Home | i'm sorry we forgot easily | Web Design and Wordpress Custom

 

Blogging dan Racun Keyword Density

Hahaha rasanya dalam menulis sudah jelas sy nyatakan kalau sy ngak peduli dengan keyword density. Iya, sy tidak ingin menulis untuk spider search engine semata. Sy ingin ngeblog dengan hati dan menulis riang gembira sesuai dengan gaya menulis sendiri. Sy tidak ingin kalau apa yg sy tulis itu harus berkesesuaian dengan sifat search engine yg ingin keyword diletakkan pada 100 kata pertama posting kita.

Alah! menurut sy kita ngak perlu terlalu memikirkan soal keyword dan optimasi seo lainnya. Karena bagaimana pun yg nantinya membaca blog kita adalah manusia dan bukannya mesin.

Konteks, Optimasi, dan janji surga. Memang bisa menjadi kombinasi mengerikan yg mendikte bagaimana kita menulis. Satu satunya cara agar bisa selamat dari hal ini adalah dengan menemukan gaya menulis kita terlebih dahulu sebelum kita mulai menulis yg SEO friendly. Menulislah sebanyak mungkin dan sesering mungkin. Sampai akhirnya kita terbiasa dengan seni tulis menulis.

Berteman baik dengan google menentukan apakah blog kita memiliki banyak traffik. Namun bila kita sendiri tidak menikmati hasil akhir tulisan kita, maka bersiaplah memiliki pembaca yg tidak pernah setia dan merasa kunjungan ke blog kita itu membuang waktu dan merupakan kesialan tersendiri. Sy rasa banyak yg merasa begitu saat berkunjung ke mari hehehehe sori yah bila kualitas blog web design kami masih jauh panggang dari api. Biar sedikit jungkir balik, kami berusaha ngeblog terus sampe mati. :D

Tags:

6 Responses to “Blogging dan Racun Keyword Density”

  1. mang kumlod on November 3rd, 2008 4:12 am

    Betul…!
    Malah beberapa post yang ga gw pikirin SEO friendly, dapat trafik yang banyak. Entahlah, apakah mereka sial masup ke blog gw ataukah gembira.

    Mengutip footernya Elisa Koorag, “Aku menulis maka aku bahagia” (kira2 begitu)

    hehehe mungkin mereka tersesat lalau ketagihan hahahah kayak kita kita kang. Wah kutipan Elisa Koorag mirip descrates yah : “Sy berpikir maka sy ada”. semetara sy : Sy berpikir dan s pun mengada ada :D

  2. musida on November 3rd, 2008 3:52 pm

    menurutku yang terpenting adalah tulisan kita bisa bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang, jadi kita mesti fokus ke peningkatan kualitas konten. rank hanyalah indikator yang akan terus berubah sesuai dengan situasi dan kondisi, jadi tidak layak untuk dijadikan tujuan. bukankah mahasiswa dengan IPK tinggi tidak selalu sukses?

    hmm setuju sekali soal peningkatan konten. Namun rank juga suatu hal yg penting bila kita ingin tulisan bermutu kita dibaca orang. Analoginya seperti puisi yg masuk koran. Ada banyak puisi yg bagus diluar sana, namun biasanya hanya sedikit yg bisa nampil kolom sastra koran. Penyebabnya bisa banyak, namun biasanya disebabkan selera redaktur kolom sastra tsb tidak cocok dengan puisi penyair A namun cocok dengan puisi penyair B. Anggaplah Koran itu SERP (search engine result page). Bila di dunia nyata, selera redaktur menentukan apakah sebuah tulisan dimuat, aka di internet, selera search engine yg menentukan apakah sebuah tulisan itu layak nampil di SERP. So, penting juga sih tapi tergantung kita aja maunya bagaimana hehehe kepanjangan

Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.




Validated by HTML Validator (based on Tidy)
  1. Pages