<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakawan Wordpress Developer &#187; Digital Lifestyle</title>
	<atom:link href="http://www.bakawan.com/log/tag/digital-lifestyle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bakawan.com/log</link>
	<description>a plain old wp coder</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 17:54:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Facebook kena Masalah Hukum di Kanada</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/facebook-kena-masalah-hukum-di-kanada/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/facebook-kena-masalah-hukum-di-kanada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 20:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/facebook-kena-masalah-hukum-di-kanada/</guid>
		<description><![CDATA[Situs jejaring sosial, facebook, sedang diselidiki pengadilan kanada, komisi perlindungan privasi. Komisi kanada ini menyelidiki kemungkinan facebook memberi informasi membingungkan dan tidak lengkap kepada para anggotanya. Komisi perlindungan kanada menemuka bukti kalau facebook melanggar privasi user sementara TOS (term of service) meyakinkan akan melindungi identitas digital pengguna. Lebih dari 200 juta orang menggunakan facebook secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Situs jejaring sosial, facebook, sedang diselidiki pengadilan kanada, komisi perlindungan privasi. Komisi kanada ini menyelidiki kemungkinan facebook memberi informasi membingungkan dan tidak lengkap kepada para anggotanya. Komisi perlindungan kanada menemuka bukti kalau facebook melanggar privasi user sementara TOS (term of service) meyakinkan akan melindungi identitas digital pengguna.</p>
<p>Lebih dari 200 juta orang menggunakan facebook secara aktif, termasuk 12 juta orang kanada. Policy facebook untuk menyimpan informasi personal setelah akun facebook diblokir dianggap telah melanggar undang undang perlindungan privasi. Selain itu, Facebook telah dikritik mendistribusi detail info profile seseorang kepada 950,000 developer facebook yg berada di 180 negara. Otomatis, facebook tidak dapat mengkontrol manipulasi privasi kita.</p>
<p>Apa bahaya bila detail info kita berada di tangan orang lain ? Ada banyak bahaya yg bisa sy pikirkan. Bila email kita ada di tangan spammer, maka kita akan dikirimi email spam. Bila nama dan nomor telephon kita dipegang orang tidak dikenal, maka kita bisa diteror tukang miscall misterius (oh sy pernah nih dapat secret admirer seperti ini dan membuat sy GR sendiri). Memang <a href="http://www.bakawan.com/log/world-wide-web-www/">world wide web</a> itu lebih mirip wide wild west, dimana kita tidak bisa bedakan siapa koboi dan indian atau siapa sherif dan siapa bandit. Chaos.</p>
<p>Kira kira bagaimana yah reaksi <a href="http://www.bakawan.com/log/siapa-pembuat-facebook-mark-zuckerberg/">mark zuckerberg,</a> si pembuat facebook. Sy rasa sebagai salah satu aplikasi web terpopuler di dunia, mereka akan mulai sering melakukan mediasi seperti apa yg google lakukan.</p>
<p>Google pernah membanned <a href="http://www.bakawan.com/log/streaming-video-youtube-dan-umg/">video youtube</a> atas permintaan pengadilan turki karena video tsb tergolong subversif dan menghina pendiri negara turki modern, Mustafa Kemal Atatürk. Video youtube tsb berjudul &#8220;<strong>Kemal Ataturk is gay</strong>&#8221; yg diposting pecinta timnas bola negara tetangga, yunani. Kebetulan mereka memang musuh bebuyutan dan memiliki pengalaman pahit saling bunuh di perang dunia ke 1. Oh ya, kalau enggak salah, Turki pernah menjajah yunani.</p>
<p>Referensi</p>
<p>http://www.atajew.com/ : Situs yg banyak membahas siapa itu kemal ataturk. Sy sama sekali tidak mempercayainya walau sy pribadi tidak punya alasan suka kemal ataturk. Dia kan yg memukul palu kematian bagi kekhalifahan islam (yg memang saat itu sedang sakit sakitan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/facebook-kena-masalah-hukum-di-kanada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Efek Sosio Kultur Internet : Facebook</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/efek-sosio-kultur-internet-facebook/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/efek-sosio-kultur-internet-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 19:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/efek-sosio-kultur-internet-facebook/</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi artikel mengenai gaya hidup digital. Kali ini Artikel lifestyle abad 21 berisi pergeseran sosio kultur yg sedang terjadi di Amerika Serikat. Pergeseran ini dipengaruhi pertumbuhan situs social network dan pengaruh mereka terhadapa nilai nilai keluarga. Artikel ini mencoba mendalami situasi dimana seorang anggota menghabiskan waktu main internet (terutama pada situs social network seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi artikel mengenai gaya hidup digital. Kali ini Artikel lifestyle abad 21 berisi pergeseran sosio kultur yg sedang terjadi di Amerika Serikat. Pergeseran ini dipengaruhi pertumbuhan situs social network dan pengaruh mereka terhadapa nilai nilai keluarga. Artikel ini mencoba mendalami situasi dimana seorang anggota menghabiskan waktu main internet (terutama pada situs social network seperti myspace, facebook, dan friendster).</p>
<h3>Zaman Tukang Internet</h3>
<p>Oh, iya inspirasi posting ini ialah 2 orang teman offline sesama programmer dan designer, yaitu si anu dan si fulan (oke it&#8217;s anonymous). I like it. it&#8217;s not personal. Si anu itu seorang programmer dan si fulan itu seorang photoshop expert.</p>
<p>Si anu harus membeli rumah kedua yg jauh dari rumah tempat anak dan istri dia tinggal karena dia perlu tempat kerja yg tenang. Rumah yg baru dibelinya itu masih berada di kota yg sama di kota bandung, yg kemudian malah menjadi menarik karena menunjukkan (bagaimana) sekali pun sudah menikah bertahun tahun, sifat programmer yg solitude itu tidak bisa dimengerti istri, anak, dan diri dia sendiri. Otomatis, dia mencari tempat begadang berhari hari agar bisa kerja maraton mengejar deadline tanpa terganggu rutinitas sebagai ayah.</p>
<p>Kedua adalah si fulan, yg bekerja sebagai designer spesialis retouch dan foto wedding. Hidup dia sangat tergantung pd baik dan buruknya koneksi internet. Bila koneksi sedang bagus, maka upload design dan foto retouch bisa sampai ke email klien tanpa tertunda. Oke hal ini cuma masalah biasa (setidaknya bagi sy hehehe), kecuali pada bagian dimana dia mengatakan upload/download/attachment/teleconference itu bukan cara bekerja yg dia bayangkan saat muda dulu (merujuk masa kuliah). Bisa dikatakan, hari ini dia seolah hidup di masa depan yg tak pernah terbayangkan sebelumnya.</p>
