Situs ini mungkin satu satunya web tentang investasi yg sy sukai. Alasan pertama karena ditulis dalam bahasa indonesia sehingga mudah dicerna dan yg kedua karena situs itu berbentuk blog. Jadi, tanpa terhindarkan kamu akan mendapati banyak pendapat dan selera penulis sehingga kontent pun tampil semanusiawi mungkin, Jauh meninggalkan kesan web berita investasi yg membosankan.
4 posting terakhir yg paling sy sukai :
- Insider’s Holding: Ketika Manajemen dan Kita Satu Kapal
- Inter-Metro Fund (IMF): Khayalan Tingkat Tinggi
Sy paling menyukai artikel nomor empat krn artikel itu bersifat personal sekali bagi sy. It’s must read. Ada salah seorang temen smp sy yg terjebak pada skema Inter-Metro Fund. Jadi sedikit banyak sy paham tingkat pendidikan (atau pun temen2 yg peduli) tidak menjamin seseorang selamat dari khayalan semacam IMF ini. Semua itu berpulang pd mental.
ps: Ternyata ngak semua investor membenci menabung layaknya rich dad pada buku Rich Dad Poor Dad (yg kadang terdengar dog kapitalis matis)…oh betapa kami merindukan another point of view, sebagaimana pandangan Warren Buffet, manusia paling kaya saat ini, yg terampung dalam quote di bawah ini (dikutip langsung dari salah satu posting)
Setiap kali saya melakukan kesalahan yang bodoh, saya ingin agar anda setidaknya bisa sedikit ‘terhibur’ karena kerugian finansial yang saya alami akan jauh lebih besar daripada kerugian anda.
Warren Buffet kpd pemegang saham Berkshire Hathaway
Survey Redaksi : Apakah posting ini terlalu berat dan berbau IT ? Sy sedang survey sekaligus belajar menulis topik semacam ini sambil berusaha membuatnya tetep informatif bagi semua orang. Cara menjawab paling sederhana adalah dgn memberitahu sy pd paragraph berapa kamu mulai bosan dan melompat ke bagian box komentar....plus penjelasan singkat kalau bisa.... :)
Blogku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Blogku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
[hasil hacking puisi Chairil Anwar, Rumahku]
23 July
Did you find what you need ? if not, use our free searchbox to found what you're looking forInternal Search
Eksternal Search
5 Artikel Terbaru
Related Posting
Komentar


23 July 2008
ikutan baca ah..suka tentang ekonomi dan keuangan yah??
[Reply]
sedikit banyak…
[Reply]
23 July 2008
menuju lokasi
[Reply]
mariii!
[Reply]
23 July 2008
Tertarik ama judulnya. Gue agak bingung dgn dikotomi itu. Krn di mata gue selama ini investasi sebagian besar memang spekulasi. Kecuali kalo cuman invest di bank dgn bunga yang tetap sepanjang tahun.
Dgn kata laen, di mata gue, kalo ga pengen berspekulasi ya silakan invest saja di bank. Atau mgkin beli emas
[Reply]
Good point. You bloddy hell, bener juga pertanyaan kamu yah. Mungkin maksud investasi ini merujuk pada segala yg berbau obligasi (surat berharga) atau forex.tapi tetep, pertanyaan kamu relevan sekali. mungkin bakal sy tanyakan langsung ke pemilik blog. siapa tau dia punya jawabannya
[Reply]
23 July 2008
Saya juga suka blog tsb, karena bisa membahas hal yang kompleks dengan gaya bahasa yang simpel.
[Reply]
selain itu, sy suka quote suotenya…itu menunjukkan luasnya pengetahuan penulisnya
[Reply]
24 July 2008
wah ini seru nih
[Reply]
iya tuh, bagus banget blognya. sy pribadi banyak belajar sesuatu disana. Bahkan sy ikut RSS feed dia. Lumayanlah bair ngak ketinggalan posting
[Reply]
24 July 2008
makasih ya atas ‘glowing review’nya. Senang sekali rasanya tahu bahwa ada yang menyukai tulisan saya
Pertanyaan tentang dikotomi antara investasi dan spekulasi itu bagus banget
Karena yg ‘meminta’ kita utk membedakan antara investasi dan spekulasi adalah Ben Graham, maka jawaban utk pertanyaan tersebut tentunya harus berdasarkan apa yang diajarkan Graham juga…
Dalam hal ini, Graham meminta kita untuk membedakan antara “tindakan spekulasi” dengan “unsur spekulatif yang terkandung di setiap instrumen investasi”.
Pada intinya, setiap instrumen investasi akan mengandung “unsur spekulatif”. Bahkan sebenarnya ketika kita menabung di bank pun ada “unsur spekulatifnya”.
Contoh sederhananya, di Indonesia jika tabungan kita di atas Rp 100 juta, lalu banknya bangkrut, maka yang dijamin pemerintah hanya Rp 100 juta. Sisanya kita terpaksa harus ‘berurusan’ dengan bank itu secara langsung.
Jadi yang perlu dihindari bukanlah “unsur spekulatif” dalam instrumen investasi, karena justru berkat adanya ‘unsur spekulatif’ (resiko) tersebutlah kita bisa diberikan ‘reward’/hasil.
Yang harus kita hindari adalah “Tindakan Spekulasi”, dalam artian berbagai kegiatan yg tidak memenuhi 3 persyaratan investasi : keamanan modal pokok, analisa yang mendalam, dan tingkat hasil yang layak/wajar.
[Reply]
waduh jawaban from the devil himselft…:)makasih mas, setidaknya bakal menjawab pertanyaan tigis, temen sy.
[Reply]
25 July 2008
Ada 1 investasi yang insya Allah tidak spekulasi sama sekali.
You know what?
Investasi akhirat
[Reply]
yeah…i know. i fear of god walau kelakuakn seharihari kadang tidak menunjukkan itu LOL
[Reply]
15 November 2008
investasi kadang perlu spekulasi
tidak takut rugi
dan tepat untuk melangkah…
mencari keuntungan juga bisa spekulasi……
bukankah kadang orang dagang kadang harus spekulasi…
apalagi main saham,forex,index,option, dan produk kertas putih lainnya..
dapatkan pengalamna yg berbeda di
http://www.duajuta.com/member/?id=sunyoto
[Reply]