1. Home
  2. Faq
  3. Glossary
  4. Redaksi

 

Apakah bijak menyimpan uang di bank ?

Mau langganan
blog Kami?



inflasi. Setiap kali mendengar kata ini, sy teringat wejangan ryan : “Jangan menabung di bank. Lebih baik modal itu diputar lagi. Misalnya bikin usaha e commerece baru. Pokoknya investasikan dan jangan ditabung. Bila kamu tabung maka akan rugi karena nilai uangmu akan digerus sama inflasi.”

Dalam konteks menabung, inflasi adalah momok yg menyebabkan nilai uangmu akan berkurang nilainya dibanding nilainya saat pertama kali memiliki uang tsb. Lebih lanjut Ryan menambahkan : “Bukankah dulu, uang lima juta di bank itu udah gede sekali, tapi sekarang apakah kamu akan merasa aman bila cuma punya tabungan sebesar lima juta…sy rasa tidak.” Dengan getir sy menjawab : “Bayar anak registrasi sekolah di SD aja udah ngak cukup“.

Pembicaan kami di malam buta di Dago Plaza Bandung itu mengganguku. Wejangan dia telah mengusik pemahamanku dan menggangu pelajaran investasi yg baru saja sy dapatkan dari edison, owner blog investasi janganserakah.com.

Apa yg sy mengerti tentang pentingnya menabung itu sesuai dengan isi review sy tentang janganserakah.com. Sy meyakini “ngak semua investor membenci menabung layaknya buku Rich Dad Poor Dad.” sy meyakini menabung bukan investasi yg buruk.

Namun sekarang, berkat Ryan, pemahaman dan keyakinan sy tentang menabung kembali ke titik awal, dimana sy berada antara yakin dan ragu apakah bijak menyimpan uang di bank. Dan judul di atas baru aja menjadi salah satu pertanyaan tak terjawab dalam hidup…huhuhuh sok filosofis, euy!

Survey Redaksi : Apakah posting ini terlalu berat dan berbau IT ? Sy sedang survey sekaligus belajar menulis topik semacam ini sambil berusaha membuatnya tetep informatif bagi semua orang. Cara menjawab paling sederhana adalah dgn memberitahu sy pd paragraph berapa kamu mulai bosan dan melompat ke bagian box komentar....plus penjelasan singkat kalau bisa.... :)


Foto Chairil Anwar
Blogku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Blogku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak


[hasil hacking puisi Chairil Anwar, Rumahku]

4 August

Artikel Sebelum : Paradoks dunia IT
Artikel Berikut : Bomb The Google for me, please
 

Komentar

  • #1
    No Gravatar
    arifrahmanlubis
    4 August 2008

    baiknya emang uang di”puter”, dari pada sekedar ditabung.

    lagi belajar nih cara muter yang pas.

    arifrahmanlubiss last blog post..Kritik

    [Reply]

    wah selamat berjuang bro…belajar yg giat lalu ajarin sy…hahah siapa tau pengetahaun kamu bisa menyempurnakan pengetahuan sy (maupun sebaliknya)

    [Reply]

     
  • #2
    No Gravatar
    nana
    4 August 2008

    iya sih klo dpikir2…
    lah, tapi kan klo mau nabung ya dimana lagi?
    dicelengan ayam?
    hehehe

    nanas last blog post..SNMPTN, SPMB, UMPTN, dan sehabitatnya…

    [Reply]

    aduh jangan ngehina celengan ayam, krn sy punya dua. nanti dipecahin kalau mau syukuran hahahaha

    [Reply]

    baru kmaren nih saya pengalaman liat ortu nabung di bank danamon.. tnyata,.. mengecewakan. diporotin diem2 sama tuh bank. mana bunga cicilan lebih tinggi daripada bank laen..ahhh nyebelin banget
    *curhat*
    jangan nabung dsitu deh!
    *emosi*
    hu’uh!!
    *ambil kapak*

    **orang2 pada kabur**

    nanas last blog post..lonely man

    [Reply]

    hahahah sampe segitunya…tapi emang bener gitu kalau bunganya lebih gede dari bank lain…i’m wonder

     
  • #3
    No Gravatar
    edison
    4 August 2008

    Savings & Investment itu saling melengkapi bro. Masing-masing punya fungsi sendiri.

