<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakawan Wordpress Developer &#187; CSS</title>
	<atom:link href="http://www.bakawan.com/log/tag/css/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bakawan.com/log</link>
	<description>a plain old wp coder</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 17:54:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Howto Memaksa Browser Refresh CSS Cache</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/howto-memaksa-browser-refresh-css-cache/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/howto-memaksa-browser-refresh-css-cache/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 21:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/howto-memaksa-browser-refresh-css-cache/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini berisi tips wordpress yg bisa membantu siapa saja yg pusing mengatasi cache browser. Sebagaimana diketahui kalau browser itu otomatis membuat cache setiap halaman web kita buka. Dari halaman html, image, javascript, dan file stylesheet css akan disimpan browser ke harddisk . Alasannya sih agar saat kita membuka kembali halaman tsb (atau pun halaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini berisi <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/wordpress/">tips wordpress</a> yg bisa membantu siapa saja yg pusing mengatasi cache browser. Sebagaimana diketahui kalau browser itu otomatis membuat cache setiap halaman web kita buka. Dari halaman html, image, javascript, dan file <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/css/">stylesheet css</a> akan disimpan browser ke harddisk .</p>
<p>Alasannya sih agar saat kita membuka kembali halaman tsb (atau pun halaman lain yg dalam domain yg sama), proses loading halaman tsb bisa lebih cepat. Namun Kita harus menekan tombol F5 untuk mamaksa browser force load web demi merefresh cache agar kita bisa melihat output akhir perubahan yg kita lakukan.</p>
<p>Akan tetapi, cache browser ini bisa menjadi masalah saat kita sedang mendesain. Ambil contoh saat mendesain theme blog. Desain theme bisa dilakukan di server lokalhost di komputer kita atau pun langsung secara live pada server yg ada di internet dimana hasil editan kita akan langsung bisa dilihat pengunjung blog.</p>
<p>Nah, saran berikut efektif saat melakukan live editing theme kita sehingga setelah mengedit style.css, kita bisa langsung melihat hasil perubahan tsb. Keuntungan lain tehnik ini ialah cache file css yg ada di klien juga akan sama tanpa mereka harus menekan tombol F5.</p>
<p>Tehnik ini bisa dilakukan melalui 2 cara, yaitu</p>
<ol>
<li class="clear"><strong>Via Edit langsung di file header.php</strong> </p>
<p>&lt;link rel=&#8221;stylesheet&#8221; href=&#8221;&lt;?php bloginfo(&#8216;stylesheet_url&#8217;); echo &#8216;?&#8217; . filemtime( get_stylesheet_directory() . &#8216;/style.css&#8217;); ?&gt;&#8221; type=&#8221;text/css&#8221; media=&#8221;screen, projection&#8221; /&gt;</p>
</li>
<li class="clear"><strong>Via hook stylesheet_uri di function.php</strong>
<p>add_filter(&#8216;stylesheet_uri&#8217;, create_function(&#8216;$s&#8217;, &#8216;return $s . &#8220;?&#8221; . filemtime( get_stylesheet_directory() . &#8220;style.css&#8221;");&#8217;))</p>
</li>
</ol>
<h3>Penjelasan</h3>
<p>Tehnik pertama bisa dilakukan bila kita mengedit langsung file header.php. Sementara cara kedua bila kita mengedit file function.php. Kedua metode ini akan menghasilkan efek yg sama dimana file stylesheet tidak akan pernah dicache browser.</p>
<p>Alasan mengapa file tsb tidak akan pernah dicache adalah dikarenakan kita memberi versi setiap file style.css melalui pemanfaatan fungsi PHP filemtime();</p>
<h3>Catatan</h3>
<p>Lebih lanjut, tehnik ini juga bisa dikembangkan tidak saja pada file style.css tetapi juga file lain yg rutin dicache browser. Ambil contoh, javascript. Selama kita tau dimana file javascript tsb, maka kita bisa memanggilnya langsung dan mereloadnya.</p>
<p>Berbeda dgn file stylesheet yg bila salah cache cuma menyebabkan layout rusak, file file javascipt yg berisi fungsi bisa membuat halaman berprilaku aneh. Kamu mungkin tidak mau kalau pengunjung blog ilfil karena melihat keanehan blog kamu. Misalnya tiba tiba comment thread engak berfungsi secara misterius.</p>
<p>Dan hehehe perlu diingat ada konsekuensi lain bila kita menggunakan tehnik ini. Disebabkan file css tidak dicache, maka loading blog kita akan sedikit lebih lamban karena browser harus mengcopi file style.css tsb. Kayaknya cara ini sih lebih baik dipakai pada masa developing saja.</p>
<h4>Referensi</h4>
<p><a href="http://markjaquith.wordpress.com/2009/05/04/force-css-changes-to-go-live-immediately/" rel="bookmark">Force CSS changes to &#8220;go live&#8221; immediately</a> ditulis oleh markj aquith. Great simple article just the way i like it <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/howto-memaksa-browser-refresh-css-cache/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Isu HTML dan Cita Rasa Grafis</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/isu-html-dan-cita-rasa-grafis/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/isu-html-dan-cita-rasa-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 23:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/?p=1206</guid>
