Myspace adalah situs jejaring sosial pertama. Namun mereka tidak mempunyai platform. Mereka juga tidak mempunyai visi yg jelas kecuali menyangkut monetization. Selain itu, yg tersisa, adalah chaos.
Monetization adalah cara menghasilkan uang. Term ini biasa dipakai untuk menghasilkan uang di dunia maya.
Facebook bukanlah situs jejaring pertama, bahkan mereka juga bukan yg kedua. Namun mereka mampu membangun basis user fanatik sekalipun persaingan antar situs sejenis itu sudah pada tahap saling terkam. Lebih lanjut, platform Facebook (meskipun tidak tanpa cela) menunjukkan bahwa mereka tahu kemana masa depan Facebook
2 tahun lalu (2006). Myspace memproklamirkan mereka memiliki 100 juta penggemar. Dan 2 tahun kemudian, 2008, Facebook mengumumkan kalau mereka juga memiliki 100 juta user.
Jadi manakah yg lebih kamu pilih : Basis user yg tumbuh pesat layaknya wabah (Umumnya menjadi user disebabkan Trend semata ) atau basis user yg mana secara perlahan dipupuk. Mereka itu user aktif Facebook dan menggunakan layanan kamu karena mereka beranggapan layanan kamu lebih baik dari kompetitor.
Tentu saja, Myspace memiliki kelebihan : komunitas musik yg besar. Namun untungnya, Facebook memiliki keutamaan terpenting, yaitu visi. Itulah mengapa visi lebih penting. Selama sebuah startups memiliki visi, perlahan tapi pasti, mereka akan mendapat tempat di tengah jagad maya internet.
Facebook belum mensupport OpenID, sementara Myspace sudah mengumumkan dukungan pd OpenID. Namun support untuk penggunaan standar seperti OpenID bisa diperdebatkan sebagai kelebihan atau kekurangan.
Analogi yg sama bisa disandarkan pada masalah browser kompabilitas. Semua web designer dan user internet awam menginginkan kalau setiap browser itu menerjemahkan script yg kita coding itu sama sehingga tampilan situs A akan sama, baik saat tampil di mozilla, opera, maupun Internet Explorer.
Namun hal tsb tidak pernah terwujud padahal ketigatiganya menyusun browser mereka sesuai dgn panduan standar W3c. Standar tidak selalu menang.
Dan sekarang google mengeluarkan browsernya sendiri, semakin mengacaukan situasi sekarang ini. Google telah membuat masalah browser kompabilitas semakin pelik, sy sebagai web designer semakin susah mendesain blog atau web. Sial!
Technorati Tags: Facebook, Digital Lifestyle, Myspace,
Survey Redaksi : Apakah posting ini terlalu berat dan berbau IT ? Sy sedang survey sekaligus belajar menulis topik semacam ini sambil berusaha membuatnya tetep informatif bagi semua orang. Cara menjawab paling sederhana adalah dgn memberitahu sy pd paragraph berapa kamu mulai bosan dan melompat ke bagian box komentar....plus penjelasan singkat kalau bisa.... :)
Blogku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Blogku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
[hasil hacking puisi Chairil Anwar, Rumahku]
20 September
Did you find what you need ? if not, use our free searchbox to found what you're looking forInternal Search
Eksternal Search
5 Artikel Terbaru
Related Posting
Komentar


24 September 2008
Friendster dibuat tahun 2002, MySpace tahun 2003, Facebook tahun 2004. Sebelum Friendster juga setidaknya ada lebih dari dua “situs jejaring sosial”.
Yang saya harapkan Indonesia juga punya situs jejaring sosial lokal yang bagus dan signifikan. Negara-negara lain seperti Cina, Jepang, dll, udah punya sendiri yang gak kalah ama punyanya Amerika. Kapan kita?
[Reply]
secepatnya bro, kualitas programmer kita ngak kalah. Yang kalah itu cuma bagian yg ngurus marketingnya. Namun cepat atau lambat, kita bakal punya sendiri kok. tunggu saja tanggal mainnya hahahah
[Reply]