Setiap blogger pasti ingin blog ramai dikunjungi orang. Semoga bukan tipe pengunjung yg cuma berkunjung, membaca posting sekenanya, dan seperti hantu kemudian menghilang tanpa jejak komentar apapun. Bila dimungkinkan, blogger yg berkunjung itu mem-bookmark link blog kita atau minimalnya menitip komentar yg berguna dan bukan sekedar pertamax atau bla bli blu hebat bos!.
Lalu lintas komentar dan pengunjung itu pertanda traffik blog sehat. Apabila banyak orang yg mengomentari posting blog maka tanpa perlu melihat laporan google analytic atau script pencatat traffik lainnya, kita bisa menyimpulkan kalau sebuah blog itu rutin dikunjungi orang (walau tidak menutup kemungkinan komentar tsb cuma akal akalan blogger yg menitip komentar di blognya sendiri hehehe).
Sayangnya, direct traffik dan referral traffik tidak banyak berguna bagi posting lama yg menumpuk di archieve blog. Kita butuh traffik search engine (Kita bisa belajar banyak dari tool google keyword loh ). Namun, untuk posting posting kita yg terbaru, maka blogwalking adalah media promosi yg palng tepat bagi blog blog yg baru lahir. Solusi promosi blog seperti sotis bookmarking tidak banyak membantu bila kita sendiri belum memiliki konten berkualitas untuk dibagi.
Secara psikologis, biasanya seorang blogger datang berkunjung demi membaca tulisan terbaru. Blogger berkunjung demi mengetahui apa isi pikiran terakhir pemilik blog. Jarang blogger yg melakukan kunjungan balasan (benar benar) tertarik dgn tulisan tulisan lama blogger lain, yg telah ditulis bertahun lampau. Kalau kita nalogikan, dia mau jalan jalan sampai ke lantai bawah tanah tempat gudang menyimpan pikiran lama yg usang. kan jarang tuh yg kayak gitu ?
Jakob Nielsen punya kredo menulis blognya sendiri : Buat web, jangan blog. Tulis artikel dan bukannya posting blog. Perbedaan antara web dgn blog memang terasa tipis. Tapi bagi mereka (termasuk Jakob Nielsen) yg sudah online sebelum yahoo dan google lahir, maka perbedaan itu terang benderang. Dia merasa blog itu semacam polusi informasi sebab kuantitas (frekuensi posting) lebih diutamakan daripada kualitas (bobot posting). Blogger A menulis topik a kemudian blogger B menulis topik A setahun kemudian dan akan datang Blogger C dan Blogger D menulis kembali, sampai topik posting yg sama menumpuk. Internet pun menjadi tempat pembuangan sampah terbesar di dunia.
Did You Know ? Bertumpuknya informasi di internet adalah alasan dibalik mengapa kadang kita kesusahan mencari posting bertema tertentu. Ambil contoh, kita memanfaatkan search engine menggunakan keyword “free download naruto manga” namun terdampar pada situs porno hentai cap kecap. Kadang kita pun harus berguling-bergumul kombinasi keyword demi mendapatkan hasil SERP yg bersih tak terkontaminasi. Itu juga bila kita beruntung :)
Walau mustahil mengikuti metode nielsen apabila kamu bukan master usability yg ahli menyajikan informasi online, sy setuju dgn nielsen. Sy juga percaya tulisan berkualitas itu everlasting (abadi). Direct traffik dan referal traffik umumnya merujuk pada halaman depan blog (homepage). Otomatis kemungkinan blogger yg berkunjung menjelajah jauh ke dalam archieve tulisan, menuju ke posting paling jadul, tetap kecil. Jadi, bagaimana cara menyelamatkan posting masterpiece kita dari kejamnya putaran waktu ?
Membuat Halaman khusus yg berisi daftar posting masterpiece. Halaman itu mempunyai link di halaman depan (homepage) sehingga mudah ditemukan siapapun, baik user maupun googlebot.
Kamu mereview tulisanmu sendiri. Misalnya pada setiap senin kamu menulis review tulisanmu seminggu terakhir. Kamu menjelaskan secara singkat topik pembicaraan, kalimat pokok, atau kamu cuma membuat intisati dari tulisan tsb. Selain review mingguan, kamu bisa juga menulis review bulanan dan tahunan sehingga tulisanmu tetap bisa tampil di bagian depan tanpa terlihat ‘maksa’.