		<description><![CDATA[Masalah lain yg bisa dihadapi web designer adalah kelebihan dan kekurangan HTML dalam menampilkan desain web. Masalah ini berhubungan dgn kemampuan HTML dalam menampilkan tampilan web. Menurut sejarah HTML, penyusunan bahasa pemograman ini di-latar belakang-i kebutuhan menampilkan dokumen semudah mungkin dan bukannya menampilkan dokumen yg indah dan ber mutu-grafis tinggi. Jadi, HTML ditujukan bukan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah lain yg bisa dihadapi web designer adalah kelebihan dan kekurangan <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/html/">HTML</a> dalam menampilkan desain web. Masalah ini berhubungan dgn kemampuan HTML dalam menampilkan tampilan web.</p>
<p>Menurut sejarah HTML, penyusunan bahasa pemograman ini di-latar belakang-i kebutuhan menampilkan dokumen semudah mungkin dan bukannya menampilkan dokumen yg indah dan ber mutu-grafis tinggi. Jadi, HTML ditujukan bukan untuk memberi tampilan visual cantik. Penggunaan elemen HTML untuk mencapai standar grafis itu lebih sebagai usaha hacking. Proses hack ini seharusnya tidak perlu karena sekarang sudah ada bahasa pemograman web yg sudah mendukung <strong>cita rasa grafis</strong> , yaitu <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/css/">CSS</a> .</p>
<p>Salah satunya adalah penggunaan elemen &lt;br&gt;. Kita ingin membuat space / ruang antar elemen. Biasanya kita membutuhkanya sebagai elemen pembatas antara bagian halaman web. Cara dgn menggunakan <strong>lebih dari sebuah &lt;br&gt;</strong> adalah sbg berikut :</p>
<p>&lt;br&gt; <br />&lt;br&gt; <br />&lt;br&gt;</p>
<p>Kita bisa mencapai efek yg sama dgn elemen space nonempty : <br />&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</p>
<p>atau menambahkan space pada ujung baris list : <br />&lt;ul&gt; <br />&lt;li&gt;Hallo bakawan web design&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/li&gt; <br />&lt;/ul&gt;</p>
<p>Semuanya akan memberi efek grafis yg sama. Tampilan halaman website kita akan memiliki space. Akan tetapi, penggunaan &lt;br&gt; lebih dari satu itu jelek dan bukan tehnik coding yg direkomendasikan. Space itu bisa dihasilkan melalui penggunaan style. Tehnik ini lebih efektif daripada hacking. Penggunaan hacking &lt;br&gt; memang bisa menyelesaikan coding web development.</p>
<p>Tapi kita dihadapkan dgn <a href="http://www.bakawan.com/log/mengapa-bisa-terjadi-browser-compability/">masalah browser compatibility</a>. Perbedaan sistem render Browser yg berbeda beda akan cenderung menampilkan tampilan hasil hacking kita berbeda beda pula. Oleh karenanya, selalu dijadikan <a href="http://www.bakawan.com/log/100-css-hack-thumbrule/">pedoman hack css</a>, gunakan elemen sesuai dgn tujuan pembuatan elemen tsb krn hal tsb membantu kita meningkatkan kontol output design. Hasil akhir antar browser A dgn browser B tidak akan terlalu jauh berbeda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/isu-html-dan-cita-rasa-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DOCTYPE, apa itu ?</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/doctype-apa-itu/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/doctype-apa-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 23:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Glossary]]></category>
		<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/?p=1204</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu DOCTYPE ? dan mengapa DOCTYPE itu penting bagi web designer ? Oke posting singkat ini coba menjelaskan sedikit mengenai sekelumit spesifikasi web design . Doctype itu dideklarasikan di dalam Document Type Definition (DTD). DTD adalah daftar sekumpulan elemen, atribut, karakter, warna, dan kebutuhan lain yg diberikan pada beragam bahasa pemograman. DTD dideklarasikan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu DOCTYPE ? dan mengapa DOCTYPE itu penting bagi web designer ? Oke posting singkat ini coba menjelaskan sedikit mengenai sekelumit spesifikasi <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/web-design/">web design</a> . Doctype itu dideklarasikan di dalam Document Type Definition (DTD). DTD adalah daftar sekumpulan elemen, atribut, karakter, warna, dan kebutuhan lain yg diberikan pada beragam bahasa pemograman.</p>
<p>DTD dideklarasikan pada sebuah dokumen dgn menggunakan deklarasi DOCTYPE. DTD ini memberitahu browser ttg bahasa, versi, dan jenis bahasa yg digunakan dalam halaman situs. Nantinya, DOCTYPE diletakkan pada bagian atas dokumen, diatas tag &lt;html&gt;. DOCTYPE itu bukan perintah HTML. Mereka termasuk bagian konstruksi SGML. Makanya agak susah membaca arti deklarasi DOCTYPE berikut ini :</p>
<blockquote><p>&lt;!DOCTYPE HTML PUBLIC &#8220;-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN&#8221; <br />&#8220;http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd&#8221;&gt;</p>
<p>Bila diterjemahkan kira kira (sy nebak) : &#8220;Dokumen ini jenis dokumen <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/html">HTML</a>. Dokumen ini bersifat publik dan bisa dimanfaatkan secara luas. DTD ini berasar standar w3c. Dokumen berbahasa inggris. lalu halaman <strong>loose.dtd</strong> itu adalah alamat url berisi konvensi atau spesifikasi doctype&#8221;</p>
</blockquote>
<h3><strong>3 Jenis DOCTYPE bagi HTML 4 :</strong></h3>
<ol>
<li><strong>Strict</strong> : &lt;!DOCTYPE HTML PUBLIC &#8220;-//W3C//DTD HTML 4.01//EN&#8221; &#8220;www.w3.org/TR/html4/strict.dtd&#8221;&gt;
<ol>
<li>Versi HTML strict yg ketat dalam membagi struktur.</li>
<li>Beberapa atribut dan elemen presentasi tersedia pada versi ini seperti tag font, atribut alignment, dll</li>
