberi tau seluruh tindak tanduk pengunjung (terutama saat tidak ada seorang pun di sekitar mereka).Usability test hanya sebuah metode pengumpulan informasi. Kita bisa mengetahui garis besar tindak tanduk user. Namun bila kamu mau mempelajari prilaku orang banyak, maka kamu bisa belajar prinsip design yg benar.</p>
<p>Intinya kamu belajar mengenai kedalaman user dan juga kedalaman fungsi design yg kamu lakukan. Tentang user, kamu tau apa tujuan mereka datang ke sebuah website. Sementara design tidak lebih dari tool menjawab tujuan tsb. Nantinya, usability test akan menggaris bawahi bagian website yg kurang membantu user.</p>
<p>Design web, di balik sepuhan pixel, bekerja membantu user memperoleh info. titik.</p>
<h3>Usability Juga Memetakan Tim</h3>
<p>Tim design yg sukses telah memiliki pengalaman kalau cara terbaik menghasilkan web yg usable itu ialah membuat produk web yg didasari tes dan research user. Namun, ada baiknya, kalau testing usability itu tidak dijadikan tool validasi akhir. Malah, seharusnya, test demi test tersebut cukup dipandang sebagai sarana pengumpulan informasi awal demi membangun design.</p>
<p>Ini sudut pandang teraman agar kita tidak tergantung pada tes tes yg umumnya tidak mau dibiayai klien. Dan keuntungan terbesar, mungkin, pengetahuan akan kekuatan dan kelemahan tim sendiri. Kita bisa melihat kualitas anggota tim saat berusaha menghadapi kendala usability (yg dialami user saat proses pengetesan usabilitas web)</p>
<h4>Kesimpulan</h4>
<p>Design demi design, serta tes usability saat pengerjaan akan memberi info penting lain selain prilaku user, yaitu takaran kematangan tim itu sendiri. Iya, berkat test usability, kita juga jadi tau siapa saja di antara anggota tim yg memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk menciptakan design pintar (sedemikian pintarnya sehingga dia bisa terlihat cantik).</p>
<p>Selain itu, test usability akan membangun kepekaan design. Kita bisa tau bagian mana dari website yg memerlukan kontrol user dan bagian mana yg sering membuat user teraleinisasi.</p>
<h4>Internal Artikel</h4>
<p>Artikel berikut adalah tulisan referensi yg pernah ditulis dalam blog ini. Mungkin masing masing tulisan memiliki kesamaan visi yg jelas. Namun bisa juga cuma jejak samar. Tapi satu yg pasti, semuanya berhubungan dgn tema Usability</p>
<ol>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/100-tehnik-usability-website/">100 tehnik usability website</a> : Isinya sih tentang prilaku user saat membuka halaman website untuk pertama kali. Ada beberapa panduan design yg bisa diimplementasikan bila kita berniat meningkatkan fungsi usability website. Sisi yg dibahas bisa berupa perbaikan bagian navigasi website, penggunaan teks dan font yg paling safe, dll.</li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/apa-yg-pembaca-inginkan-saat-membaca-blog/">Apa yg pembaca inginkan saat membaca blog</a> : Fokus utama sih tentang saya dan jenis blog yg sy suka. Namun bisa dijadikan dasar pemikiran saat kita mengatakan mengapa kita suka blog tertentu.</li>
</ol>
<p>Oke udah dulu. Ini tulisan yg baru sekarang bisa diselesaikan hahahaha. Maklum aja yeee.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/apa-itu-test-usability-dan-mengapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>100 Tehnik Usability Website</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/100-tehnik-usability-website/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/100-tehnik-usability-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 21:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Design Principle]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/100-tehnik-usability-website/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini mengenai 100 cara cara membuat website lebih mudah dinikmati pengunjung. Sy menyukai topik ini karena percaya design itu tidak harus cantik tapi pintar. Prinsip ini biasa dikenal sebagai usability. Artinya, kita sebagai designer belajar mendesain bukan untuk diri sendiri atau pun orang se profesi. Kita mendesain bagi siapa saja, terutama untuk mereka yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini mengenai 100 cara cara membuat website lebih mudah dinikmati pengunjung. Sy menyukai topik ini karena percaya design itu tidak harus cantik tapi pintar. Prinsip ini biasa dikenal sebagai usability. Artinya, kita sebagai designer belajar mendesain bukan untuk diri sendiri atau pun orang se profesi. Kita mendesain bagi siapa saja, terutama untuk mereka yg tidak mengenal IT dan belum terbiasa browsing internet.