Hari ini kamu menulis posting A, namun besar kemungkinan tahun depan pengetahuanmu mengenai topik posting A sudah paripurna. Kamu pun menulis kembali posting lamamu (reproduksi tulisan). Tentu saja reproduksi ini bertujuan menambah informasi, memperbaiki argumentasi, memperjelas ilustrasi, dan lain lain. Sehingga kamu bisa menuliskannya kembali sambil tetap memberi rujukan pd posting masterpiece yg terkubur jauh di dalam archieve blog.
Ps : Typo atau salah ketik tidak termasuk dalam alasan reproduksi ulang tulisan (walau sy rutin mengubahnya hehehe)
3 cara diatas semoga bisa membantu usaha kamu ngeblog sekaligus mempertahankan kekinian posting jadul. Posting ini belum paripurna karena pengetahuan sy tentang blogging juga belum lama. Apabila ada pendapat yg dirasa salah maka tolong kasih tau, yah.
Tags: Blogging
16 Responses to “Blogwalking Psychology and Old Posts Saviour”
Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.
bener jg ya, kadang saat membongkar-bongkar posting lama, sepertinya ada tulisan bagus yang sayangnya sama sekali ngga pernah dibaca dan dikomentari, walaupun ada jg postingan yg malu2in..
review blog itu jg penting ya ternyata..saya sama sekali blom kepikiran :D
*makasih infonya
*haris last blog post..Merdeka!!!
iya…kadang kita kepikiran dgn tulisan tulisan lama kita. mau diapain, kok jadi pada numpuk begitu aja di archieve :)
mau bulan bulan puasa lho…
siapkan hati pikiran perasaan dan makanan
met ramadhan
ma2nn-smiles last blog post..awali ramadhan dengan senyum……
postingan master piece saya tentang apa yah..saya rasa postingan tahun 2007!
wekekekekekek!
tergantung para blogwalking juga..apakah punya banyak waktu untuk membuka arsip2 postingan seseorang!
trendys last blog post..Pos Kamling!
iya…memang bener kalau bloggernya sendiri ngak lagi nyantai pasti susah untuk jalan jauh sampe ke dalam blog seseorang. Itulah (mungkin) pentingnya design blog yg friendly banget usabilitynya hehehe begitulah :)
walah…. postingan saya cupu semua…
moody juga….
jadi postingan rada curhat semua nih…. jadi malu :P
saya ngeblogg sih buat berinteraksi… lagian ndompleng di wp juga… jadi rasa-rasanya saya nggak terllalu tertarik dengan SEO ituh :P
plan loves last blog post..Stagnansi
heheheh sama sy juga curhat semua tapi curhat algi belajar seo jadi berbau teknis juga heheheh
Ide dlm artikel ini bagus nih bro umiuw. Di kemudian hari akan saya coba praktekkan.
edisons last blog post..Celoteh: Kamus ala JS & Acara Sharing di BEI
hehehe makasih mas edison. it’s alwaays love to help :)
btw, kalau diinet inget mungkin sy terinspirasi ama sistem ygmas pake di blog mas. Tapi ngak yakin juga krn akhir2 ini kebanyaan baca posting orang lain :) but thanks anyway
salam
Wah nice info nie jadi berpikir ulang untuk mengelola blog lebih baik, secara kadang kebanyakan ngeblog itu nge-junk juga seeh..ya malu nihil konten berkualitas getooch.. trims ya..
nenyoks last blog post..Ajip Jaman Jepang
hohho ngak juga kok mbak…akdang sy sering ke blog mbak walau ngak koment (sori soal ini) :)
hueheueu postingan masterpiece yah?
maybe Jakob Nielsen will consider my blog as a crap!!! oh well… tapapalah heuheuheuh
natazyas last blog post..Well…
heheheeh sama kok natz…sy juga ngerasa biarkan saja nielsen dalam dunianya. Tidak semua orang suka apa yg dia suka (walau sy pribadi suka hehehe tapi tulisan kamu juga punya gaya sendiri…sedikit meracau tapi belum gila, dan kadang meledak2 )
Wah, gak kepikiran ya, membedakan antara web dan blog.Bagus juga kalau bisa menulis artikel yang long lasting akhirnya. Pasti akan dicari terus sebagai sumber data.
Eniwei ..salam kenal ya?
Aku baru nulis tentang “Blog Walking” di blog ku. Ada yang menyatakan positif, ada juga blog yang mengatakan Blog Walking tidak efisien. So .. what ever it is, karena blog walking, ilmu ku jadi nambah, terutama hari ini ..
Ijin ngelink, en ngutip tulisan Jakob Nielsen ya. Itu Bagus
info yg sangat menarik..
salam blogger..