<li>Tujuan penyusunan versi strict ini agar bisa digunakan bersamaan dgn <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/css">CSS</a></li>
<li>Strict DTD tidak membolehkan penggunaan elemen HTML yg absolute (punah) dan yg mulai jarang dipakai.</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Transitional</strong> : &lt;!DOCTYPE HTML PUBLIC &#8220;-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN&#8221; &#8220;www.w3.org/TR/html4/loose.dtd&#8221;&gt;
<ol>
<li>Penggunaan elemen HTML lama masih diperbolehkan.</li>
<li>Bebas menggunakan elemen font. Meskipun tidak direkomendasikan. Dari kaca mata tehnik, penggunaan tag tag yg jaman purba itu tidak dibutuhkan karena dukungan font melalu style CSS sudah melingkupi.</li>
<li>Transitional DTD membolehkan penggunaan elemen dan atribut HTML lama dgn pertimbangan orang yg menggunakan tehnik ini masih dalam proses transisi dan belum 100 persen commit ke versi strict DTD.</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Frameset</strong> : &lt;!DOCTYPE HTML PUBLIC &#8220;-//W3C//DTD HTML 4.01 Frameset//EN&#8221; &#8220;www.w3.org/TR/html4/frameset.dtd&#8221;&gt;
<ol>
<li>frameset DTD berisi definisi atribut dan elemen yg boleh digunakan pada frameset.</li>
<li>DTD ini mengurus situs situs yg menggunakan frame.</li>
<li>Konten yg berada dalam frameset tsb sebaiknya ditulis ke dalam jenis DTD strict ataupun transitional.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<h3><strong>DOCTYPE switching</strong></h3>
<p>Peran doctype itu bersifat pasif. Artinya sekalipun berada di bagian atas halaman HTML, tapi baru berfungsi setelah proses validasi dimulai. Proses validasi doctype ini akan membandingkan deklarasi DTD dgn dokumen.</p>
<p>Dalam <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/browser-teknologi/">teknologi browser</a> modern dewasa ini ada teknik DOCTYPE switching. Tehnik ini membuat deklarasi DOCTYPE yg tepat itu tidak begitu dibutuhkan. Akan tetapi, tetap saja, kita perlu berhati hati demi kestabilan design kita. Apalagi, para web designer profesional itu menggunakan DOCTYPE yg tepat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/doctype-apa-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serial Belajar Web Design</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/serial-belajar-web-design/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/serial-belajar-web-design/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2007 13:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/?p=1757</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita lupa kalau Internet dan World Wide Web itu masih muda. Usianya juga belum berabad abad seperti teknologi lain. Masa depan internet itu baru dimulai. Dan seperti semua teknologi revolusioner di jamannya, internet masih memiliki banyak persoalan yg perlu dibahas : The Web is Not Complete, Progress in the evolution of the Web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://lh3.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/SgxToJ8-xtI/AAAAAAAAABE/S7NhODp37Yc/bakacherry_0002.PNG" height="99" alt="bakacherry.PNG" width="137" />Sering kali kita lupa kalau Internet dan World Wide Web itu masih muda. Usianya juga belum berabad abad seperti teknologi lain. Masa depan internet itu baru dimulai. Dan seperti semua teknologi revolusioner di jamannya, internet masih memiliki banyak persoalan yg perlu dibahas :</p>
<blockquote><p>The Web is Not Complete, Progress in the evolution of the Web to date has been quite gratifying to me. But the Web is by no means finished. The Web, and everything which happens on it, rest on two things: technological protocols, and social conventions. The technological protocols, like HTTP and HTML, determine how computers interact. Social conventions, such as the incentive to make links to valuable resources, or the rules of engagement in a social networking web site, are about how people like to, and are allowed to, interact. (<a href="http://www.bakawan.com/log/world-wide-web-www/" title="World Wide Web">Tim Bernard Lee on world wide web</a>).</p>
</blockquote>
<p>Browser Internet seperti Microsoft Explorer, Netscape, dan Firefox itu bekerja dengan membaca kode sebuah website sehingga pengunjung bisa melihat layout web cantik (dan bukan ribuan baris kode HTML yg membangunnya). Kode kode inilah yg memerintah browser menampilkan layout cantik tsb. Kadang layout cantik tsb juga diberi Cascading Style Sheets (CSS) agar sentuhan visual grafis makin memuaskan mata pengunjung.</p>
<p>Mata kita bisa membedakan layout web satu dengan tampilan web yg lain. Kita bisa langsung memberi keputusan kalau layout yg satu itu lebih manis daripada yg lain. Tapi mengapa browser tidak bisa ? Inilah hukum fisika internet. Meskipun ada yg namanya standar kode layout cantik, tapi tidak semua browser memiliki standar yg sama menerjemahkan kode yg kita buat. Akhirnya, gravitasi mengerucut pada kehendak browser. Kita yg bekerja mendesain web dan menyusun kode pun harus siap untuk terus mengikuti evolusi design web agar kita siap berhadapan dengan berbagai browser dan teknologi baru.</p>
<p>Informasi berikut (yang akan secara berkala diupdate) mungkin bisa membantu kamu memecahkan masalah design. Semoga kita bisa belajar web design menggunakan HTML dan CSS. Berikut ini daftar Artikel yg ditulis dalam <strong>serial Belajar web design</strong>.</p>
