Terinspirasi artikel How to start a multilingual site pd google webmaster blog. sy tertarik menulis artikel. Alasannya, artikel tsb mengingatkan visi Bakawan Techblog tempo dulu. Kami berniat jadi techblog, blog berisi teknologi informasi, yg multibahasa. Nantinya situs Techblog diproyeksikan melayani pengunjung dari manca negara. Saat pengunjung situs asal kawasan amerika serikat, otomatis konten bahasa inggris ditampilkan. Begitu juga bila pengunjung situs asal kawasan saudi arabia maka nantinya pengunjung situs membaca kontent bahasa arab. Prinsipnya, konten sama tapi terjemahan bahasa pengantar berbeda sesuai posisi geografis pengunjung situs berasal.
Sayang, kami gagal. Menurut sy, ada banyak faktor terkait dalam pembangunan situs multibahasa selain apa yg dijelaskan artikel ttg membangun situs multibahasa. 3 faktor utama pembangunan situs multibahasa, yaitu :
Dua rekomendasi struktur situs yg bisa diberikan :
Sebenarnya tersedia cara lain membangun situs multibahasa. Tapi cara ini tidak cocok bagi kebanyakan webmaster disebabkan berbiaya tinggi. Caranya, membeli domain level negara seperti id. Domain id adalah domain level negara yg khusus digunakan bagi situs yg diregistrasi di indonesia (contoh, namasitus.co.id). Otomatis bila menginginkan situs melayani 9 bahasa berbeda, webmaster diharuskan membeli 9 domain. Perlu dicatat, harga domain level negara seperti co.id lebih mahal daripada domain level internasional seperti com.
Bagaimana mengetahui asal seorang pengunjung situs ? Seperti nomor telepon internasional, setiap ip memiliki kombinasi khusus yg membedakan ip negara A dengan Negara B. Cara kerjanya, google mengenali asal ip kemudian meredirect pengunjung situs ke directory ataupun subdomain khusus.
Bila konten situs mentarget wilayah negara tertentu, webmaster bisa menggunakan fasilitas tool webmaster yg disediakan google. Tool google webmaster berfungsi menset situs agar meredirect pengunjung situs sesuai posisi geografis ke subdirectory ataupun subdomain khusus. Misalnya bila pengunjung situs asal jepang, pengunjung situs diredirect ke webdesain.com/jp atau jp.webdesain.com.
Hindari menggunakan multibahasa dalam satu halaman, sebab akan membingungkan googlebot juga pengunjung situs. Konten artikel terjemahan situs lain tidak dianggap duplikat sehingga selamat dari pinati google.
17 Responses to “Howto Membuat Situs Multibahasa”
Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.
waaaah, boleh dicoba tuh! nice tips!!
salam knal ya..
mau tuker link??
sheis last blog post..Resmi Jadi Anak Kost
berarti lebih mengarah ke folder yak ;)
iya mengarah ke pemakaian folder, subdomain, dan segala webmaster can do :)
pengalaman, sy cukup 2 bahasa (indonesia-english)…
cukup kynya…
kalo sekaligus content multilingual nya di generate oleh google apakah bisa?
ngak mungkin deh…kecuali kamu menginstall online translators sendiri di situs kamu
update : ternyata ada caranya, yaitu menggunakan layanan Mloovi.com. Tapi detailnya sy belum mengerti. kalau lihat cara kerjanya mungkin pake input dari kita
ps : sy tida tau apakah mereka menawarkan third part api atau tidak. Bla iya, maka ada kemungkinan dicustom
bisa juga ya. numpang mampir.
treen Posting Canggih Terbaru…Agar Shaum Ramadhan Dilalui dengan Mudah
Iya, saya paling manfaatin subdomain, terus kasih semacam halaman intro (select language) di depan :D ( kayak masuk inter.it ).
Kalo di joomla ada joomfish pernah nyicip guru? Mohon bimbingannya :mrgreen:
maaf guru, sy buta joomlah.Pernah sekali belajar, tapi balik lagi ke wordpress hehehe tapi kayaknya sy malah yg lebih butuh bimbingannya guru utchan. hehehhe soal inter.it maksuddari i ini domain TLD italia kah ?
jika menggunakan penerjemahan otomatis, saya TIDAK SETUJU! :lol:
krn merusak usability
nyari di google, ketemu pas kata kuncinya :)
keliatannya bagus…
tp demi liat URL-nya,
ada subdomain id, ada jg subfolder id, tp domainnya TLD luar negeri..
baca sepintas cuplikan SERPs, kalimatnya kok terasa aneh
cek ke situsnya..ternyata terjemahan mesin kayaknya :(
iya, kalau penggunaan penerjemah otomatis itu ngak layak sih. Kecuali konten itu diindex melalui pemanggilan fungsi javascript jadi programming dilakukan pd sisi klien (browser). fungsi ini pun dipanggil melalu klik user pd tombol terjemah. jadi Earch engine ngak pernah baca cuma user yg baca
[...] tsb bagi kita hehehe tentu saja secara gratis. Hmm sesaat jadi teringat dengan posting sendiri : Howto : Membuat Situs Multi bahasa dan juga pertanyaan blogger balistupa.com : kalo sekaligus content multilingual nya di generate [...]
[...] ? hmm, sayangnya hal ini akan dibahas dalam lain kesempatan Namun sebagai tulisan pembuka semoga Membuat Situs Multibahasa bisa membantu kamu belajar google. Survey…Apakah konten posting ini terlalu Teknis IT ? any [...]