    Jika kita ibaratkan sebagai peralatan makan, maka ada sendok, ada garpu, ada sumpit, ada pisau, yg semuanya punya fungsi berbeda-beda.

    Yang akhir-akhir ini sedang ‘trend’ adalah pendapat yg mengatakan bahwa savings itu tidak relevan lagi, jangan menaruh uang ditabungan lagi.

    Ini ibaratnya orang yg berpendapat ’saya tidak perlu garpu ataupun sumpit. Sendok saja cukup’

    Tentu saja ketika makanan yang dihidangkan adalah mie, maka orang ini akan mengalami kesulitan..

    Tabungan & Deposito itu mempunyai karakteristik tersendiri, dimana meskipun memang rentan terhadap inflasi, dia juga mempunyai keunggulan tersendiri, terutama dalam hal sifatnya yg sangat likuid dan keamanannya.

    Saya pribadi juga selalu berusaha utk menanamkan kesadaran utk berinvestasi kpd teman-teman, tetapi tentunya tanpa ‘meninggalkan’ instrumen tabungan sama sekali

    Sebagai contoh ilustrasi ’setiap instrumen mempunyai gunanya’, mungkin bisa dilihat periode 70-80. Pada periode itu, Inflasi di USA sangat tinggi. Tetapi selama dekade itu, hasil yg didapatkan oleh investor saham maupun obligasi, malah lebih rendah daripada orang yg menaruh uangnya di deposito :)

    Cerita penjelasan kenapa ini terjadi agak panjang :) Mungkin lain kali saya ceritakan di blog saya.

    edisons last blog post..Edison’s Week In Review: 3 Agustus 2008

    [Reply]

    penjelasannya panjang tapi mengena…seneng dapat bantuan ‘pencerahan kayak gini’ :)

    [Reply]

     
  • #4
    No Gravatar
    akaldanhati
    5 August 2008

    rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya,, trus duitnya ditabung di bank?

    masihkah berlaku?

    lam knal bro…

    akaldanhatis last blog post..Tanggung Jawab Usia bertambah dan berkurang

    [Reply]

    cek komentar edilson deh bosnya janganserakah.com…masih di blog ini kok. dia komentar tepat sebelum kamu heheheh ini singkatnya : “Savings & Investment itu saling melengkapi bro. Masing-masing punya fungsi sendiri. Jika kita ibaratkan sebagai peralatan makan, maka ada sendok, ada garpu, ada sumpit, ada pisau, yg semuanya punya fungsi berbeda-beda. Yang akhir-akhir ini sedang ‘trend’ adalah pendapat yg mengatakan bahwa savings itu tidak relevan lagi, jangan menaruh uang ditabungan lagi. Ini ibaratnya orang yg berpendapat ’saya tidak perlu garpu ataupun sumpit. Sendok saja cukup’. Tentu saja ketika makanan yang dihidangkan adalah mie, maka orang ini akan mengalami kesulitan..”

    [Reply]

     
  • #5
    No Gravatar
    akaldanhati
    5 August 2008

    tergantung niat nyimpennya, dan bank nya tentu..
    karena menurut para ulama, masih berbeda pendapat mengenai bunga di bank–riba

    akaldanhatis last blog post..Tanggung Jawab Usia bertambah dan berkurang

    [Reply]

    wah iya yah riba…sy prbadi juga memasukkan poin itu dalam pertimbangan. Namun memang ngak tercermin dalam posting ini. :)

    [Reply]

     
  • #6
    No Gravatar
    avartara
    5 August 2008

    apakah tujuan menabung itu untuk berinvestasi? klu ya,..maka tabungan bukanlah pilihan tepat untuk berinvestasi,…

    avartaras last blog post..PERBEDAAN ITU INDAH

    [Reply]

    pendapata yg bagus tapi tolong baca komentar edison pd posting ini. You’ll see there’s another opinion…hehehe makasih yah udah ngasih pendapat

    [Reply]

     
  • #7
    No Gravatar
    kishandono
    5 August 2008

    Iya juga sih, tapi invest di mana dan apa ya? masih bingung saya.