<ol>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/serial-belajar-web-design/" title="Belajar Web Design">Serial Belajar Web Design</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/bagaimana-cara-mendesain-blog-dengan-mudah/" title="Opini soal mitos cara cepat belajar design">Bagaimana Cara Mendesain dengan mudah</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/masalah-mendesain-web-menggunakan-web-page-editor" title="Mengapa notepad itu softwar terbaik ?">Masalah mendesain web menggunakan web page editor</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/4-prinsip-dasar-desain/" title="Prinsip Awal Design">4 Prinsip Dasar Desain</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/prinsip-desain-situs-teraman/" title="Mendesain Web dan Ancaman Browser">Prinsip Desain Situs Teraman</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/mengapa-bisa-terjadi-browser-compability/" title="Masalah Parser Browser">Mengapa Bisa Terjadi Browser Compability</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/tips-deklarasi-background-color/" title="Tips Deklarasi Background Color">Tips deklarasi Background Color</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/property-css-float-belajar-web-design/" title="Float Sebagai Elemen Penting Web">Property CSS Float dan Deep Nested Float</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/bug-float-css-2-dan-parser-browser-behavior-belajar-web-design/" title="Bug Float Browser">Bug Float CSS 2 dan Parser Browser Behavior</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/gif-vs-jpeg-vs-png/" title="Pemilihan Gambar">GIF vs JPG vs PNG</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/thumbrule-web-performance/" title="Cara meningkatkan preforma web">Thumbrule Web Performance</a></li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/100-best-web-design-site/">100 Best Web Desain Site</a></li>
<li><del>100 juta trik lain yg belum ditulis <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </del></li>
</ol>
<p>Diclaimer: Daftar ini akan diperbaharui secara berkala. Merupakan catatan belajar web design buatan sendiri. <del>Please, jangan banyak komentar apalagi bertanya karena kadang sy suka kesel sendiri hehehe kalau ditanya yg aneh aneh</del>.</p>
<p>Saat ini serial belum dibagi ke dalam kategori apapun, baik itu basic, standar, maupun advanced. y juga belum membaginya ke dalam bahasa markup atau cuma thumb rule semata. Nantinya Susunan pasti berubah. Semoga berhasil jadi daftar bacaan yg runut lengkap dengan ilustrasi yg memudahkan siapapun memahaminya (tanpa memandang tingkat kemampuan).</p>
<blockquote><p>CSS is like chess. You can learn the basics in a day and spend a lifetime mastering it&#8221;. &#8211; Chris Coyler of CSS Tricks.&#8221;</p>
</blockquote>
<p>Ps : Ada juga masalah yg belum disinggung secara detail seperti browser dan cara kerja parser. Selain itu, penjelasan mengenai hubungan web design dgn SEO maupun optimasi CMS tertentu juga belum dibahas. Sy belum memutuskan apakah akan dibuat terpisah atau digabung saja menjadi daftar serial jangka panjang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/serial-belajar-web-design/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CSS Conflict dan Solusi</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/css-conflict-dan-solusi/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/css-conflict-dan-solusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 21:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/css-conflict-dan-solusi/</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita mengaplikasinya 2 atau lebih rule css pada teks yg sama, maka bisa saja properti properti css tersebut mengalami conflict dan menghasilkan layout yg tidak diharapkan. Inilah CSS conflict, dan sering kali kita tidak menyadarinya sampai keadaan sudah terlambat dan mengharuskan kita mengubah kode css halaman web agar tampilan visual sesuai dgn apa yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat kita mengaplikasinya 2 atau lebih rule css pada teks yg sama, maka bisa saja properti properti css tersebut mengalami conflict dan menghasilkan layout yg tidak diharapkan. Inilah CSS conflict, dan sering kali kita tidak menyadarinya sampai keadaan sudah terlambat dan mengharuskan kita mengubah kode css halaman web agar tampilan visual sesuai dgn apa yg kita inginkan</p>
<p>Nah, sebagai catatan, render browser mentaati aturan css sebagai berikut Bila seandainya ada dua rules yg diaplikasikan pada teks yg sama. Browser akan memproses kedua rules kecuali ada attribute spesifik yg mengalami conflik.</p>
<p>Sebagai contoh, salah satu rule menyatakan kalau warna teks pada class &#8220;contoh&#8221; itu blue atau biru. Dan aturan lain menyatakan kalau warna teks itu merah</p>
<p>&lt;h1&gt;&lt;span class=&#8221;Blue&#8221;&gt;This paragraph is controlled by the .Blue custom style and h1 HTML tag style.&lt;span class=&#8221;Red&#8221;&gt;Except this sentence is controlled by the .Red style.&lt;/span&gt; Now we&#8217;re back to the .Blue style.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;</p>
<p>Bila kedua warna itu diaplikasikan, maka akan terjadi conflick. Dan untuk menjembatasi bentrokan ini, browser akan mengaplikasikan aturan berikut</p>
<ul>
<li>Browser akan memilih aturan terdekat teks</li>
<li>Bila elemen teks memiliki stye sheet eksternal dan <span>inline style</span> juga mempengaruhinya. Maka inline style yg akan dipilih browser</li>
<li>Bila konflik terjadi, atribute pada custom css (yg diaplikasikan melalui class attribute) akan menggilas (istilahnya override) attribute yg menggunakan HTML tag style</li>
</ul>