<h3>Efek Sosio Kultur Internet</h3>
<p>Dulu internet itu sangat esklusif dan hanya bisa dinikmati segelintir orang. Namun hari ini, internet sudah bisa dinikmati hampir semudah menikmati aliran listrik. Jadi, apa efek sosio kultur internet bagi siapa pun dimana pun tanpa kecuali ? Apalagi internet sudah memasuki sisi dunia paling kecil, yaitu keluarga. Kira kira bagaimana reaksi kita bila muncul ketegangan dan perasaan terabaikan anggota keluarga lain saat kita tenggelam di dalam <a href="http://www.bakawan.com/log/world-wide-web-www/">world wide web</a>.</p>
<p>Sekali lagi, thank you internet, banyak orang (terutama warga amerika yg menjadi objek penelitian) melaporkan kalau mereka mengalami erosi kualitas pertemuan face to face dgn sesama anggota keluarga. Erosi ini efek yg disebabkan salah satu anggota, baik istri, anak, maupun suami. Efek erosi ini menimbulkan perasaan terabaikan dan munculnya kekhawatiran kalau anak anak menghabiskan waktu online terlalu lama</p>
<p>Oh iya, kesimpulan di atas diambil dari salah satu penelitian yg dilakukan lembaga survey <strong>Digital Future Center</strong> di USC Annenberg School For Communication. Isi penelitian sosio kultural internet ini menunjukkan.</p>
<ol>
<li>Presentase orang yg mengaku (sejak mulai main internet) menghabiskan waktu keluarga lebih singkat itu meningkat 3 kali lipat dari 11 persen di tahun 2006 menjadi 28 persen di tahun 2008.</li>
<li>Tren Total waktu keluarga itu menurun tajam 3 tahun terakhir</li>
<li>(minimalnya sesekali) Perasaan diabaikan oleh anggota keluarga yg sedang berinternet meningkat 40 persen pd kurun waktu 3 tahun terakhir.</li>
</ol>
<p>Michael Gilbert, penulis The Disposable Male, mengatakan kalau waktu keluarga yg hilang itu seiring dengan pertumbuhan ekponentsial situs jejaring sosial seperti facebook, myspace, dan bagaimana peran teman offline itu tergeser peran teman online. Ujung ujungnya, komunikasi langsung tergantikan komunikasi tidak langsung via online media. Trend ini mula mula dilaporkan pada survey 2007 yg dilakukan lembaga survey yg sama.</p>
<p>Pola internet mengurangi momen keluarga terjadi pada berbagai kategori demografis. Umumnya, keluarga yg memiliki penghasilan di atas rata rata itu mengalami erosi waktu yg lebih besar. 35% Keluarga menengah keatas melaporkan pengurangan komunikasi empat mata. Selain itu, berasar laporan gender, wanita itu paling sering merasa jablay (jarang dibelai dan rutin diabaikan).</p>
<h3>Internet Hari Ini</h3>
<p>Abad 21 itu zaman yg benar benar lain. Hampir tidak ada memori kolektif peninggalan orang tua kita dulu yg mempersiapkan kita di era baru ini. Bila ingin dibikin puitis, maka bisa dikatakan &#8220;<strong>kita adalah Generasi digital pertama</strong>&#8220;</p>
<p>Terima kasih pada internet, banyak orang yg bisa bekerja online. Ambil contoh, web designer dan pekerja web lainnya. Jenis pekerjaan ini baru muncul 20 tahun terakhir. Dan sepenuhnya, pekerjaan ini tergantung pada internet. Karenanya, pengaruh internet bagi hubungan antara anggota keluarga itu topik penting (bagi sy). Efek samping tiap pengaruh internet akan langsung mempengaruhi saya dan orang orang di sekitar.</p>
<p>Mengutip Gilbert (dgn bahasa sendiri hehehe), keluarga itu adalah rangka beton fondasi masyarakat. Kita harus menjaga kesehatannya saat menjalani masa depan digital yg infinite. Oleh karenanya, sy sarankan setiap orang memiliki gaya digital yg lebih sehat.</p>
<p>Subyek utama saran ini adalah kawan kawan sy sendiri. Agar tidak ada yg lembur begadang tengah malam di studio&#8230;kasian kan anak istri heheheh. Dan ngak ada mahluk internet apapun yg ada di kantor hari minggu. Hus! Hus! pada pulang sana! Bairkan mereka yg lajang saja hahahahaha</p>
<h3>Referensi Sosio Kultur Lain</h3>
<ol>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/penelitian-refleksi-tv-realita-di-web-jejaring-sosial/">Penelitian Realita TV bagi Pengguna Facebook</a> : Survey ini menunjukkan pattern psikologi kalau orang yg suka menonton acara tv realita itu lebih terbuka saat memakai situs jejaring sosial. Hmm memang bukan introduksi yg bagus pada popular pop yg lagi ngepop. Facebook itu buzzzing lebih nyaring dari apapun di candamuka internet indonesia.</li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/masa-depan-koran-online/">Masa Depan Koran Online</a> : Koran koran yg memiliki website itu sedang menggali kubur sendiri. Mereka akan bernasib seperti kebanyakan koran di luar negeri. Oplah turun dan mereka pun bangkrut. Sy sangat menunggu momen ini untuk semakin meyakinkan diri kalau masa depan jurnalisme itu twitter.</li>
</ol>
<p>Hohoho capek bro, makasih bagi yg udah komment dan sy pasti balas kok. Cuma jangan sekarang hahahah i&#8217;m not here. I&#8217;m socially dead.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/efek-sosio-kultur-internet-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Developer Web Berpengaruh di Twitter</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/9-developer-web-berpengaruh-di-twitter/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/9-developer-web-berpengaruh-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 20:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/9-developer-web-berpengaruh-di-twitter/</guid>
		<description><![CDATA[Twiter bukan saja tempat kita bertemu teman teman dan membuang stress ke angkasa digital yg infinitif. Melalui, media ini kita juga bisa berbagi pengetahuan dan langsung belajar dari para developer penting di dunia programming dan web development. Caranya dengan mengikuti twet programmer berpengaruh, yg karya mereka ikut merevolusi wajah internet dewasa ini. Ambil contoh, Molly [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Twiter bukan saja tempat kita bertemu teman teman dan membuang stress ke angkasa digital yg infinitif. Melalui, media ini kita juga bisa berbagi pengetahuan dan langsung belajar dari para developer penting di dunia programming dan web development. Caranya dengan mengikuti twet programmer berpengaruh, yg karya mereka ikut merevolusi wajah internet dewasa ini.</p>
<p>Ambil contoh, Molly Holzschlag. Sy suka sekali buku buku karya dia. Walau pun sy mendapatkannya secara ilegal via lapak pembajak cd, sy mengagumi bagaimana dia menyusun dan merangkai argumen sehingga sy mengerti lebih lanjut soal design. Nah, kebetulan, penulis ini memiliki account twetter dan saya pun menjadi salah satu follower dia. Hahaha semacam minum langsung dari mata air.</p>
<h3>9 Twitter Developer Web Berpengaruh</h3>
<p>Ya, menurut saya, 9 orang ini adalah top dog. Mereka adalah penting sepenting karya mereka. Dan memang ada banyak tokoh lain yg berseliweran di alam twitter. Namun, kebetulan, baru sembilan ini yg sy urutkan. Mungkin kamu bisa menambahkan <strong>bila punya rekomendasi kamu</strong>.</p>
