Note : pembuatan situs yang dimaksud ialah yang berupa proyek kecil company profile ataupun yang setingkat tingkat kesulitannya.
Adalah harapan setiap web designer untuk menghasilkan situs yang tampil keren sementara web programmer mengharap web yang berteknologi canggih. lalu, Web marketer mengharap web yang bisa terjual mahal dan klien mengharap semua yang dia butuhkan terpenuhi dengan biaya serendah-rendahnya. jelas-jelas, setiap orang punya ego dan motif kepentingannya masing-masing. Jadi bagaimana cara membuat kutub-kutub berbeda ini bisa bicara dalam satu meja…sayangnya, tidak ada rumus ampuh.
Kadang sukar mengkomunikasikan keinginan semua orang terlebih bila budget klien terbatas atau kata orang sunda : “teu kaharti, euy!“. Sesudah itu, kliennya bawel minta ini dan itu tapi ngak mau nambah budget…bikin stress! tapi berhubung bakawan berprinsip klien-oriented, semua uneg-uneg ini ditelan bulat-bulat karena kami sudah menentukan visi dan harus taat-visi bila ingin terus maju berkembang.
Namun klien yang paling susah adalah klien yang terlalu sibuk. Mereka hidup dengan rutinitas yang lain dan memandang kita, yang sebenarnya mereka butuhkan, layaknya melihat tukang meteren listrik…dipersilahkan datang, mengumpulkan data, bekerja di kantor masing-masing, tapi setelah pertemuan pertama jangan pernah minta bertemu — sy sibuk! sy tender!. Bila sudah seperti ini, paling kami akan berhadapan dengan sekretaris atau staf yang tidak berani memberi keputusan apapun. Otomatis, efek sampingnya proyeksi total waktu pengerjaan website dan juga jadwal peluncurannya jadi molor. bila sudah begitu, yah, tak ada yg bisa dilakukan selain proyeknya terpaksa dipending
… bahkan kami cenderung meletakkan mereka di ujung rak ongoing-proyek
Dan biasanya, proyek-proyek yang pernah dipending itu menjadi ‘bangkar‘ karena klien mana yg mau menunggu satu atau dua bulan ke depan. Tapi bagimana lagi, ini situasi yang tidak seorang pun harapkan. kami juga punya klien selain mereka…
itulah mengapa klien kami harus membayar uang muka 33%
tapi bagaimana bila kliennya berani bayar 100% ? hmmm, sejujurnya kami berterimakasih atas kepercayaannya tapi tetep aja bila sudah masuk kategori ‘bangkar‘, yah, harus di-peties-kan…
ps : sedang semangat memekik “merdeka!..merdeka…dari kemisikan hahaha”
Survey Redaksi : Apakah posting ini terlalu berat dan berbau IT ? Sy sedang survey sekaligus belajar menulis topik semacam ini sambil berusaha membuatnya tetep informatif bagi semua orang. Cara menjawab paling sederhana adalah dgn memberitahu sy pd paragraph berapa kamu mulai bosan dan melompat ke bagian box komentar....plus penjelasan singkat kalau bisa.... :)
Aku adalah binatang sundal
Dari kumpulannya jualan sandal
Walau utang mengejarngejarku
Tetap takkan kugadaikan keperjakaanku
Aku akan ganteng seribu tahun lagi

