Bakawan Web Desain


Simpatisan Sastra Mesin & Industri Kreatif Indonesia
  1. Add to Google Reader or Homepage
  1. Home
  2. Faq
  3. Glossary
  4. Redaksi
  5. About Us

Apa Ada Puisi Teknologi ?

22 October

Mungkin bisa dikatakan judul diatas pertanyaan itu konyol karena mempertanyakan apakah pernah ada Puisi mengenai teknologi. Alasannya karena pertanyaan tsb terdengar absurd alias ngak penting gitu loh! Tapi biarlah absurb narcis sesaat untuk menanyakan hal yg ngak terlalu mustahil dijawab, bukan ? Apalagi kadang dibutuhkan pertanyaan konyol demi menyegarkan kembali pikiran yg sudah letih karena hiruk pikuk pekerjaan. Berkat sedikit pikiran subversif yg agak nakal hehehe pikiran monoton bisa kembali dinamis.

Pertanyaan konyol diatas semacam lamunan genit sebelum tidur agar kita bisa menskenariokan mimpi kita saat terlelap. Sy percaya saat masalah pelik dibawa tidur, bila beruntung, kita bisa terbangun dengan solusi masalah pelik tsb. Hehehe bila kita perumpamakan dengan komputer, sekalipun saat tertidur, otak manusia itu tidak pernah dishutdown. Status otak kita itu cuma standby sambil terus memproses input dibalik layar. Hehehe paling paling saat kita mati, baru otak kita dishutdown malaikat pencabut nyawa.

Saat ini, input yg sy minta diproses otak komputer adalah soal metafor teknologi. Sepanjang pengalaman membaca puisi dan karya sastra, tidak sekalipun sy berkesempatan membaca puisi penyair indonesia yang membicarakan indonesia kontemporer dengan menggunakan simbol simbol teknologi seperti laptop, hacker, blogger, blogging, dan internet. Kebanyakan metafora puisi yg dipakai bersifat sosio politik. Namun sayang disayang, kontemplasi sosio politik bangsa, di saat menjelang kampanye pemilu, hehehe bukan topik asyik untuk dibawa tidur. Bisa bisa sy terbangun dengan mimpi buruk sambil mengutuk google karena meluncurkan google chrome hehehe. (Baca deh kamu bakal ngerti)

Namun Sy tidak tau detail peta perpuisian indonesia sekarang. Kebanyakan penyair favorit sy itu, masih angkatan lama saat indonesia baru lepas dari perang kemerdekaan seperti Taufik Ismail, Sapardi Djoko Darmono, dan sesekali Sitor Situmorang. Jadi bisa saja memang sudah ada penyair teknologi namun tidak mendapat publikasi luas. Karena bagaimanapun akses media lebih sering didominasi penyair angkatan lama (Setidaknya mereka pernah tampil di televisi, membacakan puisi puisi mereka paling populer). Namun di antara, para penyair lama tsb, belum seorangpun yg memiliki karya puisi mereka yg memanfaatkan metafora Hightech khas Silicon Valley. Sementara itu, puisi penyair generasi yg lahir sesudah revolusi dan tumbuh jauh sebelum reformasi, tidak begitu sy geluti.

Pernah sy dengar temen memuji salah satu penyair muda. Namanya Afrizal Mana (atau makna yah..lupa akhiran nama dia). Sejujurnya sy setuju, puisi Afrizal itu urban sekali. Bisa dikatakan sebagai warga kota semi kosmopolitan Bandung, nasib dan perasaan sy terwakili dalam metafora puisi dia. Apalagi puisi Afrizal itu miskin diksi atau anti metafor indah layaknya kebanyakan gombal puisi cinta kacangan. Kadang puisi afrizal tampil seperti suasana kota urban jakarta nan chaostic. Sosok afrizal ini sesuai sekali dengan ucapan Jean Cocteau : “A true poet does not bother to be poetical. Nor does a nursery gardener scent his roses.” Dia berbeda, aneh, dan agak kinky alias berani berekplorasi.

Namun sayang (setau sy), Afrizal Mana lebih banyak bicara soal kemiskinan dan urbanisasi. Sementara yang sy butuhkan adalah penyair yg membicarakan nasib teknologi indonesia. Mungkin soal, mimpi punya satelit hasil desain anak negeri. Atau mungkin membicarakan industri kreatif seperti kompleks silicon valley mini, yg nantinya, bisa menampung seluruh hasrat inovasi generasi muda.