<ol>
<li><strong>Molly Holzschlag</strong> (account : <a href="http://twitter.com/mollydotcom">@mollydotcom</a>)
<p>Salah satu Penulis favorit sekaligus pemilik molly.com. Dia mendukung proyek standarisasi web dan saat ini bekerja pada Browser Opera. Molly menulis sekitar 30 buku mengenai web design dan markup. Melalui accountnya, dia rutin memberi informasi menarik mengenai HTML, CSS, XML, dan bahasa markup lain.</p>
</li>
<li><strong>Eric Meyer</strong> (alamat twitter : <a href="http://twitter.com/meyerweb">@meyerweb</a>)
<p>Eric Meyer adalah Tokoh CSS (Cascading Stye Sheets). Bisa dikatakan salah satu pendukung setia web standar, terutama penggunaan CSS yg ikut mewarnai internet via web design</p>
</li>
<li><strong>Rasmus Lerdorf</strong> (<a href="http://twitter.com/rasmus">@rasmus</a>)
<p>Berasosiasi dengan PHP dan Yahoo. Dia adalah programmer pencipta PHP. Kebanyakan isi tweets dia itu kode, yg mana mungkin hal yg kita perlukan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>John Resig</strong> ( <a href="http://twitter.com/jeresig">@jeresig</a> )</p>
<p>Resig itu orang dbalik kelahiran jQuery, framework javascipt. Dia juga evangelist javascript mozilla. Umumnya, dia ngetweet tips javascript dan link link berguna bagi siapapun yg sedang mendalami javascript.</p>
</li>
<li><strong>David Heinemeier Hansson</strong> ( <a href="http://twitter.com/dhh">@dhh</a> )
<p>Dia adalah inventor framework Ruby on Rails yg mana sering dipakai pada web aplikasi terpopuler d dunia, termasuk Twitter. Dia tersasosiasi dgn 37signals dan sering kali memberi masukan dan menginformasikan link link menarik mengenai framework ruby.</p>
</li>
<li><strong>Thomas Fuchs</strong> ( <a href="http://twitter.com/thomasfuchs">@thomasfuchs</a> )
<p>Fuchs ialah pembuat script.aculo.us, library AJAX. Dia berasosiasi juga dengan Ruby on Rails dan menjadi core developer yg mendesain prototype library javascript yg menjadi bagian framework ruby. Seperti resiq dan Lerdorf, dia sering menginformasian masalah programming, terutama yg berhubungan dgn javascript.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Chris DiBona</strong> ( <a href="http://twitter.com/cdibona">@cdibona</a> )</p>
<p>DiBona berasosiasi dgn google, slashdot, dan komunitas open source. Dia bekerja di google sebagai manager proyek opensource yg bertanggung jawab mengurus google code.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Ryan Stewart</strong> ( <a href="http://twitter.com/ryanstewart">@ryanstewart</a> )</p>
<p>Bila kamu suka adobe air, maka Ryan steward adalah salah sattu tokoh penting adobe. Dia tergila gila dengan Rich internet Application dan tak sungan menjawab pertanyaan via tweeter.</p>
</li>
<li><strong>Jack Dorsey</strong> ( <a href="http://twitter.com/jack">@jack</a> )
<p>Singkat kata singkat cerita, dia adalah orang dibalik arsitektur twitter. Keputusan keputusan penting soal bagaimana tweeer sekarang (dan di masa depan) dipengaruhi oleh padangan Jack Dorsey.</p>
</li>
</ol>
<h3>Twitter, Media Belajar Langsung</h3>
<p>hahaha, judul di atas memang terdengar norak. Tapi sangat merdu di telinga mereka yg hidup dan mati di atas jalan belajar otodidak. Sebagai seorang yg belajar sendiri mengenai website, sy mengerti kalau hal yg terpenting itu adalah mengetahui dimana pengetahuan itu bermula. Tentu saja, jawabannya awal mula inovasi itu adalah otak sang developer dan bukan tempat lain. Tapi selain buku, dimanakah media pertama para guru ini menyampaikan pengetahuan ?</p>
<p>Sy rasa blog adalah media paling sering jadi tempat belajar trik dan tips bagi saya. Sesudah itu forum, dimana mereka yg memiliki hasrat serupa bisa saling berbagi informasi. Dan tidak lupa juga, chat room mirc, yahoo messager, dll bisa juga menjadi tempat belajar. Akan tetapi, seiring kemunculan media baru 2.0, twitter bisa menjadi solusi yg lebih baik. Kita bisa bertanya langsung dgn orang yg berkepentingan tanpa jendela pembatas (Bahkan kadang tanpa delay karena langsung dijawab saat itu juga.).</p>
<p>Hehehe selain itu, tidak jarang, penulis dan progammer yg kita follow via twitter itu memberi tips tips penting dan menunjukkan dimana ada artikel menarik, maupun pengumuman penting lain mengenai produk, software, maupun bahasa pemogramman ataupun topik tertentu. Hmm ternyata ada juga kan guna twitter bagi developer selain melepas stress <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/9-developer-web-berpengaruh-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekurangan Yahoo Answer</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/kekurangan-yahoo-answer/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/kekurangan-yahoo-answer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 20:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[Yahoo]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo answer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/kekurangan-yahoo-answer/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin baru baca pertanyaan seseorang via Yahoo answer. Dia bertanya dimana tempat beli flashdisk murah. Namun pertanyaan orang ini biasa saja kecuali pada bagian dia meminta kalau toko komputer tsb berada di bandung, kota tempat sy bermukim sekarang. So, Bisakah kamu rasakan kekurangan tanya jawab via situs yahoo ini. Bila kita meminta jawaban spesifik seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin baru baca pertanyaan seseorang via Yahoo answer. Dia bertanya dimana tempat beli flashdisk murah. Namun pertanyaan orang ini biasa saja kecuali pada bagian dia meminta kalau toko komputer tsb berada di <a href="http://bandungwebdesain.blogspot.com/">bandung</a>, kota tempat sy bermukim sekarang. So, Bisakah kamu rasakan kekurangan tanya jawab via situs yahoo ini. Bila kita meminta jawaban spesifik seperti kota, lokasi toko, dll. Maka kita tidak bisa mengharap semua pembaca bisa menjawab pertanyaan kita.</p>
<p>Jadi, bagaimana solusinya ? Bagaimana cara mendapatkan jawaban yg benar. Soal ini sy rasa sy tidak tau. Yang pasti orang itu bisa mengubah pertanyaannya atau mengganti tempat bertanya. Mungkin di forum forum khusus orang bandung, dan berada di kategori komputer &amp; <a href="http://bandungwebdesain.blogspot.com/2008/10/menuju-dunia-baru-internet.html">internet</a>, kita bisa bertanya hal hal spesifik semacam ini. Menurut sy, inilah kekurangan yahoo answer. Situs ini tidak efetif bila kita bertanya pertanyaan yg spesifik. Apalagi latar belakang yahoo answer itu kan tempat bertanya yg bebas, general, atau pun menunjukkan ke situs mana jawaban lengkap pertanyaan seseorang. iya, semacam situs referensi, gitu.</p>
<h3>Dimana dan Kapan</h3>