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa hal yg sy tau berdasar pengalaman menjadi blogger dgn blog yg (anehnya) memiliki pembaca hahahah. Sementara ide lain berasal dari penelitian kecil kecilan via google analytic. Dan sisanya dari bacaan online dan diskusi offline dengan teman. Prinsip usability ini bersifat relatif. Jadi bisa menjadi tata cara yg benar. Akan tetapi bisa juga menjadi sesuatu yg debatable.</p>
<p>100 perinsip website usability yg sy yakini :</p>
<ol>
<li>
<div><strong>User akan melihat teks sebelum melihat gambar</strong> </p>
<p>Aneh memang tapi beginilah adanya psikologi pembaca online. Kebanyakan orang membuka halaman website untuk mendapatkan informasi berupa teks dan bukannya gambar. </div>
</li>
<li>
<div><strong>Fokus mata</strong> user dimulai dari sudut kiri atas halaman web </p>
<p>Tidaklah mengherankan hal ini sebenarnya karena pada dasarnya orang orang yg menulis tulisan latin itu membaca dari kiri ke kanan. Jadi, gerakan mata saart membaca konten online juga mengikuti pattern ini. Mereka membaca sesuai gaya tulisan. Tentu saja, hal ini berlaku terbalik bila tulisan dalam huruf arab dan huruf kanji. Orang arab dan orang jepang akan mengikuti pattern baca yg berbeda pula. </div>
</li>
<li>Mulanya <strong>gerakan mata</strong> dimulai dari kiri atas sampai bagian atas terbaca sebelum bergerak ke bawah dan akhirnya ke samping kanan
<p>Umumnya user itu membaca dgn cepat. Atau istilah usabilitynya, scanning. Pembaca menscan halaman web mengikuti pattern yg mirip huruf F. Dimulai dari sudut kiri dan dinajutkan menscan keseluruhan header dan akhirnya kembali ke bagian kiri dan kemudian ke samping kanan. Begitu seterusnya sampai ke bagian bawah. </p>
<p>Oelh karenanya, kita hrus meletakkan headline, sub headline, list daftar, highlight text pada bagian ini agar pembaca lebih mudah menemukannya. </li>
<li>Pembaca mengabaikan <strong>banner</strong>
<p>Pembaca itu pintar. Mereka tau mana yg merupakan iklan dan mana sekedar promosi. Jadi bila iklan online itu adalah sumber pemasukan website, maka harus diperhatikan psikologi ini. Salah satu kesimpulan Penelitian eye tracking adalah pengunjung mengabaikan iklan dan segala yg memiliki ciri yg sama dengannya. </li>
<li>Teks dgn <strong>Formatting dan Fonts</strong> yg keren itu rutin diabaikan
<p>Kebanyakan user berasumsi kalau mereka itu iklan dan tidak memiliki informasi yg mereka butuhkan. </p>
<p>Malah, penelitian membuktikan kalau pengunjung sukar menemukan informasi pada teks berwarna berukuran besar karena alam sadar mereka menguruh untuk mengabaikan teks tsb.visual mereka mengabaikannya. Oleh karenanya, pertahankan jalur baca imajiner situs kita dan hindari kemungkinan hal hal yg tidak penting menjadi pengalih perhatian pembaca. Siapapun pasti tidak ingin adanya distraksi saat baca kan ? </li>
<li>Tampilkan <strong>angka dengan angka</strong> (dan bukan huruf)
<p>Kayaknya bagi siapapun, lebih mudah untuk menemukan informasi dalam sebuah website bila kita menulis dalam format angka dan bukannya huruf. Apalagi, umumnya user itu scanning dan bukan baca perlahan lahan. Jadi usahakan agar mereka mudah menemukan apa yg bisa membuat mereka tetap tertarik untuk membaca. </li>
<li><strong>Ukuran Font</strong> mempengaruhi prilaku baca pembaca
<p>Apakah kamu ingin mengubah psikologi baca pengunjung ? Maka ubah ukuran font. Seandainya konten memiliki font kecil maka pembaca akan lebih fokus membaca.Sementara, bila teks memiliki font besar maka pembaca cenderung scanning (membaca cepat). Tergantung kebutuhan, kamu perlu menimbang apakah konten kamu itu lebih cocok untuk dibaca perlahan atau cepat. Tapi itninya tetap sama, yaitu kamu harus menyediakan konten berkualitas. </li>
<li>Pengunjung sudi baca subtitle bila menarik.