<p>Pada contoh diatas, style h1 mungkin bisa dispesifikasikan untuk seluruh jenis font, size, color bagi seluruh paragrap h1. Akan tetapi, custom css rule pd class .Blue yg juga diaplikasikan pada paragrap tsb akan mengoverride setingan warna sebelumnya. Sementara itu, custom rule class .Red akan menggilas class .Blue.</p>
<h3>Understanding CSS Conflict</h3>
<p>Iya, mamahami bagaimana konflik antar rule CSS yg kita buat itu penting. Pengetahuan ini memudahkan kita mendebug masalah bila seandainya layout web yg kita buat ternyata berbeda dgn apa yg kita desain sebelumnya. Seiring pengalaman, kita bisa mengetahui aau minimalnya menebak bila terjadi error pd desain kita. <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/css-conflict-dan-solusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>100 CSS Hack ThumbRule</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/100-css-hack-thumbrule/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/100-css-hack-thumbrule/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2007 21:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/100-css-hack-thumbrule/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini bukan mengenai CSS hack, tp melainkan apa yg harus kita persiapakan sebelum memasukkan hasil hack css ke dalam desain. Bagi banyak developer pelabel kata hack itu terkesan keren seolah kita baru saja memecahkan masalah kompleks melalui solusi yg tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya. Tapi, makna hack css itu berbeda. Dari pada memberi solusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini bukan mengenai <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/css/">CSS hack</a>, tp melainkan apa yg harus kita persiapakan sebelum memasukkan hasil hack css ke dalam desain. Bagi banyak developer pelabel kata hack itu terkesan keren seolah kita baru saja memecahkan masalah kompleks melalui solusi yg tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya.</p>
<p>Tapi, makna hack css itu berbeda. Dari pada memberi solusi quick and dirty, hack css itu artinya masalah karen cuma akan bertahan selama browser belum release versi baru. Dan sejujurnya, hal tsb cuma sekejab mata. setahun ? dua tahun ? Apakah kamu yakin bisa kembali mengakses website lama yg dulu kamu desain agar bisa diperbaiki sesuai kebutuhan browser terkini ? Berbeda dgn desain blog sendiri yg bisa diubah sesuka hati, website klien itu tidak bisa diubah kembali setelah kita dibayar dan klien merasa puas.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa thumbrule yg baru saja sy temukan dari salah satu buku design yg sy baca:</p>
<ol>
<li>Hindari hack css bila tidak dibutuhkan. Artinya adalah pemahaman dgn baik CSS (dan CSS hack) agar bisa menghapus setiap hasil hack dari CSS yg kita buat atau pinjam dari designer lain dan menggunakannya pada template</li>
<li>Beri komentar setiap kode hack. Setiap kali kamu melakukan otak atik, maka pastikan ada sebaris komentar yg menjelaskan perubahan yg kamu buat. Siapa tau ada yg nantinya memanfaatkan kode hacking kamu.</li>
<li>Pertimbangkan menggunakan @import dalam style sheet untuk mengimport hasil hack. Kita perlu memisahkan snippet kode khusus tersebut ke dalam file terpisah. Manajemen file css ini demi memudahkan kita saat membuang snipet semacam ini karena bertentangan dgn web standar. Apalagi mengingat trend sekarang ini, browser terbaru mulai taat dgn CSS spesifikasi w3c.org, cepat atau lambat, kode tsb tidak akan berguna.</li>
</ol>
<p>Thumbrule atau pedoman paling bijak ini diperlukan agar hack css kita, yg bertujuan melakukan <a href="http://www.bakawan.com/log/bug-float-css-2-dan-parser-browser-behavior-belajar-web-design/">workaround bug browser</a>, mudah diurus kembali saat kita harus redesign layout situs kita. Ciao.</p>
<h3>Branding Freak!</h3>
<p>oh iya, hahah cuma tiga saran tp diberi judul 100 ? Bukankah itu maksa hahaha. Maaf yah kalau sy termasuk blogger yg enggak punya malu demi branding. Saat ini sy sedang ngebangun merek pada judul judul posting tutorial dalam blog ini dimana setiap artikel tutorial yg sekiranya akan dipublikasi ulang akan diberi judul wishfull thinking ataupun mudah diingat seperti 100 ini dan 100 anu walau semuanya belum sampai ke angka 100.</p>
<p>Akan tetapi dikarenakan sy berencana blogging dalam waktu lama, sy bakal menggunakan judul2 yg lebih mirip harapan. Hahaha semacam deadline sekaligus harapan kalau suatu hari nanti saat langit cerah dan angin bertiup sepoi sepoi, saran saran itu dilengkapi sampai ke jumlah yg sesuai dgn judulnya, yaitu 100 cara ngehack CSS. Tp bagi sy, berapa pun jumlah saran dan bagaimana isinya, sy rasa artikel ini penambahan yg bagus bagi <a href="http://www.bakawan.com/log/serial-belajar-web-design/">Kumpulan bacaan web design</a> sy.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/100-css-hack-thumbrule/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>!important</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/important/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/important/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Explorer]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/important/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang mungkin menghadapi masalah saat desain berprilaku aneh. Misalnya, desain tampil bagus di mozilla firefox, akan tetapi melenceng beberapa pixel di internet explorer. Nah inilah guna !important dalam css. Fungsi property !important ini adalah agar nilai yg dipakai browser itu sesuai dengan yg diminta web designer. Contohnya p { margin-left:4px !important; margin-left:10px; } Berkat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang mungkin menghadapi masalah saat desain berprilaku aneh. Misalnya, desain tampil bagus di mozilla firefox, akan tetapi melenceng beberapa pixel di internet explorer. Nah inilah guna !important dalam css. Fungsi property !important ini adalah agar nilai yg dipakai browser itu sesuai dengan yg diminta web designer. Contohnya</p>
