
Penggunaan Web Page Editor tentu saja memudahkan siapa saja mendesain web. Seseorang bisa mendesain web tanpa perlu mengetahui detail bahasa markup seperti HTML. Cukup drag and drop, situs pun siap tampil di www (World Wide Web) alias internet. Namun dibalik kemudahan ini ada potensi bahaya yg membuat kita sebaiknya waspada. Terutama menggunakan tool desain HTML apapun (selain notepad dan Macromedia Dreamweaver)
Ambil contoh, Web Editor desain HTML menggunakan Web Page Editor seperti Microsoft Front Page 2000, Outlook, Microsoft Word dan software lain yg masih satu keluarga dengan microsoft office. Dereten Software ini bisa dimanfaatkan membuat website. Kita cukup drag & drop dan halaman statis html pun tercipta. Seseorang yg ngak pernah belajar coding pun bisa jadi web designer berkat tool windows ini.
Sekalipun mempercepat proses kerja, software desain html memiliki masalah tersendiri terutama editor HTML buatan microsoft. Software software ini selain mahal juga kurang ajar karena tanpa minta ijin mengubah kode kode HTML kita menjadi sesuai standar Microsoft.
Berikut ini adalah contoh perubahan yg dilakukan saat kita menyusun kalimat [Web Design itu gampang kok sumpah pramuka banget!] dgn menggunakan frontpage. Maka outputnya bakal seperti ini :
<p class=”MsoNormal”>Web Design<b> itu</b> <i>gampang</i> <u>kok</u> sumpah pramuka banget!</p>
Kode diatas menunjukkan kalau kode HTML paragrap buatan kita sudah diubah karena tidak seharusnya ada yg namanya class=”MsoNormal”. Class ini biasa dipakai pada software buatan windows Sehingga halaman HTML kita bisa jg dibuka menggunakan software windows selain frontpage. Jadi semacam kode yg memberitahukan software windows lain kalau kalimat itu paragrap yg dibuat memakai software sesama keluaran windows contohnya browser Internet explorer.
Namun, sayangnya, class MsoNormal ini bukan standar dalam dunia web design sehingga membuat web yg dibuat pakai Front Page itu hanya tampil normal saat ditampilkan menggunakan Internet Explorer, browser Microsoft. Sementara saat dilihat menggunakan browser modern seperti Firefox dan Opera maka desain situs jadi amburadul dan jauh berbeda dengan apa yg kita buat di frontpage.
Oleh karenanya, hindari penggunaan software editor yg menjanjikan kemudan tanpa mempertimbangan kompabilitas web dgn berbagai browser populer. Sy pribadi belajar web design menggunakan macromedia dan notepad. Memang bukan cara belajar coding HTML yg mudah. Akan tetapi, kamu bisa menyusun kode kode HTML kamu tanpa takut diubah paksa oleh software yg kamu pakai.
Btw, Posting memahami metode desain situs Redaksi Bakawan. So Bagaimana cara mendesain blog dengan mudah : Perumpamaan terbaik dalam memahami persoalan desain sejenis adalah perbandingan batik lilin dengan batik cap. Batik lilin yg digambar langsung pembatik selalu menjadi kain batik yg lebih indah dibanding batik cap. Pembuatan Batik lilin itu seumpama mendesain web / blog secara langsung tanpa Frontpage.
Sementara Batik cap itu seperti mendesain blog / web menggunakan tool desain khusus yg membuat hasil akhir coding tidak sebagus bila dilakukan dengan tangan alias coding langsung.
Perlu diingat, hampir semua web site populer dicoding langsung tanpa bantuan frontpage. Seandainya mereka mendesainnya menggunakan tool editor ini maka bersiap saja untuk tidak populer hehehehe karena kemampuan bahasa markup framework apapun tidak akan se-optional metode coding dengan tangan. Web jadi lambat, overheat, dan bogus! Output HTML desain kita ngak ke kontrol dan akhirnya malah berakhir jadi web jelek.
Tags: HTML, Macromedia Dreamweaver, Microsoft, SEO, Web Design
17 Responses to “Masalah mendesain web menggunakan Web Page Editor”
Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.
memang sulit yach pake tools, ada aja masalah, tidak kompatibel ama browser lha, tampilan kacau lha, Namun tulis koding murni wah … kagak kebayang xixixixi
hhehe iya sih kayaknya ngoding langsung itu bikn bete. Sy punya temen, dia itu instruktur pengajar web di salah satu sekolah desain di bandung. Tool yg diajarin itu bukan yg keren2 kayak macromedia, flash, bla3….tp notepad.
Mdueng ah murid2nya. bayar satu kali pertemuan 170 ribu tp ngotak ngatik notepad. Tp jujur aja worthed kok bila sampe bisa hahahaah
timbul pikiran minta tolong desainin nih.. hihhihih
minta, ga ? bayar hehehe kita kita kan cowok matre :D
Aku sering kok ngedesain halaman tanpa tool. Tapi sama temen-temen yang ngga’ paham, aku dikira orang bego. Udah banyak page editor, WYSIWYG, tapi tetep pake cara manual, katanya. Keuntungan paling menguntungkan jika kita nulis langsung adalah kita bakal jadi expert. Betul deh, coba aja. Sejak tahun 1998 silam, ketika aku pertama kali paham internet -dan di Jogja, warnet belum sebanyak sekarang- sampai detik ini, aku lebih suka nulis pake notepad dari pada frontpage, he he… Tapi kalo lagi coding PHP, aku sekarang pake Nu Sphere ato Textmate kalo lagi di Mac. Habis enak sih, ada intellisense nya, kan coding jadi makin cepet.
betul yuu. Bisa dikatakan berkat kemampuan kita menulis di notepad (atau yg rada mending notepad++), kita jadi lebih paham dengan bahasa pemograman yg kita pelajari…lebih neureup
bener banget mas..saya sering dapetin kode html dari prontpeg!
kita desaign terus ambil htmlnya….tapi sekarang nggak lagi…karna udah jarang main di fs tapi di fb!
wkeekekke!
hehehe bagus bro…nanti sy minta hasil desain kamu yah hahaha
seneng yang bisa desain murni pake notepad
saya mah blom bisa
masih pake sedikit2 dreamweaver buat liat codenya bener ato tidak
kurang satu huruf aja udah ancur :D
hahaha syjuga pernah tuh ngaamin itu. Kadang kita ngak ngerti kenapa ini barisan huruf kok ngak bisa justify…hehehe :d
Hohoho, tak kuasa menahan gejolak Web2.0 yah :mrgreen: :twisted:
Maaf guru, saya hanya bercanda :sad:
ngak apa apa aguru uchan (sori kamu menghormati sy dg sebutan guru maka sebagai murid sy juga akan memanggil kamu guru hehehehehe pleas jangan marah)
[...] karenanya, pantangan pertama bila ingin mendesain web dgn standar accesibility ialah jangan memakai editor html yg sukar dikendalikan output desain akhir. Ambil contoh frontpage, yg rutin merusak kode HTML [...]
[...] 1024×768 >> Ukuran Layar Monitor paling aman untuk desain web. Jadikan pertimbangan utama (diantara pertimbangan lain seperti mengapa kita jangan memakai frontpage dalam mendesain website). [...]
[...] Masalah mendesain web menggunakan web page editor [...]
[...] Masalah mendesain websites menggunakan WebPage Editor [...]