Tapi, sepertinya, kita harus menunggu generasi penyair indonesia yg lebih segar, yg lebih urban, yg sepanjang umurnya tidak pernah nginjek sawah apalagi megang cangkul dan nyuri ayam. Semoga nantinya mereka bisa mewakili indonesia abad milenium, yg bukan cuma urban tapi juga kosmopolitan. Bukti kalau masyarakat indonesia belum kosmo adalah lebih banyak mereka yg nyari download bokep di internet daripada belajar internet itu sendiri. Mungkin pernyataan barusan salah dan kebablasan tapi masa bodo ah hehehe.

Jules Verne

Dalam hati, sy berharap generasi masa depan penyair dan sastrawan indonesia bisa menghasilkan karya seperti Jules Verne. Siapakah Jules Verne ? Pengarang prancis yg dianggap bapak science fiction. Dia lahir di Nantes, Prancis. Pada umur 11, lari dari rumah untuk ikut pelayaran. Setelah dipulangkan paksa, dia bersumpah hanya akan berkelana menggunakan imajinasi. Dia mentaati sumpah tsb dan menghasilkan 50 karya yg bergenre fantasi scientific dan aksi petualangan.

Karya Karya Terbaik Jules Verne ::

  1. Le tour du monde en quatre-vingt jours (1873; Around the World In Eighty Days, 1873).
  2. Vingt mille lieues sous les mers (1870; Twenty Thousand Leagues Under the Sea, 1873);
  3. Voyage au centre de la terre (1864; Journey to the Center of the Earth, 1874);
  4. De la terre à la lune (1865; From the Earth to the Moon, 1873);
  5. L’île mysterieuse (1870; Mysterious Island, 1875).

Sementara itu, kebanyakan (calon) penyair yg sy kenal boro boro mau bicara soal teknologi, sadar dari mabuk bohemianisme digital yg alay aja belum apalagi diminta memberi inspirasi. Mereka masih berpikiran “Art is Art. Everything else is everything else.” (Ad Reinhardt). Ternyata kebanyakan temanku masih bermental babi ngak berguna bagi nusa dan bangsa. Kadang sy berpikiran kenapa sy mau berteman dengan mereka. Sy bukan babi pemalas. Sy mah anjing pemburu server hehehe mungkin karena sama sama sundal, kami jadi agak klop seperti Hitler dan kumis Charlie Chaplin (tak terbayang kalau kumis Hitler itu dibiarkan tumbuh mirip kumis Gatot Kaca, mungkin sejarah dunia akan berubah hehehe ngak nyambung!)

Tapi kenapa sy belum juga bisa tertidur juga. Sy ingin tau jawaban pertanyaan soal teknolgi barusan. Siapa tau sy pernah bacasoal puisi teknologi. Akan tetapi sy lupa dimana. Semoga otak sy berhasil menemukan arsip informasi tsb. hehee siapa tau ? Kadang cara ini berhasil walau lebih sering gagal.

Survey Redaksi : Apakah posting ini terlalu berbau IT ? Sy sedang survey sekaligus belajar menulis topik IT yg disajikan ringan bersahaja. Apakah sy sudah berhasil ?


Foto Chairil Anwar Blogku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Blogku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak

[Chairil Anwar, Rumahku]

 

Related Posting

  1. Tutorial : Mengatasi Distraksi Eksternal dalam Bekerja
  2. Zemanta
  3. Komentar Spam
  4. Farewell, Ngak akan ada Posting Hari Minggu
  5. Schizophrenia, Ngeblog, dan Google Analytic

Next & Previous

  1. Next : Akan Tetapi Ngedesain Keyword Blog yg Ciamik itu Susah
  2. Previous : Google Translator dan Sedikit Science Fiction


Did you find what you need ?
Use our free searchbox to found
what you're looking for.
Internal Search


Eksternal Google Search


    5 Artikel Terbaru

  1. Hubungan Mozilla Firefox dgn Google Renggang
  2. Ranking Alexa, Toolbar sebesar dusta kah?
  3. Apakah Kamu menggunakan Browser Terbaru ?
  4. Cara Deteksi Virus Manual
  5. Tutorial : Mengatasi Distraksi Eksternal dalam Bekerja