<p><code>p { <br />margin-left:4px !important; <br />margin-left:10px; <br />}</code></p>
<p>Berkat, property khusus ini, kita bisa mengakali bug Internet Explorer. IE akan memakai margin kiri sebesar 10 pixel. Sementara firefox akan menggunakan 4px. Tentu saja, workaround ini lebih baik daripada membuat file stylesheet CSS terpisah khusus internet explorer.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/important/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Deklarasi Background Color!</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/tips-deklarasi-background-color/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/tips-deklarasi-background-color/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2007 18:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Archieve]]></category>
		<category><![CDATA[Colour]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/deklarasi-background-color/</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita lupa untuk memberi warna background bagi theme yg sedang kita desain. Kealpaan ini bisa membuat tampilan kita tampil berbeda antara satu browser dgn browser lain. Bila kita tidak mendeklarasikan tegas warna dasar layout kita, maka apa yg akan tampil sebagai dasar layout tergantung seting default browser (Umumnya warna yg dipilih putih.) Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali kita lupa untuk memberi warna background bagi theme yg sedang kita desain. Kealpaan ini bisa membuat tampilan kita tampil berbeda antara satu browser dgn browser lain. Bila kita tidak mendeklarasikan tegas warna dasar layout kita, maka apa yg akan tampil sebagai dasar layout tergantung seting default browser (Umumnya warna yg dipilih putih.) Tapi sebagai designer CSS yg baik, sangat bijak mendeklarasikan warna latar background sejak awal. Jadi saat mendesain, jangan lupa memberi warna elemen &lt;body&gt; pada stylesheet. Contohnya</p>
<pre>
body { background: #fff; }
</pre>
<p>Bila kita sudah mendeklarasikan warna background, maka desain kita pun akan lebih konsisten. Apalagi menulis sebaris kode CSS ini bukan pekerjaan yg sulit, kan ?</p>
<h3>Buta Warna</h3>
<p>Tapi mungkin ada juga pertimbangan mengapa background itu dibiarkan saja ditentukan browser. Sy rasa pertimbangan para mereka yg buta warna bisa dijadikan patokan. Memang para pengunjung website yg buta warna bisa menentukan background sesuai dengan seting browser mereka.</p>
<h3>Hal hal yg bisa Merubah Warna Background</h3>
<ol>
<li>Penyebab utama adalah seting default browser.</li>
<li>Setingan warna background browser yg ditentukan langsung pengguna browser. Biasanya selain pengunjung yg buta warna, pemilihan background disebabkan preferensi warna favorit pengujung misalnya sy suka warna hijau. Jadi bila dimungkinkan, sy ingin stylesheet situs apapun yg tampil di browser itu berwarna hijau <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<h3>Trivia</h3>
<p>Tidak seorang designer pun yg mengabaikan secara sengaja deklarasi warna pada stylesheet. Bila bukan background maka warna link dan boder. Btw, tulisan ini juga termasuk koleksi <a href="http://www.bakawan.com/log/serial-belajar-web-design/" title="Tutorial web design ala newbie">tutorial web design</a> yg sedang sy susun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/tips-deklarasi-background-color/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>100 Thumbrule Web Performance</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/thumbrule-web-performance/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/thumbrule-web-performance/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 06:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/?p=1782</guid>
		<description><![CDATA[Akhir akhir ini sy tidak tau mengapa blog ini pelan banget. Padahal semua hal yg sy tau tentang web performance sudah dipraktekkan di blog bakawan ini. Tampaknya masih banyak hal hal yg sy belum tau yah ? Kira kira bagaimana cara optimasi performa web ? Mungkin bagi yg tidak punya blog, pertanyaan ini terdengar terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir akhir ini sy tidak tau mengapa blog ini pelan banget. Padahal semua hal yg sy tau tentang web performance sudah dipraktekkan di blog bakawan ini. Tampaknya masih banyak hal hal yg sy belum tau yah ? Kira kira bagaimana cara optimasi performa web ? Mungkin bagi yg tidak punya blog, pertanyaan ini terdengar terlalu techie. Tapi biarlah hehehe wong sy Cuma bertanya pada diri sendiri dan berikut ini jawaban sibego, my alterego.</p>
<p>Perlu diketahui, kalau ada kolerasi antara kecepatan load web dengan traffik web itu sendiri. Ilustrasinya mudah, dan bisa dirangkum dalam kalimat sederhana ini : &#8220;apakah kamu mau menunggu situs yg loading gambar dan fancy panci lainnya seperti kebanyakan website flash ? 30 detik ? 1 menit ? &#8220;. Sy rasa jawabannya sudah tentu &#8220;najis banget nih web. Lemot!&#8221;</p>