    [Reply]

    wah sayangnya itu pertanyaan yg harus kamu jawab sendiri

    [Reply]

     
  • #8
    No Gravatar
    langitjiwa
    5 August 2008

    hehehehehe…
    asal jgn dibawah bantal aja nyimpen uangnya

    langitjiwas last blog post..Aku,anak muda dari dusun Semampir

    [Reply]

    hahaha tapi sampe sekarang masih banyk loh pengusaha yg nyimpen duitnya di bawah bantal.

    [Reply]

     
  • #9
    No Gravatar
    trendy
    5 August 2008

    soalnya kalo simpen di rumah takut dimakanin tikus!
    wekekekeke

    trendys last blog post..Sapu Lidi!

    [Reply]

    hahahah bener juga…makanya simpannya dalam bentu uang logam (kebayang repotnya)

    [Reply]

     
  • #10
    No Gravatar
    Rafki RS
    5 August 2008

    Apa yang dikatakan ryan itu tidak sepenuhnya benar. Inflasi memang membuat nilai uang ditabungan berkurang. Namun, selagi inflasi itu lebih rendah dibanding suku bunga yang dibayarkan oleh bank, maka nilai uang di tabungan itu tetap akan bertambah.

    Memang jika uang tersebut diinvestasikan secara langsung dengan membuka usaha, pertumbuhan nilai uang itu akan lebih cepat daripada jika ditabung di bank. Namun ingat, resiko dari membuka usaha sendiri itu jauh lebih besar dibanding dengan resiko menabung di bank. Mana yang lebih baik tergantung analisa resiko-manfaat.

    [Reply]

    wah jujur mudeng sy, tapi makasih mas rifki

    [Reply]

     
  • #11
    No Gravatar
    Rita
    5 August 2008

    Tanggepan khusus buat judul diatas, aku nyimpan uang di bank seperlunya aja, lebih baik diinvestasikan… lanjut bacanya….

    Menyimpan uang di bank itu istilanya main aman. tanpa resiko seperti kalo main saham, pemasukan bisa begitu pantastis dlm sekejap tpi bisa pula apes dalam sesaat kalo gak jeli meliat kurva pergerakan saham atau apalah istilahnya.
    Kalo aku memilih investasi tanah dan rumah, dijamin harga gak akan pernah merugi, ada dari tahun-ketahun harga semakin meningkat. Jadi bank dipakai untuk menyimpan uang untuk sekedar kebutuhan hidup dll, bukan anggap sebagai investasi.
    Main saham reksadana juga oke…..:D

    Ritas last blog post..Kakek Tua Itu

    [Reply]

    wah ada banyak poin poin yg ingin lebih ketahui lebih jauh soal ini, terutama main saham. tapi kayaknya sy belajar dulu lagi baru bertanya ke mbak :)

    [Reply]

     
  • #12
    No Gravatar
    dobleh yang malang
    5 August 2008

    pasti abang punya pemikiran yg jernih tuk menjawabnya. and salam hangat kembali bang.

    dobleh yang malangs last blog post..mengapa tak Kau beri mereka pengertian bahwa dia juga sama seperti lainnyaTuhan?

    [Reply]

    sayangnya enggak, pandangan sy soal menabung itu terus berpindah dari satu sisi ke sisi yg lain, sepertinya sy masih ditengah antara setuju dengan ngak menanggap menabung itu investasi.

    [Reply]

     
  • #13
    No Gravatar
    Rita
    5 August 2008

    Kalo di bank pertambahan nilainya agak slow kendati faktor resiko minim. Kalau mau aman dan cuma ngarepin bunga ya di bank tempatnya…

    Ritas last blog post..Kakek Tua Itu

    [Reply]

    hmm…think think…kayaknya sy masih memproses apa yg mbak jabarin. :) mungkin besok, sy baru bener bener paham.