<p>Btw, bila ada temen temen yg suka memakai situs ini untuk bertanya. Mungkin saran sy adalah bertanya pada blog yg lebih spesifik. Misalnya bila kita ingin bertanya seperti pertanyaan &#8220;dimana beli barang ini dan beli itu&#8221;, maka lebih baik ke forum forum situs e commerance. Sementara bila hendak bertanya &#8220;kapan ini dan itu ?&#8221;, maka pertanyaan tersebut bisa ditanyakan pada yahoo answer (atau situs sejenis yahoo answer seperti answer.com).</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Menurut sy, ada baiknya sebelum bertanya itu gunakan search engine terlebih dahulu. Kamu bisa menggunakan google.com, ataupun <a href="http://bandungwebdesain.blogspot.com/2009/07/search-engine-selain-google.html">search engine selain google</a> seperti yahoo.com. Dengan begini, melalui search engine, kamu tidak bertanya sesuatu yg terlalu mudah dijawab. Kebanyakan orang yg sy kenal malas menjawab pertanyaan orang malas mencari jawaban terlebih dahulu. Iya, sy juga termasuk orang yg sombong semacam itu huhuhu. Maaf.</p>
<p>Ohh iya, catatan terakhir. Dan kali ini catatan ini lebih cocok buat sy pribadi, yaitu kelemahan yahoo answer. Setelah dianalisa, kelemahan lain ialah keharus login dan register yahoo sebelum bertanya. Sy rasa ini kelemahan dan seharusnya orang bisa bertanya maupun menjawab tanpa perlu punya accountt terlebih dahulu. Interface situs semacam ini meningkatkan <a href="http://www.bakawan.com/log/usability-web-portal/">usability web portal</a> secara keseluruhan. Sy rasa situs semacam ini sudah ada. Tapi sayangnya, sy lupa dimana yah situs itu. Sy lupa nama domain nya (oooo my bad!)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/kekurangan-yahoo-answer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surga dan Neraka Freelance Rumahan</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/surga-dan-neraka-freelance-rumahan/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/surga-dan-neraka-freelance-rumahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 06:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/surga-dan-neraka-freelance-rumahan/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini berisi pengalaman kerja freelancer. Sy menyukai artikel ini karena jalan hidup sy mulai begini. Walaupun pengalaman kerja online itu belum panjang tapi Setidaknya, dalam perjalanan ini, sy sudah punya satu dan dua nasehat yg mungkin berguna. Keuntungan bekerja di rumah itu sudah pasti biaya operasional yg lebiih rendah. Dalam bisnis yg baru dimulai, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini berisi pengalaman kerja freelancer. Sy menyukai artikel ini karena jalan hidup sy mulai begini. Walaupun pengalaman kerja online itu belum panjang tapi Setidaknya, dalam perjalanan ini, sy sudah punya satu dan dua nasehat yg mungkin berguna.</p>
<p>Keuntungan bekerja di rumah itu sudah pasti biaya operasional yg lebiih rendah. Dalam bisnis yg baru dimulai, kerja rodi berjam jam juga jadi dimungkinkan. So, sudah pasti kerja ekstra keras yg dilakukan di rumah sendiri dan untuk diri sendiri itu lebih mudah dilakukan. Akan tetapi, keuntungan terbesar kerja jenis ini ialah perasaan memliki kontrol akan waktu kerja. Kita bisa fleksibel mengelola waktu.</p>
<h3>Surga dan Neraka</h3>
<p>Awal terasa seperti bebas. Kita bebas bangun jam berapa saja dan bebas melakukan apa saja waktu kita istirahat. Kita bisa kerja sambil telanjang dan tidak peduli apakah ada yg peduli kalau kita sedang telanjang di depan monitor komputer.</p>
<p>Tapi kita juga jadi jarang ke luar rumah dan mulai menunjukkan bakat kelainan mental agrophobic. gejala kelainan mental ini ialah suka berada di dalam rumah dan tidak ingin keluar ke dunia nyata yg berbahaya. Kita ingin menggembok pintu dan jendela dan membuang kuncinya ke luar agar kita bisa sendiri dalam rumah sendiri. So, tidak ada manusia asli yg diajak bicara dan cuma bisa interkasi sosial via email, tele conference, dan messenger. Perlahan kita sudah kena kelainan jiwa. Suka maupun tidak suka, Manusia itu mahluk sosial.</p>
<p>Masalah ke dua adalah bila ada keluarga dan teman yg berkunjung ke rumah. Mereka kadang tidak menyadari kalau sy sedang kerja dan akhirnya harus terganggu dengan <a href="http://www.bakawan.com/log/tutorial-mengatasi-distraksi-eksternal-dalam-bekerja/">percakapan yg menginterupsi ritme kerja</a> saya. Iya, tekanan sosial adalah distraksi terbesar. Ngak mungkin kan mengusir tamu yg sudah sudi bertamu ? <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Masalah Motivasi dan Self Control</p>
<p>Akan tetapi masalah terbesar dengan jenis pekerjaan ini ialah self control. Heheeh kalau disuruh selfish sih kayaknya mudah bagi saya. Tapi self control ternyata 100 kali lebih susah. Banyak orang yg mengalami masalah motivasi serupa saat bekerja di rumah. Perhatian lebih mudah teralihkan oleh hal hal sepele seperti acara televisi.</p>
<p>Kadang seperti bocah, sy gampang terjebak pada keinginan main game lebih lama atau membaca buku lebih sering dan lain sebagainya. Kontrol diri dan terus menjaga motivasi adalah problem internel dari situasi kerja tanpa bos. Ternyata merdeka itu memiliki dimensi yg lain dari pada yg lain. Merdeka tidak selalu berarti lepas dari rantai perbudakan hahahha.</p>
<h3>Kebutuhan akan Hirarki</h3>
<p>Akhirnya sy harus membuat bos yg memerintah saya ke sana ke mari. Seseorang sosok imajiner nan berkuasa akan tindakan saya. Iya, sy belajar membangun alter ego. Tentu saja yg sehat hehehe kalau tidak sy bisa berakhir lebih buruk dari sekedar agrophobic.</p>
<p>Sy pun membangun kantor imajiner. Sy bekerja mulai jam 9 pagi dan berhenti bekerja saat jam 6 sore. Bahkan sy pribadi mencoba memakai seragam saat jam kerja demi mempertahankan <em>hype</em> suasana kerja kantoran. Ternyata cuma bertahan seminggu aja. Sisanya harus kembali ke pertarungan tanpa akhir dgn setan motivasi dan setan interupsi. sial.</p>
<h3>Rahasia Kerja Online di Rumah</h3>
<p>Nah, mungkin bagian ini penghujung cerita dimana hikmah nasib bisa dipetik. Mungkin juga apa yg jadi rahasia ini cuma sekedar sesuatu yg kita sendiri tau tapi tidak bisa yakini karena bukan keluar dari mulut orang lain. Bila kamu mulai menghormati hirarki yg hilang dan kamu merasa seperti hewan buas yg lepas di tengah kota, merasa bebas tp bingung entah harus pergi ke mana. Maka hikmah berikut bisa membantu kita.</p>
<p>Rahasianya ialah menemukan simponi dari kekacauan hubungan sosial dengan tuntutan kerja. Kita perlu membuat perbedaan nyata antara mana saat tempat kita berdiri itu ruang kerja dan kapan itu rumah. Kamu juga harus memastikan kalau batasan ini tidak terlalu ketat karena bisa menghancurkan nikmat bekerja dari rumah.</p>
