Home | a plain old wp coder | Web Design and Wordpress Custom

 

Cities And Ambition Part 2

Berapa pentingkah pesan yang dipancarkan sebuah kota ? Secara empiris, jawabannya bisa beragam. Kamu bisa saja berpikir bila kamu punya cukup ‘kecerdasan’ maka kamu akan dapat merubah lingkunganmu. Kamu bisa beranggapan lingkungan tempatmu berasal hanya sedikit berpengaruh pada kesuksesanmu. Namun bila melihat bukti bukti sejarah, pengaruh lingkungan lebih dari cuma segitu. Kebanyakan orang2 yang melakukan pencapaian luar biasa terkumpul di beberapa lokasi dimana pada pencapaian tsb bisa diwujudkan (dan bukannya di bagian dunia yang lain).

Kamu dapat betapa besar pengaruh kota kota yg hebat dari artikel yg sebelumnya sy tulis sebelumnya: Kasus Milanese Leonardo. Praktis pada abad lima belas, pelukis italia pernah mendengar soal kota Florance, sekalipun kota Milan juga sama besarnya. Orang orang dari florance tidaklah secara genetis berbeda, jadi bisa diasumsikan seseorang yg lahir di Milan akan mempunyai bakat alamiah seperti Leonardo. Lalu apa yg terjadi pada dia ?

Bila seseorang dengan bakat alamiah seperti Leonardo tidak dapat menaklukkan pengaruh lingkungan, jadi apakah kamu beranggapan kamu bisa ?

Sy tidak. Sejujurnya, sy itu keras kepala, namun saya tidak akan mencoba menentangnya. Sy lebih memilih memanfaatkannya. Jadi, sy berpikir keras memikirkan dimana sebaiknya sy tinggal.

Mulanya sy membayangkan kota Barkeley akan menjadi tempat yang ideal-universitas Cambridge dengan cuacanya yg bagus. Namun saat akhirnya sy berusaha tinggal di sana beberapa tahun lalu, sy menyadari sebaliknya. Pesan yg Berkley sampaikan ialah kamu sebaiknya hidup lebih baik. Kehidupan di Berkeley itu sangat beradab. Mungkin merupakan tempat di Amerika dimana orang yang berasal dari eropa utara paling merasa senyaman kapung halaman. Namun kota tsb tidak memancarkan pesan ambisi.

Bila ditinjau kembali, maka tidaklah mengejutkan tempat yg begitu menyenangkan akan menarik orang berbagai status sosial dari seluruh dunia. Universitas Cambridge dengan cuacanya yg bagus, namun ternyata bukanlah begitu. Orang orang yg datang ke Cambridge bukan dikarenakan ketidaksengajaan. Kamu harus berkorban untuk bisa tinggal disana. Biaya hidup disana tinggi dan lingkungannya juga kotor, dan cuacanya juga sering tidak bersahabat. Jadi, orang orang yg mau bermukim di sana adalah mereka yang berambisi untuk hidup tepat di tengah orang orang terpintar sekalipun artinya dia harus tinggal di kota yang tinggi biaya hidup, kotor, dgn cuaca yg buruk.

Saat penulisan posting ini, Cambridge tampak seperti pusat intelektual dunia. Saya menyadari klaim ini seperti yg berlebihan. Namun yang membuatnya terdengar benar ialah mustahil mengklaim tempat lain. Saat ini, tampaknya, universitas amerika adalah yg terbaik, bisa dibuktikan melalui aliran murid murid ambisius yg datang. Dan kota amerika mana yang mempunyai klaim yg lebih kuat ? Apakah New York ? Kota New York mempunyai sejumlah orang cerdas dgn quantitas yang cukup, namun mereka ‘dinetralkan’ kelompok eksekutif berjas yg jumlahnya lebih banyak. Bay Area di New york memiliki banyak ilmuwan dan orang terdidik, namun sekali lagi, mereka jg telah dinetralkan; New York juga mempunyai 2 universitas ternama, namun lokasi keduanya berjauhan. Harvard dan MIT sesuai dengan standar West Coast (pantai barat amerika), namun sayangnya, mereka dikelilingi sekitar 20 buah kampus dan universitas. [1]

Cambridge tampak seperti sebuah kota dimana industri utamanya ialah ide, sementara New York itu finance dan Silicon Valley itu adalah startup.

(ps : Arti Startup itu perusahaan perusahaan yg baru berdiri)

Tags: , , ,

Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.




Validated by HTML Validator (based on Tidy)