<p>Bila jawaban kisanak, sama seperti jawaban sibego berarti kinasak ada kemungkinan bego hahahha. Btw, Berikut adalah garis besar aturan baku membuat loading web cepat.</p>
<ol>
<li>Hindari CSS ekspresi (fitur dinamis stylesheet yg cuma jalan di browser Internet Explorer)</li>
<li>Letakkan script JavaScript dan CSS itu ke file terpisah</li>
<li>Kurangi request HTTP</li>
<li>Letakkan link stylesheet CSS eksternal dibagian atas dan tempatkan link script javascript ke bagian bawah web (biasanya footer).</li>
<li>Manfaatkan Kompresi Gzip (Biasanya web hosting menyediakan fitur ini pada bagian cpanel mereka)</li>
<li>Kompress ukuran file javascript dan CSS</li>
<li><a href="http://www.bakawan.com/log/menghindari-redirect-demi-performa-web/">Hindari redirect (kecuali terpaksa)</a></li>
<li>Hilangkan duplikasi script kode</li>
<li>Bila menggunakan AJAX, maka usahakan halaman html sudah dicache dan ukuran total byte kecil.</li>
<li>Kurangi DNS lookup</li>
<li><del>Dan teknik lain yg sy belum tau</del></li>
</ol>
<p>Catatan : Apa itu Gzip compression C? Tool decompress GNU yg mirip dengan decompress UNIX. Cara kerjanya dengan mengecilkan ukuran file sampai ukuran minimum. Proses pengecila ukuran ini dilakukan server sesaat sesudah request web browser halaman website. Nantinya halaman yg tampil di browser akan diproses decompress ulang memanfaatkan processor komputer kita. Setiap byte yg dihemat sangat berguna dalam optimasi web.</p>
<p><img src="http://lh4.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/ShciCKtgHdI/AAAAAAAAADY/o-T5lBwvicY/logomuka.jpg?imgmax=144" height="75" alt="logomuka.jpg" width="70" />Hmm beberapa <a href="http://www.bakawan.com/log/serial-belajar-web-design/" title="Belajar Web Design">thumbrule yg memiiki aspek web design</a> diatas bisa langsung dilakukan karena merupakan onsite optimasi, sementara beberapa saran lain lebih kepada untung untungan (misalnya untung punya web hosting bagus, untung punya uang sehingga bisa nyewa server bagus, dan seribu keuntungan lainnya hahahah). Sekian deh dan terimakasih. Dari bandung penuh cinta cup muah muah. Btw, penjelasan panjang lebarnya nanti aja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/thumbrule-web-performance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bug Float CSS 2 dan Parser Browser Behavior (Belajar Web Design)</title>
		<link>http://www.bakawan.com/log/bug-float-css-2-dan-parser-browser-behavior-belajar-web-design/</link>
		<comments>http://www.bakawan.com/log/bug-float-css-2-dan-parser-browser-behavior-belajar-web-design/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2007 14:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakawan.com/log/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[Posting ini berisi solusi css advance perihal prilaku non standar browser pada property css float. Browser ini merujuk pada internet explorer, firefox, dan opera. Sementara brand browser seperti google chrome, flock. dan safari tidak menjadi fokus pembahasan. Posting ini adalah lanjutan Property css float dari tulisan serial belajar web design. Tujuannya demi memahami lebih jaut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://lh4.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/SiZt5ZLwwEI/AAAAAAAAAJA/6KkYmJWKnAQ/bakacherry_0002.PNG" height="99" alt="bakacherry.PNG" width="137" />Posting ini berisi solusi <strong>css advance</strong> perihal prilaku non standar browser pada property css float. Browser ini merujuk pada <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/internet-explorer/" rel="tag" title="Artikel dan Tutorial Internet Explorer">internet explorer</a>, <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/mozilla/" rel="tag" title="Tutorial Firefox">firefox</a>, dan <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/opera/" rel="tag" title="Artikel dan Tutorial Opera">opera</a>. Sementara brand browser seperti <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/google-chrome/" rel="tag" title="Artikel dan tutorial Google Chrome">google chrome</a>, flock. dan <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/safari/" rel="tag" title="Artikel Safari Apple">safari</a> tidak menjadi fokus pembahasan. Posting ini adalah lanjutan <a href="http://www.bakawan.com/log/property-css-float-belajar-web-design/" title="Masalah bug float">Property css float</a> dari tulisan serial <strong>belajar web design</strong>. Tujuannya demi memahami lebih jaut penggunaan salah satu elemen css yg paling sering dipakai ini.</p>
<h3>Parser Browser</h3>
<p>Berhubung peran browser dalam web desain itu vital. Ada baiknya kita memahami bagaimana cara kerja browser. Mungkin kamu udah tau kalau setiap browser memiliki parser. Perbedaan parser menyebabkan <a href="http://www.bakawan.com/log/mengapa-bisa-terjadi-browser-compability/" title="Browser Compability Problem">browser compability</a>.</p>
<blockquote><p>Apa itu <strong>parser browser</strong> ? (dalam kontek web browser) Parser adalah salah satu komponen browser yg bertugas mengecek syntax kode web kita (misalnya bahasa markup <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/html/" rel="tag" title="Artikel dan tutorial HTML">HTML</a>, <a href="http://www.bakawan.com/log/tag/css/" rel="tag" title="Artikel dan Tutorial CSS">CSS</a>, dan SVG) dan kemudian merender kode menjadi stuktur layout yg tampil di browser. Prosesnya di sebut parsering. Kadang disebut juga rendering (mirip jargon bidang video).</p>
</blockquote>
<h3>Float CSS pada Browser</h3>