<p>Sy belajar menghitung waktu kerja. Sy menghitung durasi sy sedang bekerja dan kapan sy sedang berleha leha. Otomatis, sy tau sy sudah bekerja walau pekerjaan itu dikerjakan bukan pada waktu jam kerja normal melainkan saat semua orang tertidur. Iya, walau pun bukan tukang ronda, sy suka kerja tengah malam hahaha</p>
<p>Saat berleha, sy sendiri tetap mengaktifkan handphone khusus dengan nomor khusus yg hanya teman kerja sy yg tau. otomatis sy masih bisa dihubungi bila memang diperlukan. Biasanya sy membawa laptop dan modem 3G kemana mana sementara handphhone sy tetap aktif. Hal ini demi menghindari kemungkian ada masalah darurat yg perlu penanganan cepat.</p>
<p>Jujur saja sy rasa ada banyak faktor lain yg mempengaruhi kualitas kerja seseorang apalagi bila dia itu <strong>freelancer web designer</strong> yg bekerja dari rumah. Begitu banyak variabel chaos. Jadi agak susah memberitahu detail cara kerja terbaik dari rumah karena kita memiliki karakter yg berbeda, kebutuhan kerja yg beda, dan memiliki situasi rumah dan interaksi sosial yg berbeda pula. Saran sy belum tentu bisa dilakukan karena kemungkinan cuma cocok bagi mereka yg memiliki situasi yg sama.</p>
<p>Tapi sy rasa ada satu kesamaan di antara mereka yg bekerja freelance. Selama ada komputer (dan koneksi internet) maka kita sudah bisa bekerja. Sementara tempat, mau di rumah maupun di cafe itu sifatnya optional. <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Teknologi mobile telah membuka kesempatan bagi siapa pun untuk bekerja di mana pun, kapan pun dan bagaimana pun dia ingin bekerja. Masalahnya cuma pada mencari keseimbangan antara kerja dgn kesenangan. Dan percayalah, tidak selamanya menjadi pertarungan abadi. Setidaknya sy masih bisa ngeblog hehehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/surga-dan-neraka-freelance-rumahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog via Digg!</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/ngeblog-via-digg/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/ngeblog-via-digg/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 04:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Digg]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/ngeblog-via-digg/</guid>
		<description><![CDATA[Abaikan aja posting ini bila ternyata posting ini berhasil masuk ke blog saya (uwiuw). Hmm saat ini lagi bersenang2 kelayaban di digg.com. Aalsannya sih teteuup mau jualan obat kuat hahahahha siapa tau ada banyak pengguna digg yg bakal suka ama tulisan2 on off saya hahaa. Memang enak jadi orang bodoh, terutama saat kamu berada dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abaikan aja posting ini bila ternyata posting ini berhasil masuk ke blog saya (uwiuw). Hmm saat ini lagi bersenang2 kelayaban di digg.com. Aalsannya sih teteuup mau jualan obat kuat hahahahha siapa tau ada banyak pengguna digg yg bakal suka ama tulisan2 on off saya hahaa. Memang enak jadi orang bodoh, terutama saat kamu berada dalam titik nadir dan berniat melompat ke jurang (yeah, it&#8217;s freak me out sometimes how words manage come out from my minds )</p>
<p>so, should i blog it!</p>
<blockquote><p>&#8220;&#8230;.kekurangan tweetdeck ini, yg vital, bagi saya. Berhubung masih terjebak koneksi apa adanya bersama IM2, &#8221; (snippet dari posting sebelumnya, yg dimasukin sama digg.com)</p>
</blockquote>
<p>Update : karena hasil posting via digg itu jelek. Jadi ditulis ulang dikit agar manusia friendly. Entah kenapa kita ngak bisa nambahin tag, category, dll. Seharusnya kan sebuah posting blog itu ngak singkat amit. Minimalnya ada berbagai elemen tambahan seperti tag. Apalagi blog ini sangat mengandalkan tag sebagai fondasi navigasi pengunjung (yeah another accesibility dogma that i keen to hearth).</p>
<p>Hmm apa ini kekurangan <a href="http://www.bakawan.com/log/komunitas-technorati-digg-dan-blogcatalog/" title="Digg me baby">digg</a> atau gaya kelayaban online sy (yg serba hide gambar dan matiin javascript) itu membuat usaha pertama terbang ke bulan via digg ini gagal. Oke, pak baka, bakaappolo, bisa mendarat dan tampil di halaman depan. Tapi kontennya terlalu singkat. Bisa bisa jadi gunjingan satu RT : &#8220;niat ngak sih nulis ? Ngabisin bandwidth indonesia aja &#8221; hahahahhaha. Makanya diedit dikit. Btw, Ada yg punya pengalaman pake digg.com ? share here yah&#8230;.siplah. Mari kira hedon bersama&#8230;..idup hidup hedon!&#8230;..wakakak!</p>
<h3>Update Accessibletwitter</h3>
<p>Update (mei 2009) <a href="http://www.accessibletwitter.com/" title="Accesible twitter">accessibletwitter.com</a> udah update fitur tinyurl. Yeah, itu enaknya jadi beta tester alpha, wishlist kita langsung didengerin sama tim developer nya hahaha. Kemarin kemarin accesibletwitter belum punya tinyurl sendiri. Karena itu pula tweetdeck masih terinstal manis di laptop sy. Sekarang berkat fitur ini hehehe sy rasa riwayat tweetdeck sudah tamat di komputer ini. ayooooo uninstall tweetdeck, singkirkan dari desktop ! </p>
<p><a href="http://www.bakawan.com/log/ngetweet-via-accessible-twitter/" title="Bakawan Punya cerita dan kisah via digg.com">read more</a> | <a href="http://digg.com/programming/Ngetweet_via_Accessible_Twitter_Bakawan_Web_Design">digg story</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/ngeblog-via-digg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngetweet via Accessible Twitter</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/ngetweet-via-accessible-twitter/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/ngetweet-via-accessible-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 08:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[accessibility]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/ngetweet-via-accessible-twitter/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir akhir sy banyak main twitter. Alasannya sih ngak ada kecuali lagi stress dan pengen nuansa baru. Sy agak jarang ngeblog bukan karena got bored on search dokumen ini dan itu demi posting berkualitas. Cuma saat ini sy butuh pengalih perhatian. Sesuatu (mainan) yg tidak terlalu pintar, rumit, yg setingkat tetris lah. Ngeblog itu butuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://lh4.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/ShnzwtZgsjI/AAAAAAAAADc/woZd9T7_zCo/zrtn_003p7a0cc667_tn.jpg?imgmax=144" height="75" width="98" alt="twitty.png" border="0" /></p>
<p>Akhir akhir sy banyak <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/twitter/" rel="tag" title="Artikel twitter">main twitter</a>. Alasannya sih ngak ada kecuali lagi stress dan pengen nuansa baru. Sy agak jarang ngeblog <span>bukan karena got bored on search dokumen ini dan itu demi posting berkualitas</span>. Cuma saat ini sy butuh pengalih perhatian. Sesuatu (mainan) yg tidak terlalu pintar, rumit, yg setingkat tetris lah. Ngeblog itu butuh orang cerdas. Dan hari ini sy sedang ngak mau jadi orang cerdas. Lagi banyak kewajiban hehehe. stress. Butuh pelarian cepat.</p>