<p>Jangan membuat headline demi mentaati skema penulisan tertentu. Misalnya yg biasa ada di penulisan ilmiah yg selalu dimulai dgn title abstrak dan diakhiri dgn seubheadline referensi. Kita harus memastikan kalau subheadline kita itu menarik dan relevan. </li>
<li>Umumnya pembaca cuma scan bagian bawah halaman
<p>Selalu ingat pattern F dan bukannya pola huruf E. Iser jarang menyentuh bagian bawah seperti footer. Oleh karenanya bila hendak mendesain bagian footer, kita harus memperhatikan kemudahan menemukan informasi di bagian terpojok halaman web ini. </li>
<li>Paragraph pendek lebih bagus daripada yg panjang
<p>Informasi harus didesain untuk bisa dibaca cepat. Otomatis paragraph pun harus pendek pendek mengikuti tuntutan ini. Satu satunya alasan menulis panjang lebar adalah bila konteks memungkinkan. </li>
<li><strong>Layout satu kolom</strong> lebih baik bagi mata daripada yg memiliki muti kolom
<p>Jangan membombardir user dengan terlalu banyak informasi. Biasanya website yg sederhana itu lebih baik daripada yg beribet. Kolo, yg terlalu rame umumnya dihindari pembaca karena mereka sukar membacanya. </li>
<li>Iklan pada bagian atas dan <strong>kiri halaman web</strong> akan mendapat lebih banyak perhatian .
<p>Bila kamu ingin menampilkan iklan maka tidak ada cara yg lebih baik daripada mengatur posisinya disebelah kiri atas karena bagian tsb biasanya mendapat perhatian paling banyak. </p>
<p>Tentu saja, sekali pun diletakkan di sana, bukan berarti pengunjung pasti akan mengklik iklan tsb. Sangat konyol untuk mengorbankan desain demi meletakkan iklan. Jadi pertimbangkan baik baik dimana kamu ingin memposisikan iklan tsb. </li>
<li>Iklan yg diletakkan disebelah konten terbaik itu lebih rutin di <strong>lihat pembaca</strong>.
<p>Bila kamu ingin iklan yg terpasang itu terlihat dan memiliki kemungkinan diklik orang lain, maka coba buat iklan tsb menyatu dgn desain. Letakkan mereka pada bagian paling menarik dalam artikel kamu. Nantinya, pembaca masih bisa menemukan apa yg dicarinya dan kamu memperoleh keuntungan lebih melalui iklan. </li>
<li><strong>Text Ads</strong> lebih mungkin diperhatikan di banding tipe iklan lain
<p>Seperti yg dijelaskan barusan, kebanyakan user internet itu tidak ingin menghabiskan waktu membaca sesuatu yg mirip dengan iklan. Oleh karenanya, text ads itu pilihan bijak di banding yg lain. </p>
<p>Text ads juga lebih mudah disatukan dengan desain keseluruhan web. Jelas saja, penyatuan ini membuat iklan tidak membebani desain dan membuat pengunjung kesal <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </li>
<li>Gambar Ukuran <strong>besar lebih menarik</strong> Perhatian
<p>Bila gambar abstrak itu dibenci, maka gambar yg berukuran besar itu disenangi. Kebanyakan orang lebih tertarik melihat image yg besar dimana mereka bisa melihat secara detail informasi yg disediakan. Pastikan kalau image tsb juga relean. Tp pertimbangkan trend pengguna internet yg memiliki bandwidth kecil. Umumnya mereka memblok iklan adsense. </li>
<li>Image yg concrete lebih cocok daripada yang <strong>gambar abstrak</strong>
<p>Umumnya orang tidak suka sesuatu yg tidak dapat dengan mudah mereka pahami. Jadi prinsip yg sama jga berlaku dalam penggunaan image. Semakin abstrak gambar yg ita pakai, maka semakin membingungkan pesan yg hendak disampaikan. </li>
<li>Heading selalu mengarahkan pembaca
<p>Headline adalah bagian pertama yg dicari user. Bila mereka berasal dari search engine, maka minimalnya redaksi headline itu harus mirip dengan apa yg tertulis di halaman SERP. Jadi pembaca yg baru dihadapkan dengan halaman web baru tidak mengalami kebingungan. Mereka dapat dengan mudah menemukan apa yg mereka cari. Oleh karenanya, pilihan nan bijak laksana bila kita mendesain headline yg warna dan ukuran font berbeda drastis dengan keseluruhan isi web. </li>
<li>Umumnya us<br />
er mudah mengenali <strong>tombol dan menu</strong> itu sebagai bagian navigasi </p>
<p>User yg biasa hidup di dunia dekstop (terutama dekstop windows ) terbiasa melihat tombol dan menu. Kedua elemen ini dikenali memiliki tugas khusus. Bila klik, maa akan begini dan begitu. Intinya, bila user tertarik dgn tulisan kita maka mereka akan mencari tombol dan menu yg mereka butuhkan. Misalnya tombol berpindah ke halaman lain atau menu untuk menitip komentar. </li>
<li>Daftar teks menggunakan <strong>&lt;ol&gt;. &lt;ul&gt;, dan &lt;li&gt;</strong> itu mampu lebih lama menarik perhatian pembaca
