Home | i'm sorry we forgot easily | Web Design and Wordpress Custom

 

Farewell, Ngak akan ada Posting Hari Minggu

Sebagaimana letupan hasrat pada posting menjual domain blog, sy berencana secara teratur mengurangi frekuensi memposting blog. Apabila dulunya seminggu tujuh posting maka sekarang cuma enam posting. Sy berencana tidak lagi memposting artikel pada hari minggu.

Alasan kenapa pemilihan hari minggu adalah setelah menganalisa traffik 3 bulan terakhir, statistik Analytic Google melaporkan hari minggu selalu menjadi hari paling sepi pengunjung. Jadi, wajar, pengorbanan paling logis adalah mengorbankan hari minggu.

Memang agak tidak enak mengurangi kebiasaan yg sudah dibangun. Namun badan ada batasnya sebagaimana total sehari itu selalu 24 jam, 1440 menit, atau 86400 detik. Di tengah rutinitas lain seperti deadline pekerjaan, sy merasa ada baiknya untuk menjadwal ulang rutinitas ngeblog hehehe apalagi kalau sampai harus posting setiap hari, sy takut mengalami kecanduan internet yg semakin parah.

Kecanduan Ngeblog

Sy pernah dihina teman sesama programmer soal kecanduan ngeblog. Dia beranggapan kalau mereka yg menulis diary (baik dalam buku diary maupun blog ) itu gemar beronani pikiran. Setiap hal sepele didokumentasikan. Katanya, blogger bisa kehilangan fokus mana emas dan mana yg cuma remeh remeh yang ngak penting, seperti kotoran hidung : ada, terasa, tapi ngak perlu dibahas panjang lebar.

Sy menjawab tangkas ejekan dia, dengan bahasa tubuh yg anggun. Sy beri jari tengah hahaha sambil tersenyum kayak bocah dalam iklan Rinso. Kamu mungkin ingat iklan anak SD dipergoki guru yang mengira dia menyembunyikan contekan perkalian di balik sapu tangan. hehehe pokoknya senyum tersinis yg bisa diberikan seorang teman pada teman yg lain, sorri, bro.

Stereotip Batak Sunda

Tapi itu yang gw suka dengan lo : Ngak kenal ampun. Kadang ngobrol ama lu serasa lagi nongkrong di lapo tuak di tengah kumpulan orang batak. Kamu punya pikiran ngelos menyembur keluar dari lubang mulut ngak kenal sopan. Kejujuran lidah lo berisi opini yg kebanyakan orang ngak mau dengar. Ketahuilah, teman lu yg keparat ini juga orang kebanyakan, setan!

Hehehe tapi paham juga, lu ngak ada niat menyakiti siapapun karena begitulah adanya tabiat lu yg ngak bersisa sopan santun khas orang sunda. Jujur, dulu, gw curiga lu sebenarnya bukan orang sunda sebagaimana lu curiga kalau gw bukan orang batak. Sial, bro, kita dihakimi karena penampilan kita. Kamu disangka batak karena berwajah kriminal dan sy dikira sunda karena ngak punya tulang pipi. Namun mau bagaimana lagi, dunia memang sering melihat dengan bola mata yg juling.

Tapi bagaimanapun melihat kelakuan lo ke gw, jadi inget bait puisi Kepada Kawan, karya Chairil Anwar :

Hancurkan lagi apa yang kau perbuat
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat

Tidak minta ampun atas segala dosa
Tidak memberi pamit pada siapa saja!

5 Moral Cerita

Tags: ,

8 Responses to “Farewell, Ngak akan ada Posting Hari Minggu”

  1. Rindu on October 26th, 2008 9:40 am

    Kalo saya, karena blog adalah buku harian saya maka selalu ada cerita meski hari minggu …

    wah asyik donk rindu. Hehehe dengan begitu kamu bisa ngeblog sering sering yah :)

  2. abeeayang on October 26th, 2008 3:18 pm

    blog udah jadi candu bagi sayah….. :P

    hehehe gile nyebutnya candu…apa ngak berat juga tuh heheh tapi memang bener sih kalau diliat liat dari total belajar dan main internet hehehe

  3. thevemo™ on January 12th, 2009 4:10 am

    Programmer mana tu yang menghina?

  4. dani on February 7th, 2009 10:31 pm

    saya komen tak harap kembali, kok
    ngga dibales gpp :)
    krn seneng aja nemu blog yg bagus

    jumat-minggu memang sepi sptnya, walau saya ampir ngga pernah liat statistik blog :lol:
    tp itu justru waktu saya mengeksplorasi blog, walau cuman posting draft aja..males ngubah tanggalnya..kayaknya koneksi inet malah lbh lancar pas sepi gini :D

  5. Url-551 on August 7th, 2009 2:54 pm

    Cuma pengen sharing. Dulu saya sempat kuliah di salah satu universitas ternama di bandung,karena saya berpikir bandung adalah kota yang menarik.Tapi kekaguman saya berubah ketika saya mulai kuliah. Dikelas terdiri dari bermacam-macam orang yang berasal dari daerah yang berbeda. Tapi anehnya mengapa terjadi pengelompokan2 tertentu,yaitu orang2 yang berasal dari luar daerah dengan orang2 yang asli sunda. Terjadi semacam grup-grup yang terlihat sangat jelas.Saya yang waktu itu termasuk orang yang nemplok sana sini merasa risih saja. Mengapa di zaman seperti ini rasa kedaerahan masih diaplikasikan, sumpah pemuda masih menjadi tanda tanya, karena dibungkam oleh kamuflase paham feodal. Saya menghimbau buat orang-orang yang merasa tinggal di Indonesia(bukan di desa pedalaman yang belum masuk tv), tolong hargailah perbedaan. Kita sama-sama manusia, jangan pernah membandingkan pendatang atau yang bukan.Karena kalaupun kita merasa penduduk pribumi, seharusnya kita bangga jika ada pendatang, karena saya yakin mereka datang dengan maksud baik. Ya wajar saja jika pendatang tidak bisa berbahasa sunda, karena namanya saja pendatang. Tapi apakah hal itu menjadi alat pemisah?pelestarian budaya memang baik, tapi jika nantinya menimbulkan akibat negatif bagaimana?bagaimana jika anda posisikan diri anda sebagai pendatang di daerah lain?anda ingin disambut dengan persahabatan juga kan?

Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.




Validated by HTML Validator (based on Tidy)
  1. Pages