<p>Iya, obat strees itu tweet. Twitter jadi pilihan saya. Maunya sih xanax atau obat depresi lain. Tapi ngak tau dimana nyari di bandung hahahah. Btw, bagi yg belum tau, <span>Twitter itu Web app yg bisa membantu menyalurkan stress kita kepada jutaan orang stress lainnya</span>. Udah itu gratis pula lagi. Cocok banget dikonsumsi pasien yg tinggal di iklim sedang seperti indonesia.</p>
<h3>Homepage Tweeter</h3>
<p><img src="http://lh6.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/ShnzxSsDI_I/AAAAAAAAADg/tZsLMPwd-Og/twitter_logo_header.png?imgmax=160" height="36" alt="twitter_logo_header.png" width="155" /></p>
<p>Sebelum sampai ke <a href="http://www.accessibletwitter.com/" title="Great web app for twitter">accessible twitter</a>, sy ngetweet pake homepage tweet yg asli. Cara Ngetweet kayak gini itu pengalaman yang buruk banget kayak terjebak di tengah gurun. Perasaan nyesel banget daftar tweeter. Udah daftar cuma bisa bengong mau ngapain ? Mati males&#8230;.hidup juga mustahil. Jadi lanjut aja menelusuri nasib sendiri. Kata orang sunda mah garila! atau tagilan-gilan kata orang sibolga. &#8230;. Semua itu disebabkan Interface twitter itu statis banget. Memalukan! &#8230;. Kadang gak ngerti bagaimana bisa orang nge-tweet dgn nyaman bila interface aja kaku. Ngak aksesible. Bisa2 cuma komunikasi satu arah aja kayak relay radio curhat.</p>
<p>Gw ngetweet &gt;&gt;&gt; ngak ada yg denger apalagi sudi bales. <br />Temen curhat &gt;&gt;&gt; dan gw ngak peduli. lagi sibuk sendiri. hahahaha.</p>
<p><img src="http://lh6.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/ShSCDVkE2dI/AAAAAAAAADA/KQgQMNFQ_E0/unknoaswn.ext.jpg?imgmax=64" height="50" alt="unknoaswn.ext.jpg" width="50" /></p>
<p>Susahnya manajemen replay + curhat via GUI twitter membuat banyak penggemar twitter yg pake software bantu. Ada beberapa pilihan brilyan, tapi sy cuma 2 yg sempat sy pakai, yaitu tweetdeck dan accessible twitter. Btw, udah punya account ? <a href="http://twitter.com/" title="ayo daftar twitter dulu">daftar twitter</a> dulu donk biar afdol</p>
<h3>Tweetdeck</h3>
<p><img src="http://lh5.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/ShnzyDCfqSI/AAAAAAAAADk/PFZcnbIlS3Q/logo.png?imgmax=288" height="62" alt="logo.png" width="265" /></p>
<p>Pertama tama sy pake Tweetdeck. Layout tweetdeck ini hitam keren. Kesannya elegan berkelas. Standar design web 2.0 banget deh! <del>Sampe mau nangis waktu peryama kali liat.</del> Tweetdeck juga nyediain fitur keren seperti tinyurl, Adobe AIR, Post langsung ke status facebook, dan tentu aja interface ngetweeet yg lebih human friendly! Udah itu sifatnya desktop lagi karena dibangun di atas Adobe AIR. Jadi ngak perlu buka browser. Tapi kita perlu download dua software. <span>Pertama, ADOBE AIR dan kemudian yg kedua&#8230;tentu saja&#8230;Tweetdeck itu sendiri.</span></p>
<p>Tapi ada kekurangan tweetdeck ini, yg vital, bagi saya. Berhubung masih terjebak koneksi apa adanya bersama IM2, Sementara dalam waktu bersamaan, koneksi apa adanya juga harus disedot aplikasi wajib seperti smartftp (software upload data ke web server), pidgin (software ngobrol online), dan Browser (ngetes desain secara live). Semua aplikasi ini tool web developer. Biasanya ketiganya rutin aktif dalam waktu bersamaan bila sedang mode kerja gambreng. Otomatis, sedikit sekali lubang koneksi bagi tweetdeck.</p>
<p>Namanya juga IM2, koneksi apa adanya&#8230;.ngak ada pilihan selain meminta konsumen terima nasib dan bersyukur sebisanya. Akan tetapi, melihat gentingnya situasi, sy harus nyari solusi lain. Stress gak bisa ditunda tunda. Sy takut tabiat lama keluar. Sy takut sy mulai agrasif dan nyakar sana sini atau mulai lari pagi tengah malam nyari objek cakar. &#8216;Kan malu bila ketauan kalau sy itu anggota trio macan wakakak, yg ditendang karena punya penyakit cakar berlebihan. (yg ini asli nembak keyword doank! trio macan ngak pernah empat+rio macan ).</p>
<ul>
<li>Download tweetdeck via official website : <a href="http://www.tweetdeck.com/beta/" title="Tweetdeck, tweeting via desktp app">tweetdeck.com/beta/</a> (status masih beta)</li>
<li>Download ADOBE Air di <a href="http://www.adobe.com/products/air/tools/sdk/" title="Produk Adobe Air">adobe.com/products/air/tools/sdk/</a></li>
</ul>
<h3>Accessible Twitter</h3>
<p><img src="http://lh3.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/ShnzyqujabI/AAAAAAAAADo/P1BiifbsJD0/accessible_twitter_logo.png?imgmax=512" alt="accessible_twitter_logo.png" height="74" width="448" /></p>
<p>Setelah nanya kesana kemari, sy nemu accessible twitter, sebuah web aplikasi (beda dengan tweetdeck yg software desktop). Fitur accessible twitter itu memang kalah jauh dibanding twitterdeck. Malah accessible twitter itu lebih mirip official homepage twitter, sama sama diakses via browser kita. Bedanya cuma dikit, tapi sangat vital bagi fakir bandwidth sepert saya bila dibanding option yg ada.</p>
<ol>
<li>Design yg lebih usability karena situs mudah dioperasikan pakai keyboard.</li>
<li>Desain yg sadar Accesibility dan web standar. <em><a href="http://www.bakawan.com/log/tag/accessibility/" title="Accesibility"><em>Accesibility for all! yipee!</em></a></em></li>
<li>Fitur gravatar bisa dioffkan via browser. (sesuatu yg tidak bisa sy lakukan melalui tweetdeck)</li>
<li>Ngak perlu aktif terus menerus dibalik layar update status</li>
<li>Status web app masih alpa (beta aja belum. Jadi ngak ada feature yg ngak perlu&#8230;.bikin pusing.)</li>
</ol>
<p>4 alasan lalu dilengkapi kegemaran pribadi, yaitu menikmati beta testing software. Rasanya udah cukup jadi alasan bikin posting heheeh. Apalagi lumayan nambah <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/digital-lifestyle/" rel="tag" title="Cara hidup di internet in bakaway">daftar koleksi web tool digital lifestyle</a> sy heheeh.</p>
<ul>
<li>Offical site <a href="http://www.accessibletwitter.com/" rel="noindex" title="Accesibility for all">accessibletwitter.com</a></li>
<li>Baca dulu <a href="http://www.accessibletwitter.com/app/tips.php" title="Accesibility Twitter app">tips cara pakai twiter app</a> ini sebelum login</li>
<li>Website <a href="http://www.dennislembree.com/">dennislembree.com</a>, creator dibalik web app ini.</li>
</ul>
<h3>Alpha is beauty</h3>
