Sy membaca kutipan menarik ini dari John A. Logan. Dia meyakini efek musik bagi ketenangan pikiran. Sy yakin efek musik itu banyak. Namun efek ketenangan dalam pikiran itu tidak sy percaya. Walau pun sy sering bersenandung.
Hehehe maklum sy lebih percaya apa yg diucapkan nabi muhammad kalau musik itu seruling setan, So, efek ketenangan yg lebih mirip saat kita menghirup bau lem aibon kebanyakan. Bukannya tenang malah mirip mabok hahaha.
Lagipula, siapa yg harus sy percaya seorang john atau seorang nabi ? Kita bisa memberi sekian banyak kata kata indah pada sesuatu yg kita suka. Padahal asam rasanya. Tapi tetap, adalah bijak, menyandarkan makna sejati pada sosok sebaik baiknya manusia. Begitu loh opini singkat sy.
Memang sy suka musik. Bagi sy musik itu seperti gula diujung lidah. Manis. Tapi ada yg mengikat telinga sy, tidak sekuat apa yg mengikat hati. Sy boleh membangkang setiap hari. Tapi tidak membenarkan yg salah dan menyalahkan yg benar. Yang berhak mengucapkan apa yg benar dan yg salah, cuma seorang nabi hehehe. Setelah nabi terakhir, tidak ada lagi nabi. So ? Taat aja deh karena jauh di lubuk hati, sy sadar sy mau masuk surga hahahaha. Amin.
Mengenai watak sundalisme ini, sy rasa chairil anwar berperan banyak. Hahaha memang gampang menyalahkan orang. Apalagi bila orang itu sudah mati, ditimbun tanah, dan membusuk dimakan cacing. maaf om chairil. Btw, berikut ini puisi lama chairil, Di Mesjid (23 Mei 1943)
Kuseru saja Dia
Sehingga datang juga
Kami pun bermukamuka
Seterusnya. ia bernyala nyala dalam dada
Segala daya memadamkannya
Bersimpah peluh diri yang tak bisa diperkuda
Ini ruang
Gelanggang kami berperang
Binasa membinasa
Satu menista lain gila
yah begitulah kira kira situasi mental chairil saat itu. Dia sedang self destruct. Hahahah.dan sy juga begitu sekarang. Ada banyak hal hal benar, yg sy langgar secara sengaja. Semoga sy tak berahir jadi manusia celaka
Sepanjang pengetahuan, Hadis seruling setan itu shohih. Dalam terminolgi periwayatan hadist, arti hadist shohih itu bearti hadist tsb benar benar ucapan Rasulullah. Sy tidak tau bagaimana jalur perawi (periwayat hadist). Tapi kayaknya akan keren sekali bila ditulis di posting ini. Hahahah dan mungkin akan panjang banget karena biasanya satu hadist itu memiliki rantai perawi yg bila dirunut akan bergenerasi generasi.
Banyak hal dimuai dari selingan. Termasuk paragrap dibawah ini yg berisi quote yg berhubungan dgn musik:
Iya, kutipan kata kata mutiara diatas tidak bersinar karena diambil secara sembarangan. Tapi lumayanlah, menambah beban santai posting ini. Dan kalau dilihat lihat, artikel ini agak campur aduk ngak karuan.
Sejujurnya, saat ini sy ingin sekali menuliskan aktivitas sy beberapa hari terakhir, dari photo wedding sampai shoting video klip band baru, 16th avenue. Serta, apa yg sudah masuk jadwal buat senin depan : mau bikin video klip lagu sunda, euy (padahal sy orang batak. Hehehe kayaknya bakal asyik nih. huhuhuhuh makasih pak ismanto). Tapi kayaknya bakal lebih gado gado. Nanti jadi makin susah dicerna.
Update, Thanks sama febrian via facebook.atas quote nomor 4, musk nietzsche. Sy dulu suka sama filosof satu ini. Ingat hehehe dulu. Sy rasa dia dan paham super human dia adalah filosof paling narcis kedua, setelah iqbal dgn insan kamil. Hahaha sy yakin filosof itu cuma sekumpulan narcis, pengikut dewa narcisus yg tersesat dalam logika sendiri.
PS : Yani, kampret, ana tau ente mau omong apa. Nasehat via email aja. Oke. (ana mendengarkan kok. Tapi jangan dibegobego didepan umum. kan maluuuuu hohohooo. Wassalam.)
One Response to “Music is the Medicine of the Mind ?”
Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.
Hmmm… Barakallahufiikum.
Cukupkah ini disebut komentar bermutu?
Sebenarnya pengen langsung komen tadi pagi pas dapat kiriman artikel via email. Tapi berhubung koneksi lagi lemot, ya udah deh..
Hmmm Semoga Allah Ta'ala melindungi kita dari sikap sombong, yakni yang MENOLAK KEBENARAN dan meremehkan orang lain. Allahummah amin.
Baru kali ini diriku salut sama dirimu bro… wakakaka… kabuurrr