“A successful software engineer knows and uses design patterns, actively refactors code, writes unit tests and religiously seeks simplicity”
Dogma desain yg kami pegang itu simplicity. Karena background sy itu desktop programming, jadi prinsip prinsip pemograman mau dimasukin ke design. So otomatis, untuk beberapa waktu, ada gap yg tak terdamaikan dari dua dunia yg jelas jelas bersebrangan. Satu dunia mengejar kesempurnaan melalui warna dan komposisi sementara dunia yang lain mengejar performance dan ukuran file.
Menurutku, design cantik ciamik itu basi krn yg lebih penting fungsi. Namun, entah mengapa dalam hati template pamungkas silumbalumba ngak pernah selesai didesain. Kapan semua perubahan ini berhenti ? apakah saat lumbalumba dalam diri kami mati diatas panci penggorengan ?
Seperti saat ini, ‘terganggu’ krn sedang proses mengerjakan *****batik.com. sorry domainnya belum dibeli jadi belum bisa dibikinin link. ah, keliatan banget penulisnya lagi kejar setoran. Btw, template silumbalumba sudah pensiun dini disebabkan digantikan template theme mabokcendol ini heheheh
Tags: Web Design
6 Responses to “Nasib Silumbalumba di panci penggorengan”
Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.
tadinya saya bacanya ngacak… n’ hasilnya ? ga ngerti…
tapi dah itu saya baca di paragraph terakhir…
saya balik lagi ke paragraph atas,,, saya baca semuanya… abis itu saya ngerti…
klo menurut saya, ga terlalu IT kok.. tenang aja ^_^
dhedhis last blog post..Qt Tambah Tua, Tapiiiii . . .
hah
jangan2 lumba2 yg di ancol itu
achoey sang khilafs last blog post..Sahabatku, Kau Lebih Baik dari Aku
heheheh makasih…memang ini posting pribadi banget
hahahah bukan lagi….kami itu bondan silumbalumba…jago man bass dan pinter bikin musik
Saya kira lumba-lumba beneran euy…
Menjawab survey: Saya lompat ke komentar pada saat bertemu tulisan lumba-lumba itu…
Ya pasti lkah tulisannya IT sekali…
Bagi saya yang awam ini, kurang begitu paham
‘Nin Posting Canggih Terbaru…Simpan Saja Asap Itu Untukmu
hehehe gile aja lumba lumba digoreng, tega banget.
wah nin, makasih banget udah ikut survey. dan terima kasih sekali dengan kejujuran kamu hue hue hue….memang sih kalau orang awa agak susah menikmati tulisan sy makanya lagi dicari cara biar bisa fot the people to the people and lupa sisanya hahahaha