<p>Saat ini accessible twitter masih dalam tahap ALpha. Artinya, masih butuh proses jadi web aplikasi yg stabil. Banyak ruang untuk kemajuan sekaligus kekeliruan. Tapi bukankah menyenangkan, dari sudut pandang tukang kode, melihat web app yg kita pakai (dan sesekali kasih feedback) itu stabil. Hmm coba bayangkan deh perasaan <a href="http://www.bakawan.com/log/mat-said-about-redesign/" title="alasan redesign wordpress">matt mullenweg menyaksikan wordpress</a> dan <a href="http://www.bakawan.com/log/world-wide-web-www/" title="Internet itu beda dengan world wide web">tim bernard lee melihat world wide web</a>. 2 bocah yg jadi raksasa.</p>
<p>Iya sih twitter itu membuang waktu, sumber setan kemalasan, bikin bego, dan kadang makin narcis nauzubillah. Tp lama lama bisa juga<br />
dapat temen disana. Asal satu hal, kamu punya minat khusus pada topik tertentu. Jadi jangan datang dengan tangan kosong. Bisa bisa kamu cuma jadi kambing congek aja disana ngedengerin curhat orang tanpa bisa mengambil manfaat. Hati hati sama twitter loh. Some says, <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/facebook/" rel="tag" title="Gaya hidup via facebook">FACEBOOK = sosial</a>, sementara FACEBOOK + TWITTER = no sosial! Baka banget but true! Tweeting all day long sampe botak!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/ngetweet-via-accessible-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Search dan Green IT</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/google-search-dan-green-it/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/google-search-dan-green-it/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 12:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/google-search-dan-green-it/</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya sy tidak begitu memahami apa itu green IT atau teknologi informatika yg ramah lingkungan karena otak sy tidak mempu menemukan benang penghubung yg bisa mengkoneksikan teknologi internet dengan masalah lingkungan hidup. Namun baru baru ini, sy tau kalau industri IT itu menghasilkan polusi seperti industri lainnya. IT juga ikut mencemari lingkungan bahkan dengan cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3541/3438147967_b1c508d24b.jpg" height="81" alt="google12.jpg" width="129" />Awalnya sy tidak begitu memahami apa itu <strong>green IT</strong> atau teknologi informatika yg ramah lingkungan karena otak sy tidak mempu menemukan benang penghubung yg bisa mengkoneksikan <strong>teknologi internet</strong> dengan masalah lingkungan hidup. Namun baru baru ini, sy tau kalau industri IT itu menghasilkan polusi seperti industri lainnya. IT juga ikut mencemari lingkungan bahkan dengan cara paling tak terbayangkan.</p>
<p>Masa <em>sih</em> menghasilkan polusi ? Saat mendengar tuduhan ini, sy kira cuma skandal sekumpulan treehugger iseng. Tuduhan itu kok seperti mengkawinkan pinguin sama kuda&#8230;.rasanya maksa banget. IT itu <strong>cutting edge tehnologi</strong> &#8230;Inovasi terkini peradaban manusia (yg terhebat dan terbaik)&#8230;..hahaha mulai <em>deh</em> superioritas ras teknokrat narcis yg ngak mau didikte sekumpulan tree hugger). Sy rasa pikiran kita hendak dibajak agenda sekumpulan pencinta lingkungan ekstrim, yg mengharapkan umat manusia kembali ke jaman batu. Jaman dimana ngak ada listrik, koneksi internet, dan <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/facebook/" rel="tag" title="Facebook">facebook</a>. <em>WTF! Barbar banget!</em> <em>kenapa ngak minta gw minum racun aja sekalian</em>.</p>
<p>&#8230;Akan tetapi setelah membaca artikel referensi yg ditulis telegraph, pikiran sy berubah 180 derajat. Sy setuju dan ikut menghujat perusahaan internet, terutama google. <em>hahahhaha</em> memang cara paling mudah membuat manusia berpaling adalah fakta dan bukannya ilusi.</p>
<h3>Fakta Google Seach dan Polusi</h3>
<p>Menurut Artikel The Telegraph, <em>Google search produce same CO2 as boiling a kettle</em> : setiap kali seseorang <a href="http://www.bakawan.com/log/googling-dan-beberapa-contoh-query-search-engine/" rel="bookmark" title="Googling dan contoh query">googling</a> menggunakan search engine ini maka terjadi pelepasan sekitar 10 gram polusi karbondiaoksia. Polusi ini disebabkan setiap kali googling, infrastruktur pendukung seperti server google, komputer perusahaan internet provider (ISP), jaringan dial up koneksi internet, wireless, dan perangkat PC dan laptop kita melepas polusi ke udara. Kebutuhan memperoleh informasi dalam waktu sesingkat mungkin menghasilkan polusi. <span>Jadi makin sering kita googling (sehari sy mungkin lebih dari 40 kali), maka makin kotor bumi ini.</span></p>
<p>Berat 10 gram memang tidak terlalu mengintimidasi. Namun bila kita kalikan dengan <a href="http://www.bakawan.com/log/google-query-the-google-app-who-kill-yahoo/" title="Google query yg mengalahkan yahoo">jumlah pencarian google</a> yg dilakukan orang setiap hari. Maka total polusi googling per tahun cukup menakutkan. Masih menurut artikel tsb, ternyata, dunia IT itu menyumbangkan 2 persen emisi karbon dunia. Bahkan total 2 persen ini melebihi polusi udara yg disebabkan industri penerbangan pada tahun 2007. <em>hohoho</em> ternyata googling itu memang berbahaya dan google ternyata brengsek bagi pelestarian lingkungan. (rasanya dunia mau runtuh saat tau fakta pencemaran ini)</p>
<div class="content">
<div class="snap_preview">
<h3>Green IT</h3>
<p>Awalnya sy percaya kalau industri berbasis teknologi informasi itu <em>secara nature</em> sudah bebas polusi apapun (terutama bila dibandingkan dengan industri manufaktur lengkap dgn corong corong raksasa pabrik dan sistem pembuangan limbah mereka tega meracuni sungai). Namun kayaknya sy masih naif dan terbuai dgn ilusi seolah <strong>bit dan herzt</strong> itu ngak pernah salah (satuan seperti kilogram dan kilometer yg biasa dipakai di bidang komputer untuk mewakili ukuran dan kecepatan koneksi)</p>
<p>Statistik barusan diambil dari <a href="http://www.telegraph.co.uk/scienceandtechnology/technology/google/4217055/Two-Google-searches-produce-same-CO2-as-boiling-a-kettle.html" rel="nofollow" title="Google bermasalah lingkungan">Google Fact</a>. Semoga setelah membaca fakta google ini, kita bisa memperoleh gambaran. Masalah bukan terletak pada kerusakan alam yg terjadi melainkan pada sisi gelap teknologi itu sendiri. <span>Setiap inovasi memiliki konsekuensi</span>. Setiap keputusan kita, akan diwariskan ke generasi berikutnya dan mereka &#8220;harus&#8221; sukarela menerima kalau nenek moyang mereka itu sekumpulan <em>asshole</em> (sebagaimana kami menerima generasi orang tua kami jg <em>asshole</em>)!</p>
</p></div>
