Ambisi tertinggi sy mungkin mempunyai startups company sendiri dimana produknya adalah teknologi. Namun bagaimana cara mendirikan sebuah perusahaan startups apabila ternyata kota tempat kamu tinggal tidak mendukungnya. Ambisi boleh setinggi langit. Namun bagaimana apabila ternyata infrastrukturnya ngak mendukung.
Analogi yg tepat soal betapa pentingya infrastruktur itu mungkin bisa dianalogikan dengan kreatifitas dalam menulis cerita fiksi. Ada quote seorang penulis yg biasa sy pegang ( walau sudah lupa siapa dia) : “An imagination without reality will be rotten“. Artinya, imajinasi dalam menulis apabila tanpa basis realita akan jadi busuk. Pepatah yg bagus, bukan ?
Mungkin bukti paling nyata kegagalan imajinasi tanpa realita itu adalah film Water World, yg pernah dibintangi Kevin Cosner. Film bersetting kehidupan di masa depan dimana bumi sudah ditutupi air dan tidak lagi ada tanah. Karena kondisi alam ekstrim, menusia pun harus hidup dan membangun komunitas di atas perahu sambil mencari “surga yg hilang”, sepetak tanah dimana binatang dan tumbuhan bisa hidup. Namun sayangnya, imajinasi soal kehidupan semacam itu terlalu jauh dari kenyataan saat ini. Sehingga sekalipun dibintangi bintang terkenal dan berbudgetnya gila gilaan, tetap saja, gagal menembus box office.
Realita itu penting dalam membangun imajinasi (baca: ambisi). Tidak ada yg pure imajinasi. Begitu juga dengan ide bisnis. Untuk menopang ambisi, harus ada infrastruktur. Namun bagaimana bila secara umum negeri tsb mengabaikan pentingnya infrastuktur. Buktinya, Indonesia mengalami krisis listrik. Saat ini listrik adalah jantungnya inovasi (dan banyak bidang yg lain).
Jadi apa yg harus dilakukan bila pindah ke jakarta aja ngak menjamin seseorang selamat dari krisis ?
Tags: Startups
33 Responses to “Ambisi webstartups dan krisis listrik”
Leave a Reply. Btw, i have right to delete your comment. Sometimes, i need to save my databse space.
salam kenal dari bandung
saya cuma ingin mengatakan apapun yang anda tulis saya suka membacanya, jangan tanya kenapa
http://esaifoto.wordpress.com
Mgkin ga yah, ekspektasi seseorg akan “nyambungnya” realitas dengan imajinasi itu akan smakin berkurang. Misalnya dgn fakta bhw realitas itu sudah sedemikian menyakitkan hingga org lebih suka bermimpi dan menjauhkan diri dr kenyataan. Saat itu terjadi mgkin segala hal (trmasuk film) yg sifatnya cuman mimpi indah bisa menjadi “candu” yg efektif.
just a thought
maksudnya seperti escapesme yg dialami saat nonton film ya…kalau itu sy juga sering. Rencana awalnya menonton itu demi menghilangkan stress kerjaan malah jadi candu yg memberi alasan untuk tetep idup esok hari…halah ngak nyamung
Kunjungan perdana begitu menggoda,… tulisannya mengena bgt,….. jadi terpana
Wah kalo pindah ke jakarta selamat dari krisis? gak banget mba (walaupun gak semua). Kalo aku kluar jakarta malahan baru slamat dari aneka krisis hehe…
Kalau infrastruktur gak mendukung berarti gak ada pilihan lain selain harus punya modal yg super besar tuk merealisasikan ide, ambisi tsb.
mbak…sy mah laki laki hik hik…tapi respondnya bagus juga, sy jadi kepikiran beberapa hal
ya pindah ke luar negeri ajah.. ;p
Mudah2an terlaksana cita citanya, ya soalnya banyak juga yang nyia2in gitu aja tanpa hasil mas, menghargai alam kita untuk anak cucu
hihi
hmm pendapat yg bagus tapi bukankah akan lebih sulit lagi
jangan bilang krisis listrik lagi dunk, tar mati lampu lg deh rumah gw, hehe
Salut bener kalo ada anak muda yang berpikiran begini…
Ayo wujudkan mimpimu (baca: ambisimu)…
Wish you best yah..
hahaha bisa berabe yah kalau amti lampu…
mas saat ini jakarta krisis listrik, pindah ke luar jakarta bukan jalan yang terbaik,trs gimana ya ???
ngak tau deh, itu juga pertanyaan sy sendiri ngak tau bagaimana menjawabnya
listrik……
tarifnya gak bakal bisa turun tuh…..