    [Reply]

     
  • #14
    No Gravatar
    Harjo
    6 August 2008

    Saya juga ada masalah dengan rekening giro di sebuah bank BCA yang kebetulan saya sudah lama tidak menggunakan. Selanjutnya saya tanya ke petugas bank berapa minus saldo saya di bank tersebut. Ternyata tidak ada datanya (petugasnya sendiri tidak tahu, dan tidak ada akses untuk mengetahui berapa saldo minusnya).
    Saya memang sudah lama tidak ambil rekening korannya di bank tersebut yang kebetulan letaknya jauh. Di mana lokasi saya sekarnag sudah berpindah.
    Akhirnya karena tidak diperoleh jawaban saya coba masukan dana di bank tersebut sebesar Rp 500.000,-
    Betapa kagetnya, karena ternyata saldonya masih nol. Kemudian saya tanya lagi, berapa sesungguhnya saldo minus saya? Tetapi petugasnya masih tetap tidak tahu. Sebab pikir saya, kalau minusnya terlalu banyak lebih baik saya buka rekening baru, ketimbang harus membayar saldo minus yang walaupun sudah masukan dana ke rekening tersebut, ternyata masih saldonya tertulis nol.
    Seperti dikemukakakan oleh Faisal Basri beberapa waktu lalu, Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang kalau kita menabung bukannya untung tetapi malah buntung.

    Harjos last blog post..Seren Tahun di Cipta Gelar

    [Reply]

    wah yang bener ucapan faisal basri. Bener bener sesuai dengan pengalaman kamu. So, sy kuti yah faisal basrinya hehehe lumayan nambah bobot posting :)

    [Reply]

     
  • #15
    No Gravatar
    natazya
    6 August 2008

    hmmm saya masih berpendapat kalau menabung memang di bank ajah.. kan tujuannya nabung bukan infestasi.. kalo mao muterin duit rada ga masuk ama konsep nabung…

    in my opinion :D
    natazyas last blog post..Ibu, Quran Butut ?

    [Reply]

    sy tampung. Namun artikel itu sih point intinya bukan menabung. Melainkan apakah menabung tempat terbaik menitip uang atau malah menginvestasikannya merupakan langkah terbaik (mempertahankan nilai uang). Pertanyaan ini ada korelasi dengan inflasi. Dan bagaimana inflasi mengubah nilai uang kita… (begini sy memahami posting ini, tapi maaf kalau s sendri penulisnya salah memahami…pasti terdengar aneh tapi bukan mustahil terjadi)

    [Reply]

     
  • #16
    No Gravatar
    ario
    6 August 2008

    nabung di bank bole2 aja, asal ada duitnya, namun jika ada rejeki lebih sebagian disedekahin trus sebagian lain ditanam investasi emas, khan harganya stabil tuh, percaya boleh enggak, mbah kita dulu pake emas untuk investasi.

    arios last blog post..pacaran abis nikah? ternyata enak bangeet….

    [Reply]

    iya sih sejarah investasi itu dimulai dari emas. soal rejeki…hmm kalau rejekinya berlebih pasti disedekahin. Hitung hitung ngurain dosa dosa

    [Reply]

     
  • #17
    No Gravatar
    norjik
    15 August 2008

    Masuk akal memang, karena tentunya memang nilai mata uang semakin lama akan semakin turun. Bicara masalah BIJAK ? tergantung tolok ukur nya sih. karena menurut saya tidak semua orang yang menyimpan uang di BANK mempunyai fikiran seperti itu. Karena bagaimanapun, BANK masih menduduki peringkat pertama sebagai tempat pemyimpanan uang. yang aman dan safe dalam arti sempit.
    Terlepas dari semua itu, menyimpan uang di BANK juga ada manfaatnya lho. Salah satunya kita bisa melakukan transaksi OnLine seperti membeli barang, memesan tiket pesawat dll. but, pembahasan yang menarik mas .. paling tidak bisa menambah wawasan dalam hal finansial. Sukses !

    norjiks last blog post..Tiket Pesawat Lebaran

    [Reply]

    makasih atas pendapatnya. ditampung aja dulu mas :)

    [Reply]

     

 

Niche Blog

 

Blog Flux Directory
Join My Community at MyBloglog!


Template Mabokcendol
didesain secara sengaja
oleh Bakawan