</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/google-search-dan-green-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cari temen Facebook</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/cari-temen-facebook/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/cari-temen-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 08:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[cari jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/cari-itemen-facebook/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana cari temen facebook ? mudah kok tinggal add aja siapa aja setiap orang hehehe mau artis mau pejabat, selama punya account facebook bisa kita add kok. Maksud add ini adalah menjadikan dia teman kita&#8230;bukankah itu tujuan ikut website kayak gini : nyari artis, nyari band, dan hehehe atau malah nyari jodoh hahahah! [bakaads posisi="body"] [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="///D|/zaundry/My%20Profile/resourcestore/facebok.png" height="80" alt="facebok.png" width="110" /></p>
<p>Bagaimana <strong>cari temen facebook</strong> ? mudah kok tinggal add aja siapa aja setiap orang hehehe mau artis mau pejabat, selama punya <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/facebook/" rel="facebook" title="Kumpulan Artikel Facebook">account facebook</a> bisa kita add kok. Maksud add ini adalah menjadikan dia teman kita&#8230;bukankah itu tujuan ikut website kayak gini : nyari artis, nyari band, dan hehehe atau malah nyari jodoh hahahah!</p>
<p>[bakaads posisi="body"]</p>
<p>Nah kembali lagi ngomoing pejabat dan artis barusan. Menambahkan mereka jadi temen itu mudah. Tapi yg jadi masalah itu apa mau artis add kita&#8230;.hehehe paling juga yg mau itu tanpa tanya tanya apalagi curiga adalah temen yg kita kenal. Misalnya teman sekolah, tetangga, Teman kerja, sepupu, atau malah teman lama yg udah seabad ngak ketemu dan tiba tiba malah ketemu di website. Selain mereka mereka ini ada kemungkinan kalau permintaan pertemanan kita bakal ditolak. <em>Bete</em>, kan kalau sampai kejadian ? Sekarang pertanyaan yg sama tp dgn tambahan : <span>Kalau cari temen sendiri di facebook bagaimana (ditengah ratusan juta pengguna facebook)?</span> hmm inilah alasan penulisan tutorial ini, yatu membantu siapapun menemukan kawan dan sahabat yg kebetulan sudah daftar facebook.</p>
<h3>Layout Facebook Search :</h3>
<p><img src="///D|/zaundry/My%20Profile/resourcestore/facebookcaritemen.gif" height="278" alt="facebookcaritemen.gif" width="333" /></p>
<p>Hmmm&#8230;.Fitur <strong>facebook search</strong> ini sudah ada dihalaman <strong>login facebook</strong> dgn logo kecil &#8220;kaca pembesar&#8221;. Fitur ini membantu kita menemukan siapapun yg sedang dicari. Jadi ngak susah kan mencari teman kita hehehe tentu saja selama kita belum lupa sama nama dia hahahaha <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain pakai facebook search, maka cara kedua adalah pakai search engine seperti google. Kita tinggal mengetikkan nama asli atau nama panggilan teman tsb. Bila dia sudah daftar (minimalnya seminggu atau dua minggu sebelumnya) maka besar kemungkinan nama dia sudah tercantum di google. Jadi easy banget.Seperti biasa&#8230;.bila ada pertanyaan masukin aja ke form komentar yah&#8230;secepatnya bakal sy jawab. walau ngak janji euy&#8230;..btw posting ini buat kamu, ji &#8230;.</p>
<p>baca pake newsletter sia! baka! ps : jangan add gw, euy, gw ngak butuh hebring boy mengusik privasi gua. oke! <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/cari-temen-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Koran Online</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/masa-depan-koran-online/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/masa-depan-koran-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 06:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Repost]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/masa-depan-koran-online/</guid>
		<description><![CDATA[Baru baru ini yg memikirkan artikel menarik jacob weisberg, I Have Read the Future At dinner&#8230;, yg berisi pertanyaan mengenai media online. Jacob memikirkan bagaimana nasib majalah online di masa depan dan bagaimana majalah digital ini bisa dikonsumsi banyak orang. Sebagaimana diketahui berbeda dgn majalah cetak yg bisa dibaca di kamar mandi (yg mana merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru baru ini yg memikirkan artikel menarik <strong>jacob weisberg</strong>, I Have Read the Future At dinner&#8230;, yg berisi pertanyaan mengenai media online. Jacob memikirkan bagaimana nasib majalah online di masa depan dan bagaimana majalah digital ini bisa dikonsumsi banyak orang. Sebagaimana diketahui berbeda dgn majalah cetak yg bisa dibaca di kamar mandi (yg mana merupakan kebiasaan sy heheheh), majalah digital tidak bisa dibaca sebebas itu.</p>
<p>Berikut ini adalah keuntungan mambaca media cetak (yg saya tau)</p>
<ol>
<li>
<div>Bisa dilakukan sambil berdiri berjam jam menunggu loket tiket java jazz buka</div>
</li>
<li>
<div>Bisa dibaca sambil mengantri di bank</div>
</li>
<li>
<div>Bisa dilakukan di dusun terpecil pedalaman hutan kalimantan dimana tidak ada bukti peradaban modern selain buku yg kita pegang dan mesin diesel yg mengalirkan listrik lampu</div>
</li>
<li>
<div>Bisa dilakukan di tengah laut pada sebuah kapal nelayan</div>
</li>
<li>
<div>Bisa dibaca sambil tergantung terbalik pada tali bunge jumping. hahahha</div>
</li>
<li>
<div>bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.</div>
</li>
</ol>
<p>Membaca majalah online itu membutuhkan 3 syarat, yaitu komputer, listrik, dan koneksi internet. Memang 3 hal tersebut bisa diatasi bila kita memiliki smartphone. Namun membaca pada <a href="http://www.bakawan.com/log/fennec-mobile-browser-mozilla/">layar kecil browser handphone</a> merupakan ketidaknyaman tersendiri. Jadi, bagaimana nantinya terobosan teknologi mengatasi masalah ketidaknyamanan ini ? mungkin <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/css/">stylesheet css</a> yg khusus bagi mobile reader bisa mengatasi masalah ini.</p>
<h4>Point of View Koran Online</h4>
<p>Nah, alasan terbesar mengapa orang lebih menikmati membaca koran online itu dikarenakan koran digital itu gratis. Kita tidak perlu membelinya. Semua info tsb sudah mereka sediakan di internet bahkan lebih karena kita sendiri bisa membandingkan langsung dgn sumber berita lain. Mereka, koran besar yg memiliki website, menyediakan info mereka di akses ambil contoh koran kompas dan kompas online mereka. Bisa dikatakan kompas sedang menggali kuburan sendiri.</p>
<h4>Kasus Wikipedia dan Wartawan Pemalas</h4>
<p>Awal bulan mei 2009, ada seorang mahasiswa irlandia yg melakukan riset kecil kecilan. Dia ingin mengetahui bagaimana pengaruh deadline mempengaruhi kualitas penerbitan koran tradisional. mungkin hal ini akan dibahas di part 2 aja deh <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/masa-depan-koran-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