Sedih memang…..tapi perlu diaudit sehingga ketahuan, sebetulnya kondisi energi negeri ini seperti apa sih …sehingga antara planning dan realisasinya bisa sesuai….
Teknologi mau lari kencang…hambatannya kok sederhana…boleh sih menghemat, tapi mestinya kapasitas tetap mendukung….
hhhheeee… kejarlah ambisi mu nak.. (sok tua deh gw… T_T)
yah… lakukan yang terbaik aja deh
Saya suka tuh dengan Water World..
Mungkin inti dari film itu adalah membuat kita menghargai “tanah dan air” yang kita miliki sekarang..
Mungkin bisa jadi tambahan ide, di jepang listrik diperoleh dari ribuan orang yang memutar pintu subway (kendaraan transportasi utama mereka).
Soal Jakarta, saya pikir jakarta adalah neraka bagi provinsi2 lain dan mengandalkan pajak dari manusia2 buat nyokong tubuhnya biar bisa berdiri
aku bingung mau komentarnya dimana.. eh ternyata ada nih.. blog yang ruwet :p
*udah kaya jalanan di jakarta ajh*
jangan marah yh,
ketika suatu cita cita mendarat dikepala, sepertinya bukan hal yang menjadi masalah kalau hanya sarana dan prasarana seperti listrik yang kurang mumpuni. Karena pastinya masih ada terngiang entah di acara televisi atau pada kesempatan tertentu ketika kita mendengar bahwa jaman dulu itu lebih susah daripada zaman sekarang. Ironisnya, orang orang jaman dahulu diyakini lebih memiliki kecerdasan intelektual daripada anajk jaman sekarang…
paling ga enak klo kejebak di situasi ky gitu..
ide melimpah di otak tp ga da jalan keluarnya..
semoga itu semua bukan sekedar imaginasi..klopun iya, jgn pernah berhenti bermimpi
masak sih ? apa yg naik pasti akan turun termasuk listrik (walau mungkin tidak saat kita satu generasi masih idup heheheh)
iya bu. kemarin sy menonton investigasi di TV soal para pencuri listrik. Sebenarnya efek pencurian ada tapi dijelskan bahwa masalah terbesarnya emang dalam penyediaan infrastuktur. Infrakstruktur PLN itu seperti bagaimana PT KAI mengurus loomotif lokomotifnya yg ketinggalan jaman serta sudah ketuaan
makasih bapak…sy akan minta doanya juga hahaha
mungkin. walau sy bukan a big fan of green peace setidaknya hal tsb harus dipikirkan
wah makasih..informasiya sy masukin ke bagian meta backgroundnya
hehehe gw ngak marah cuma murka
hmm kayaknya kamu beenr juga kecuali bagian zaman dulu lebih susah daripada zaman sekarang sy rasa sebaliknya malah. Buktinya kehidupan jaman sekarang jauh lebih kompleks . Dulu kehidupan banyak orang itu berputar pd sawah dan ternak tapi sekarang kan enggak ?
hahaha sy malah berharap ini cuma imajinasi sehingga bisa sy tinggalkan kapan sy saat sy dewasa. Namun sayangnya bukan imajinasi. Live by the dream, die by the dream
kata surat kabar, tahun 2010 tidak krisis lagi, jadi pindahnya pada tahun itu saja..he he he..
singals last blog post..Si Guru
wah die yg bagus…tapi enam bulan lagi kami bakal nyewa kantor di bandung…kayaknya udah diputusin bakal struggle di bandung aja
hehe.. siapa sih di dunia ini yg g punya ambisi.. kake kake aja masih ada yg berambisi ngawinin anak perawan… namanya juga ambisi… boleh2x aja sih kita punya ambisi.. tapi yang ga boleh kita punya ambisi seperti tukang maling atau ambisi seorang koruptor… ya..kaya gini deh jadinya… disana sini terjadi krisis.. krisis listrik lah minyak lah yang lebih parah nya lagi krisis moral…. hem… gimana dong teman teman kalo udah terjadi kaya gini…? wasalam… ujang