<p>Salah satu tehnik memotong paragraph yg kepanjangan itu dengan menyajikan informasi dlm daftar panjang. Format list adalah tehnik HTML yg mudah untuk digunakan saat menulis dan mendesain. Format list ini bisa membuat konten kita lebih mudah diterawang sehingga user bisa menemukan informasi lebih cepat. </li>
<li><strong>Paragraph panjang</strong> itu sebaiknya dihindari
<p>Penelitian menunjukkan kalau rata rata pengunjung itu tidak punya cukup waktu untuk membaca teks teks dalam ukuran besar. Kita perlu memotong teks teks ini ke dalam paragrap yg lebih pendek atau menghilangkannya sama sekali. </li>
<li>Format tulisan mampu <strong>menarik perhatian</strong>
<p>Untuk menghindari kemungkinan user cuma scimming atau menscroll mpuse dengan cepat, kita perlu memberi format tertenu pada kalimat penting dalam paragrap. Kita bisa menggunakan bold, italic, atau underline. Perlu dicatat, jangan menggunakan format yg berlebihan karena bisa membuat pembaca malas membaca nya. Efek &#8220;kontras&#8221; tulisan itu pasti menghilang an dianggap bukan sesuatu yg penting. </li>
<li>Space kosong <strong>itu penting</strong>
<p>Meskipun sangat menggoda untuk memenuhi layar monitor dgn segala infomasi, kita tetap perlu membuat desing tsb berkesan clean atau elegan. Kita perlu mempertahankan space atau ruang dimana user merasa bebas mengistirahatkan mata. </li>
<li><strong>Tombol navigasi</strong> itu bekerja lebih baik saat diletakkan di bagian header
<p>Navigasi bisa diletakkan di samping kanan atau kiri dan bisa juga diletakkan di bagian bawah. Akan tetapi penelitian membuktikan kalau tempat terbaik meletakkan navigasi itu di atas. Dalam konteks wordpress, kita mengenal page navigation. Umumnya designer meretakkan di bagian bawah, akan tetapi, lebih bagus bila diletakkan di bagian atas saja dekat dengan header.</li>
</ol>
<h3>Brainstroming Kami</h3>
<p>Sebagaimana terjemahan bahasa indonesia, istilah brainstroming itu merujuk pada pertanyaan pertanyaan belum bisa saya dan teman teman jawab. Seandainya ada yg bisa mungkin bisa memberi opini :</p>
<ol>
<li>
<div>Apakah prinsip usability di atas berlaku juga saat konten dilihat menggunakan handphone ? iya mobi dan layar monitor mereka yg kecil ?</div>
</li>
<li>
<div>Apakah kekurangan eye tracking study yg rutin menjadi patokan research usability ?</div>
</li>
<li>
<div>Bila mereka yg menulis dgn huruf latin membangun pola scanning mirip huruf F karena mereka membaca dari kiri ke kanan. Lalu bagaimana dengan yg membaca arabic dan kanji yg memiliki pola yg sama sekali berbeda. Kira kira pattern yg terbentuk akan jadi huruf apa ?</div>
</li>
<li>
<div>Ada satu prinsip dalam desain, yaitu <strong>kebebasan mendobrak konvensi</strong>. Misalnya, contoh yg paling mudah, warna link url itu biasanay biru. Tp designer memilik warna pink. Untuk contoh ekstrim ialah meletakkan comment blog pada bagian header sementara keumuman diletakkan dibawah konten. Prinsip Usability cuma bisa berdiri di mentaati konvensi. Sementara design yg bagus bisa stand out bila mendobrak konvensi. Jadi apa yg harus dilakukan ?</div>
</li>
<li>
<div>Sy percaya &#8220;<em>prilaku user itu berubah ubah secepat berubahnya trend dan keyword</em>&#8220;. Jadi apa bagian website atau blog yg akan konsisten membutuhkan tehnik usability yg serupa ?</div>
</li>
<li>
<div>Mengenai cara baca user yg mirip huruf F, <strong>apakah ini mutlak ?</strong> Menurut artikel yg sy baca, kita bisa mempengaruhi arah baca ini bila kita memiliki kontruksi desain tertentu. Nantinya kontruksi ini adakan memandu pembaca ke dalam aliran baca tertentu. Konsekuensi F ini kan membuat sidebar berada di posisi kanan. So, harga mati kah ?</div>
</li>
</ol>
<h3>Dislaimer Total 100 Tehnik</h3>
<p>Memang seperti kebanyakan artikel bejudul 100 dalam blog ini, total saran dan nasehat tidak pernah sampai 100 sih hehehee. Hmm mengenai ini sy rasa kamu mengenal kata branding. Iya, branding judul itu salah satu metode marketing. Sy membuat segala macam tip dan trik praktis dengan judul berawalan 100. <strong>HAHAHAHA</strong> stupid kedengarannya yah ? tp biarlah, sy ini yg bego dan bukan kamu atau pun orang lain. piss donk ah. maafkan atas penipuan judul ini. xoxo.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/100-tehnik-usability-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