<p dir="ltr">Paragrap berikut berisi penjelasan singkat mengenai bug parser browser. Sebagai catatan, bug bug ini mungkin tidak berlaku pada browser versi terbaru.</p>
<p dir="ltr"><strong>Bug Parser Firefox</strong></p>
<p><img src="http://lh6.ggpht.com/_xEymQyrUTdE/SiZt65sA41I/AAAAAAAAAJE/ZWENnuWtZzU/topgapbug.gif?imgmax=144" height="100" width="100" alt="topgapbug.gif" class="clear" /></p>
<h3>Top Gap Bug</h3>
<p>Catatan bug CSS khusus firefox belum sy kategorikan ke dalam halaman khusus. Tapi setau saya Bug firefox paling terkenal itu TOP GAP. Bug ini sering tampil pada layout <span><span>multi kolom</span></span> <span><span>dimana kolom kolom diberi float (baik kiri, kanan, maupun none). Sementara header (kontainer parent) mereka tidak bersifat float.</span> Bila salah satu child float memiliki margin top, maka margin child akan melewati header. Hasilnya akan ada gap antara parent kontainer dan child kontainer.</span></p>
<p><span>Penjelasan gambar : <em>dalam gambar ada 2 child elemen yg diberi float. Nomor 1 pertanda adalah yg mengalami bug top gap karena diberi margin-top. Sementara nomor 2, tidak diberi margin top.</em></span></p>
<p><span>Solusi float bug firefox ada 2, yaitu</span></p>
<ol>
<li><span>Menambahkan elemen baru dibawah kontainer parent yg memiliki properti clear:both. Properti ini berguna untuk menetralkan setiap float, baik kanan maupun kiri.</span> 
<div>
<pre>
&lt;div class="<em>sayaparent</em>"&gt;
      &lt;div style="clear:both"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; <strong>/* solusi bug float */</strong>
      &lt;div class="<em>sychildfloat</em>" style="margin-top:10px"&gt;
           &lt;p&gt;ini mah cuma konten sampel lori pasum aja kok
              ngak penting banget gitu loh&lt;/p&gt;
      &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</pre>
</div>
</li>
<li><span>Parent kontainer diberi float juga baik float:left maupun float:right.</span></li>
</ol>
<h3>Bug IE Parser</h3>
<p><span>Browser IE itu terkenal di tengah pengguna browser, baik karena celah keamanan maupun parser browser mereka yg brutal memperkosa kode standar kita. Mungkin sy terdengar seperti pembenci browser IE sejati. Tapi sy memiliki alasan dasar. Salah satunya Bug float yg menyebabkan <span>ukuran margin div block menjadi 2 kali lipat lebih besar</span>. Jadi bila kita memberi margin 10px maka browser IE (merujuk pada versi IE 6 ke bawah minus IE Mac) akan menampilkan 20px. Seandainya lebar dan tinggi layout kita mengandalkan ketepatan ukuran pixel, maka komposisi layout pasti pecah.</span></p>
<div>
<pre>
<span>&lt;div class="<em>sayaparent</em>" style="<em>display:inline;</em>"&gt; <strong>/* solusi bug IE float */</strong>
     &lt;p&gt;Sampel child semacam lori pasum standar semata&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;</span>
</pre>
</div>
<p><span><span>Catatan cara</span> mengatasi bug margin IE :</span></p>
<ol>
<li>Div kontainernya cukup beri <em>display:inline.</em> Artinya kontainer dianggap bukan element yg memiliki ruang (width dan height). Otomatis IE tidak akan mengkalikan lebar margin.</li>
<li>Bila kontainer nested float div float kamu lebih lebar div parent. Maka kamu harus melakukan deep nested float. Kamu harus membungkus (wrapping) kedua div kontainer tsb dengan div float yg lain. Efek wrapping ini membuat parent kontainer keduanya melebar sesuai kebutuhan.</li>
<li>Bila kamu menginginkan element div kamu itu berada dibawah maka gunakan workaround bug firefox, yaitu &lt;div style=&#8221;clear:both&#8221;&gt;. Kode ini sakti karena bisa menghentikan kekacauan margin.</li>
</ol>
<p>Bug CSS yg disebabkan IE ini sangat unik. Otomatis workaround yg dipakai juga unik buat IE. Oleh karenanya menarik untuk melist daftar bug browser ini. Setidaknya sy bisa mengetahui bagaimana support parser mereka terhadap standar CSS (dalam hal ini versi CSS 2).</p>
<h3><strong>Bug Opera Parser</strong></h3>
<p><em><strong>multiple</strong>-<strong>opposing</strong>-<strong>float</strong> :</em> Gejala Bug ini terlihat saat konten, background, dan border elemen inline seharusnya berada di hadapan kontainer float. Seharusnya background dan elemen block itu ada dibelakang elemen float. Akan tetapi konten elemen block seharusnya berada di depan float. Untuk jelasnya coba kunjungi <a href="http://www.positioniseverything.net/op-omnibus.html" rel="nofollow" title="test bug opera">Opera Omnibus page</a>. Website ini berisi dokumentasi bug browser serta cara hack css.</p>
<h3><strong>Penutup</strong></h3>
<p>Perbedaan prilaku ini membuat penggunaan properti float ini berbahaya. Layout hasil desain kita bisa berubah drastis bila ternyata <a href="http://www.bakawan.com/log/100-css-hack-thumbrule/">cara implementasi hack css</a> kita diabaikan oleh browser. Situasi yg paling riskan dan membutuhkan redesain adalah saat browser release versi baru.</p>
<p>Sebenarnya posting serial web design ini sudah lama ditulis. Selama ini cuma disimpan saja di harddisk. Tapi sekarang sy berani menerbitkan hahahaha. so, jangan tanya mengapa ? <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Btw, sy berencana mengumpulkan bug browser sebagai tanggung jawab profesi semata. Harapannya sih bisa menjadi awal sy sendiri mendalami lebih jauh ke tahap advance. Bagi yg udah baca serial belajar web design ini, makasih yah (kalau ada) <img src='http://www.bakawan.com/log/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bakawan.com/log/bug-float-css-2-dan-parser-browser-behavior-belajar-web-design/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