    Tag Artikel


    Komentar Terbaru

  • oRiDo™ : download party??? itu khan biar orang2 tau klo buanyak orang yg pake FF.. btw.....
  • Kenji : jawaban dari survey redaksi : cukup berhasil :D Selama ini bagi saya, Ranking A...
  • lita : ai hungry...
  • agungfirmansyah : Informasi yang menarik... Bersiap mencari installer toolbar alexa buat firefox (...
  • Artha : Wah seperti itukah sistem kerjanya Alexa Makasi mas informasinya mau coba pasang...
  • Syahri r : wah.......itu mak da bagus...
  • 'Nin : Mau jawab surveynya: Ya... sangat berbau IT... Penyajiannya sih ringan, tapi das...
  • Artha : wah kini bahasannya virus nih mas, lama udah kagak berunjung....
  • roby : apakah posting ini terlalu lampau untuk it?sy sedang melihat sekaligus lg belaj...
  • afwan auliyar : klo pake alexa toolbar akan menyiksa jika bandwith inet miskin... spt kompi saya...
  •  



      Komentar

    • #1
      No Gravatar
      syifa
      22 October

      ‘menyegarkan kembali pikiran yg sudah letih karena hiruk pikuk pekerjaan’ kok endingnya sebegitu serius? brapa buku or brapa page internet yang dah dibaca demi nulis ini?

      [Reply]

      buanyak hehehe sampe sy mabok kata kata. Ngak serius banget sih syifa. Cuma agak suka topiknya :)

      [Reply]

       
    • #2
      No Gravatar
      uncle kumlod
      22 October

      Serius banget sih untuk nulis such a post. Gw pikir ente bakal nulis puisi pertama bertema IT.

      Gw punya temen pas SMA disuruh bikin & baca puisi di depan kelas. Dia menulis puisi dg metafora science: fisika, matematika, biologi. Wah keren bgt ide temen gw ini, otak kanannya jalan. Entar insya Allah gw tulis puisi science di blog gw, tp versi gw… Ente juga bikin dong yg bertema IT.

      [Reply]

      hehehe judulnya mengundang presepsi yg salah yah…heeheheh maafkan. ohya, kalau kamu udah nulis puisi itu tlong kasih tau yah hehehe bakal sy puji puji deh :) … soal sy nulis puisi, ah enggak deh malu ah

      [Reply]

       
    • #3
      No Gravatar
      harjo
      23 October

      Otak memang enggak bisa dishutdown. Tetapi bisa diformat ulang loh … :D
      Dulu setelah lulus S1 maunya kerja di bidang Natural Science, eh enggak tahunya pekerjaan saya malah dibidang IT. Terpaksa harus diformat ulang di S2. :D

      [Reply]

      Analogi yg nyeleeh tapi bener hehehe. Awalnya sy kirain soal cuci otak alias brandwashing hahaha ngak taunya mau sekolah lagi yah :)

      [Reply]

       
    • #4
      No Gravatar
      langitjiwa
      26 October

      mudah2 generasi penerus Jules Verne adalah aku,hahahahahaha……

      [Reply]

      hehehe setuju bro, sy bakal bersyukur sekali kalau kamu adalah sosok yg dinantikan itu hehehe

      [Reply]

       
    • #5
      No Gravatar
      wisnu murti
      30 October

      Mas situsnya jarang di up date ya?…salam kenal dari saya…saya tunggu kunjungan balik di blog puisiku….Kapan kita bisa tukar link?….Thank’s.

      [Reply]

      mungkin may ? may be yes may be not heheheh

      [Reply]

       

     

      Footer

    Apa itu Niche ?

    Niche Blog adalah topik yg menjadi tema rutin sebuah blog. Ambil contoh, daftar Niche berikut ini. Seluruh Topik yg terdaftar rutin dibahas dalam bakawan.com, blog web design of what ever ini .

    Personal
    Join My Community at MyBloglog!
    Add to
Technorati Favorites
    Web Design
    TopOfBlogs

    Template Mabokcendol 2.0 didesain secara sengaja oleh Bakawan Web Design. Btw, Blog ini menggunakan platform wordpress